Dewa Pedang Dari Selatan

Dewa Pedang Dari Selatan
Racun Tanpa Obat


Sembari menunggu pesanan datang, keduanya lebih dulu minum teh hangat yang telah diberikan oleh pemilik warung makan itu.


Hua Ting menuangkan teh dalam poci ke dalam cawan. Begitu dua cawan terisi penuh, mereka segera bersulang.


"Adik Fei, bisa kita lanjutkan percakapan tadi?" tanyanya setelah menghabiskan teh.


"Bisa,"


"Jadi, bagaiamana pandanganmu tentang kejadian ini?"


"Kalau menurutku, lima orang serba hitam itu bukan datang secara tidak sengaja. Mereka sudah lebih dulu merencanakan semua sebelum memulai gerakannya," ucap Zhang Fei mulai menerangkan pendapatnya.


"Ya, aku sendiri setuju akan hal ini. Karena kalau secara tidak sengaja, bagaimana mungkin mereka bisa langsung menuju ke ruangan itu? Sedangkan ruangan yang kemarin, merupakan ruangan rahasia yang tidak diketahui oleh pihak luar,"


"Jadi karena itulah, mendiang Ketua Gouw Ming sangat yakin bahwa orang yang dia lawan, adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li?"


"Tentu saja. Sebab yang berkhianat hanya dia seorang,"


"Benarkah? Kalau begitu, ke mana semua anggota dan petinggi Partai Gunung Pedang lainnya?"


Zhang Fei mulai menggali informasi lebih jauh juga. Sebenarnya dia sangat penasaran. Dia pun ingin menanyakan hal ini sejak semalam. Hanya saja dia merasa kurang pantas. Baru sekarang, setelah terjadinya peristiwa itu, ia berani bertanya.


"Hahh ..." Hua Ting menghela nafas berat. Seolah-olah dia sedang berusaha meringankan beban di pundaknya. "Orang-orang kami tewas karena diracun. Racun yang digunakan adalah racun yang sangat ganas, sehingga tidak ada satu pun yang selamat,"


"Sungguh racun yang mengerikan," sela Zhang Fei bergidik ngeri.


"Sangat-sangat mengerikan. Apalagi racun ini bekerja dengan cepat. Asal sedikit saja masuk ke tubuh, maka beberapa helaan nafas berikutnya, orang itu akan langsung tewas dengan mulut berbusa,"


"Apa nama racun itu, Kakak Ting?"


"Racun Tanpa Obat,"


"Racun Tanpa Obat? Benarkah racun itu tidak ada obat penawarnya?"


"Sebenarnya ada. Tapi, kalau diibaratkan, mungkin dari seribu orang, hanya lima orang saja yang mampu selamat dari keganasannya,"


Zhang Fei langsung terbengong. Dia tidak menyangka bahwa di dunia ini ternyata masih terdapat seganas itu.


Pantas saja hampir semua anggota Partai Gunung Pedang tewas, pikirnya.


"Jadi, si tua bangka Gan itu memiliki Racun Tanpa Obat?"


"Terkait hal ini aku tidak tahu pasti. Tapi memang dialah pelakunya. Apalagi dia sendiri yang bicara terang-terangan,"


"Lalu, bagaiamana kau dan rekanmu bisa bebas dari kematian?"


"Karena kebetulan pada saat hal itu terjadi, kami sedang menjalankan tugas diluar. Aku sendiri mengetahui kejadian ini dari sepucuk surat yang ditulis oleh seorang petinggi partai, sesaat sebelum dia tewas,"


Seluruh tubuh anak muda itu bergetar keras. Ia benar-benar tidak menyangka, ternyata orang tua tersebut tega melakukan hal ini.


'Aku bersumpah akan membunuhnya!' batinnya berkata.


"Oh, begitu. Baiklah, sekarang aku mengerti," katanya setelah ia termenung sesaat. "Begini, Kakak Ting, menurutku, orang yang dihadapi oleh Ketua Gouw Ming itu bukanlah di tua bangka Gan,"


"Apa? Kau ... kau serius? Kenapa kau bisa berkata demikian?" Hua Ting tampak sangat terkejut setelah mendengar ucapan Zhang Fei barusan.


Gurunya saja sangat yakin bahwa orang itu adalah Gan Li adanya. Lalu bagaimana mungkin Zhang Fei bisa berkata lain?


"Coba kau ingat-ingat, bukankah perawakan orang tua itu tidak begitu? Lagi pula, pedang pusaka yang ia miliki mampu mengeluarkan cahaya kuning keemasan. Bukan kehijauan,"


"Kenapa aku baru menyadari akan hal ini? Padahal kalau diingat, kemampuan orang itu juga tidak sehebat si tua bangka Gan,"


"Karenanya aku sangat yakin bahwa itu adalah orang lain yang sengaja menyamar menjadi dirinya,"


"Tapi, kenapa kami tidak menyadari hal ini sejak awal?"


"Itu karena hati dan pikiran kalian sedang kacau. Sehingga tidak bisa melihat kenyataan dengan tenang,"


Apabila seseorang sedang kacau, sudah tentu ia tidak bisa konsentrasi. Kalau sudah seperti itu, niscaya dia pun akan sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal yang masih belum pasti kebenarannya.


Hua Ting sepertinya mulai menyadari juga hal tersebut. Sehingga dia pun tidak memberikan komentar apa-apa lagi.


"Kakak Ting, sebelum kematian Ketua Gouw, apakah kau melihat atau merasakan adanya sesuatu dari arah lain?"


"Aku hanya melihat ada sekelebat cahaya perak kecil dari luar jendela. Setelah itu tidak melihat apa-apa lagi," ucapnya setelah mengingat sebentar. "Apalagi, saat itu aku juga sedang berfokus kepada pertarunganku sendiri,"


"Hemm, ternyata benar dugaanku. Ketua Gouw Ming telah dicurangi. Menurutku, cahaya perak yang kau lihat itu adalah senjata rahasia yang mengandung racun,"


"Ah, benar. Masuk akal. Sebab pada saat itu, aku bisa mendengar keluhan dari guru. Hanya saja, aku tidak berpikir macam-macam lagi,"


"Hahh ..." Zhang Fei menghela nafas berat. Ternyata kejadiannya cukup rumit dan menguras otak juga. "Jadi singkatnya, semua ini sudah direncanakan dengan matang. Mereka memang mengincar nyawa Ketua Gouw Ming. Kemungkinan besar, pelaku yang telah menyerangnya secara gelap itu tak lain adalah si Pendekar Pedang Emas Gan Li,"


Brakk!!!


Meja mereka hancur berkeping-keping. Pesanan yang baru saja tiba, langsung pecah berantakan. Untunglah dengan cepat Zhang Fei segera memesan lagi menu baru.


Hua Ting sungguh marah. Ia marah besar.


Kenapa tidak sejak awal dia menyadari akan hal ini? Kenapa baru sekarang saja ia mengetahui kebenarannya?


"Keparat jahanam! Mereka benar-benar iblis!" katanya sambil mengepalkan tangan.


"Adik Fei, apakah orang-orang serba hitam itu adalah anggota Partai Iblis Sesat? Ataukah mereka anggota Partai Panji Hitam?"


"Menurutku mereka adalah anggota Partai Iblis Sesat. Sebab kemampuannya lebih tinggi dari anggota biasa Partai Panji Hitam,"


"Baik. Kalau begitu, aku harus mencari si tua bangka Gan itu di partai tersebut,"


Hua Ting bertekad. Bola matanya melotot. Kobaran api amarah semakin membakar tubuhnya.


"Jangan bertindak gegabah, Kakak Ting. Kita bisa menyelesaikan masalah ini secara bertahap. Ada baiknya, kau juga sebarkan berita kematian Ketua Gouw Ming ke dunia luar supaya semua orang tahu,"


"Ya, itu sudah pasti. Aku harap semua sahabat guru mau membantu menyelesaikan persoalan ini,"


"Semoga saja ..."


Zhang Fei langsung terdiam. Pikirannya bekerja keras.


Tidak disangka, ternyata persoalannya dengan Pendekar Pedang Emas Gan Li, justru malah menyeretnya ke dalam lingkaran masalah yang tidak berujung pangkal.


Menurut firasatnya, bisa jadi masalah ini adalah kunci awal untuk membuka masalah lainnya. Sebab di satu sisi, Zhang Fei juga beranggapan bahwa semua peristiwa yang terjadi dalam dunia persilatan, sebenarnya saling berhubungan satu sama lain.


Tanpa terasa, waktu sudah masuk siang. Itu artinya mereka cukup lama berada di warung makan kecil tersebut. Setelah keduanya selesai mengisi perut, mereka langsung keluar dari sana.


"Kakak Ting, bukannya aku tidak mau bekerja sama, tapi untuk saat ini, lebih baik kita berpencar saja. Aku yakin, dalam waktu dekat, kita akan berjumpa lagi," ucap Zhang Fei setelah tiba di gerbang kota.


"Baiklah, aku mengerti. Kalau begitu selamat berpisah. Jaga dirimu baik-baik, Adik Fei,"