
Zhang Fei mengerutkan keningnya ketika membaca lembar yang ketiga tersebut.
"Untuk orang bernama Oy Yong ini, apakah kau belum bisa menemukan keahliannya?" tanya Zhang Fei sambil memandang Zhu Yun.
"Lebih tepatnya, aku tidak bisa mengetahuinya, Ketua,"
"Kenapa bisa begitu?"
"Karena orang ini sangat misterius. Dia datang dan pergi semaunya. Lagi pula, dia antara orang-orang itu, hanya Oy Yong saja yang paling jarang menampakkan diri,"
"Hemm ... mungkinkah dia adalah pemimpin dari orang-orang ini?"
"Aku belum tahu, Ketua Fei," jawab Zhu Yun dengan cepat. "Tapi yang jelas, tiga orang tersebut adalah orang-orang paling berpengaruh di antara yang lainnya. Menurut hasil pengamatanku, mereka setara dengan pendekar pilih tanding,"
"Bagaimana dengan tujuh belas orang yang lainnya?"
"Mereka hanya setara dengan pendekar kelas satu atau dua saja, Ketua,"
Zhang Fei mengangguk beberapa kali. Dari informasi yang dibawakan oleh Zhu Yun, setidaknya dia sudah bisa mengukur kekuatan lawan.
"Menurutku, kita akan sanggup menghadapi mereka semua. Yang terpenting, kita harus selalu siap dan waspada. Tidak hanya itu saja, kita pun harus kompak. Kalau semua hal tersebut bisa dilaksanakan dengan baik, aku yakin kemenangan akan berpihak kepada kita,"
Ketiga belas orang ahli pedang itu mendengar ucapan Zhang Fei dengan seksama. Dan mereka semua juga merasa setuju dengan perkataannya.
"Jika demikian, kapan kita akan pergi ke sana, Ketua Fei?" tanya Tio Goan.
"Aku rasa, besok tengah malam adalah waktu yang tepat," ujarnya setelah berpikir beberapa saat. "Kita harus memanfaatkan waktu yang tersedia, sebab masih ada tugas lain lagi yang akan aku berikan kepada kalian,"
"Tugas apa itu, Ketua Fei?"
"Masalah ini kita bicarakan nanti saja. Sekarang, kita harus membicarakan urusan yang sudah di depan mata,"
Zhang Fei menuangkan teh hangat ke dalam cawannya. Ia langsung menghabiskan teh tersebut tanpa sisa.
"Zhu Yun, apakah kau sudah tahu mereka itu siapa dan berasal dari mana?" tanyanya lebih jauh lagi.
"Mereka adalah orang-orang dari Partai Panji Hitam, Ketua Fei. Tiga orang yang aku berikan informasinya itu merupakan sebagian petinggi di partai tersebut. Sedangkan sisanya adalah anggota biasa,"
"Sudah aku duga. Pasti mereka ini berasal dari sana," katanya sambil tersenyum dingin.
Zhang Fei tidak terlihat begitu terkejut. Sebab dia sudah menduga semuanya sejak awal.
Dari dulu, impian setiap partai aliran sesat adalah ingin menguasai dunia persilatan. Mereka akan bergerak lebih cepat kalau keadaan sedang kacau.
Menurut Zhang Fei, sekarang inilah waktu yang paling tepat untuk melakukan sebuah pergerakan. Mengingat bahwa suasana di Kekaisaran Song sekarang sedang tidak stabil.
"Jadi, Ketua sudah menduga tentang hal ini?" tanya Tio Goan seolah belum percaya.
"Ya, aku sudah menduganya. Kalau bukan berasal dari Partai Iblis Sesat, pasti dari Partai Panji Hitam,"
Orang tua itu menganggukkan kepalanya. Dia semakin menaruh rasa kagum kepada Zhang Fei.
"Zhu Yun ..."
"Aku, Ketua,"
"Kau tahu apa tujuan mereka sebenarnya?"
"Ya, sedikit banyaknya aku sudah tahu," jawab Zhu Yun penuh rasa yakin. "Tujuan mereka berada di sini, bukan lain adalah untuk melakukan pengamatan lebih dulu tentang Kota Shangguan. Kalau semua yang dibutuhkan sudah selesai, maka mereka akan bergerak lebih jauh untuk menguasai secara keseluruhan,"
"Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Bagus juga," Zhang Fei berkata seolah-olah sedang memuji pihak lawan. "Sayangnya, mereka terlalu percaya diri sehingga meremehkan orang lain," ia tampak tersenyum dingin.
Percaya diri itu harus. Tapi, terlalu percaya diri terkadang juga tidak baik.
"Semuanya, aku perintahkan kepada kalian untuk istirahat total selama satu hari satu malam. Sekarang juga, kembalilah ke tempat masing-masing," kata Zhang Fei dengan tegas.
Satu pun tidak ada yang menolak. Mereka langsung bangkit berdiri, memberi hormat dan segera pergi dari ruangan tersebut.
"Semoga saja kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan cepat," gumam Zhang Fei sambil memandangi kepergiannya.
###
Sekarang sudah masuk tengah malam. Kentongan pertama baru saja terdengar dibunyikan oleh orang yang meronda.
Malam ini adalah saat-saat yang sudah dinantikan. Sebentar lagi, Zhang Fei dan semua anggota Organisasi Pedang Cahaya akan pergi menuju ke rumah makan yang selama ini dicurigai.
Udara terasa sejuk. Di langit, bulan bersinar dengan terang. Suara lolongan anjing terdengar bagaikan jeritan setan di tengah keheningan.
Zhang Fei dan yang lainnya sudah berada di depan rumah makan. Mereka baru saja menyelesaikan semua persiapan.
"Kita bergerak," kata Zhang Fei kepada yang lain. "Zhu Yun, kau yang akan menjadi petunjuk jalan,"
"Baik, Ketua,"
Zhu Yun langsung beralih posisi ke paling depan. Begitu mendapat perintah, dia langsung meluncur menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.
Wushh!!! Wushh!!!
Empat belas bayangan manusia melesat secara berbarengan. Dengan kemampuan mereka yang sudah tinggi, tidak heran kalau baru sebentar saja, orang-orang itu sudah berada jauh dari tempat semula.
Rumah makan yang dicurigai itu ternyata jaraknya tidak begitu jauh. Hanya sekitar lima belas menit saja, mereka telah tiba di tempat sekitar.
Zhu Yun berhenti di antara pepohonan. Di tengah kegelapan seperti sekarang, rasanya tidak semua orang boss melihat keberadaan mereka.
"Ketua, kau lihat rumah makan itu?" tanyanya sambil menunjuk ke depan sana.
"Ya, aku melihatnya," sahut Zhang Fei sambil mengangguk.
Dalam jarak sekitar sepuluh tombak, di sana berdiri sebuah rumah makan yang cukup besar. Tingginya juga tidak kalah dengan tempat-tempat di sekitarnya.
Hanya saja, siapa pun bisa melihat bahwa rumah makan itu sedikit menyeramkan. Lagi pula, keangkerannya bisa dirasakan cukup jelas.
"Itulah rumah makan yang kita curigai," kata Zhu Yun memberitahu.
"Apakah sekarang, mereka sudah berkumpul di dalamnya?"
"Belum," kata Zhu Yun menggelengkan kepalanya. "Kita tunggu sebentar lagi. Mereka pasti akan datang dengan cepat,"
Yang lainnya menuruti. Mereka tetap berdiri di sana sambil menunggu kedatangan orang-orang yang dicarinya. Sekitar sepuluh menit kemudian, Zhan Fei tiba-tiba memberikan isyarat supaya yang lain menyembunyikan diri.
Tidak lama setelah itu, terlihat dari empat arah mata angin, ada orang-orang dengan pakaian serba hitam yang datang dengan cepat.
Begitu tiba di halaman depan rumah makan, orang-orang tersebut langsung masuk ke dalam sana.
"Itu dia, mereka sudah datang," seru Zhu Yun.
"Bagus. Kalau begitu, mari kita bergerak sekarang juga," ajak Zhang Fei.
"Baik, Ketua,"
Wushh!!! Wushh!!!
Mereka meluncur deras bagaikan anak panah yang dilepaskan. Dalam waktu singkat saja, para pendekar itu sudah tiba di lokasi.
Supaya tidak membuang waktu, dengan segera Zhang Fei mendobrak pintu yang terbuat dari kayu tersebut.
Brakk!!!
Sekali pukul, pintu kayu itu langsung hancur menjadi serpihan-serpihan kecil. Selanjutnya, tinggal mereka sendiri yang memburu masuk ke dalam sana.