
Setelah berkata seperti itu, Zhang Fei kembali mengalihkan pandangannya. Sekarang dia menatap orang di depannya dengan sangat tajam.
"Hari ini, kita harus berduel sampai pada titik penghabisan. Kalau bukan aku yang tewas, maka kau yang akan mampus," tegas Zhang Fei dengan lantang.
"Hahaha ... apakah mulutmu sesombong ini?" Wali Kota Lu Hong tertawa sinis.
"Tidak perlu banyak bicara lagi, tau bangka," katanya mengejek. "Lihat serangan!"
Wutt!!!
Zhang Fei langsung bergerak. Ia melesat sambil memberikan tusukan yang diarahkan ke bagian dada. Pada saat itu Wali Kota Lu Hong masih tetap berdiri dengan tenang.
Terhadap serangan yang datang, dia sama sekali tidak memperdulikannya. Tetapi, begitu Pedang Raja Dewa hampir menyentuhnya, tiba-tiba ia telah berpindah tempat.
Tusukan Zhang Fei luput dari sasaran!
Ia cukup terkejut. Sebab kecepatan serangannya barusan tidak bisa dipandang rendah. Namun nyatanya Wali Kota Lu Hong bisa menghindarinya dengan mudah.
"Cara menghindar yang bagus,"
Wushh!!!
Zhang Fei bergerak lagi. Kali ini dia langsung mengeluarkan Jurus Memadamkan Rembulan Melenyapkan Bayangan.
Dia sengaja mengeluarkan jurus tingkat tinggi tersebut. Alasannya adalah karena Zhang Fei ingin melihat bagaimana respon Wali Kota Lu Hong.
Apakah dia akan tetap berpura-pura lemah dan tidak tahu apa-apa? Ataukah dia akan menunjukkan jati diri yang sebenarnya?
Wungg!!! Wungg!!!
Pedang Raja Dewa mengeluarkan suara mendengung seperti ribuan lebah yang terbang kembali ke sarang secara bersamaan. Hawa pedang yang dikeluarkan oleh senjata pusaka itu mulai menekan mimbar.
Bayangan pedang milik Zhang Fei datang bergulung-gulung ke arah Wali Kota Lu Hong. Cahaya putih keperakan yang menciptakan ribuan kuntum bunga pedang itu membawa kabar dari Malaikat Maut.
Sebelumnya Wali Kota Lu Hong masih berusaha menghindari serangan Zhang Fei. Tapi begitu anak muda tersebut mengeluarkan jurus tingkat tinggi miliknya, seketika itu juga ia merasakan tekanan yang sangat hebat.
Semua jalan keluar sudah tertutup rapat oleh cahaya putih keperakan. Posisi Wali Kota Lu Hong semakin berbahaya. Kalau dia tetap seperti itu, mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi nyawanya akan melayang.
Tidak mau hal buruk menimpa dirinya, terpaksa Wali Kota Lu Hong pun langsung mengambil tindakan tegas.
Dia kemudian mencabut dua batang pedang yang disimpan di pinggang kanan dan kiri miliknya. Begitu pedang sudah digenggam, ia mulai memainkannya dengan cepat.
Trangg!!! Trangg!!! Clangg!!!
Benturan yang keras terjadi untuk beberapa kali. Tidak lama setelah itu, dua batang pedang milik Wali Kota Lu Hong langsung dibuat patah menjadi tiga bagian.
Semua orang yang menyaksikan hal tersebut seketika langsung terkejut. Mereka ada yang melotot besar, ada pula yang menahan nafas karena saking kagetnya.
Dari kejadian barusan, siapa pun sudah bisa menilai bahwa pedang yang digunakan oleh Zhang Fei, sudah tentu bukanlah pedang biasa.
'Keparat. Rupanya kemampuan anak muda ini semakin hebat saja. Aku rasa, dulu dia tidak seperti sekarang. Mengapa kemampuannya meningkat begitu pesat?'
Wali Kota Lu Hong bertanya-tanya dalam benaknya. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang menimpanya barusan.
Sementara di sisi lain, saat ini terlihat Zhang Fei sudah maju menyerang lagi. Masih dengan jurus yang sama, ia kembali berusaha untuk mencecar lawan.
Pedang Raja Dewa bergerak dari kanan ke kiri mengirimkan tebasan. Setiap gerakan itu menciptakan hembusan angin yang cukup kencang.
Dengan bantuan tenaga dalam yang sudah tinggi dan sangat murni, tentu saja serangan itu menjadi sangat berbahaya.
Wali Kota Lu Hong dibuat kewalahan. Untuk beberapa waktu dia tidak bisa melakukan tindakan apapun. Saat itu Zhang Fei terus menyerangnya tanpa henti. Sehingga dia tidak ada waktu lagi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Wutt!!!
Wali Kota Lu Hong memutarkan tubuhnya. Dalam waktu yang bersamaan dia pun langsung mencopot jubahnya.
Jubah itu dilemparkan dengan telak ke arah Zhang Fei. Dengan dorongan tenaga sakti, luncuran jubah tersebut menjadi jauh lebih cepat daripada yang seharusnya.
Seketika itu juga Pedang Raja Dewa tergulung dalam jubah milik Wali Kota Lu Hong. Untuk beberapa saat Zhang Fei merasa kesulitan.
Memanfaatkan hal tersebut, tiba-tiba Wali Kota Lu Hong melesat dengan cepat ke arah Zhang Fei. Di tengah jalan, dia langsung mengeluarkan sebatang pedang yang tersimpan di punggungnya.
Wutt!!!
Tebasan pedang dilancarkan dari arah kanan. Serangan itu mengincar leher. Kalau sampai terkena sasaran dengan telak, niscaya kepala Zhang Fei akan langsung jatuh menggelinding ke atas tanah.
Pada saat itu, Wali Kota Lu Hong sangat yakin kalau usahanya akan berhasil. Apalagi dalam waktu yang bersamaan, Zhang Fei masih berusaha melepaskan pedangnya dari gulungan jubah tadi.
Srett!!!
Suara robekan kain terdengar. Jubah milik Wali Kota Lu Hong langsung robek tepat pada waktunya. Setelah berhasil dengan usaha tersebut, Zhang Fei segera menangkis serangan lawan.
Trangg!!!
Dua batang senjata pusaka bertemu di tengah jalan. Getaran segera tercipta. Tangan masing-masing pemiliknya terasa ngilu.
'Sialan. Bahkan tenaga dalamnya pun meningkat dengan pesat,' batin Wali Kota Lu Hong menggerutu.
Wushh!!!
Dia menarik kembali pedangnya. Kemudian melancarkan lagi serangan susulan dengan jurus pedang tingkat tinggi.
Cahaya kuning keemasan berkelebat dengan bebas di tengah udara hampa.
Serangan itu benar-benar berbahaya. Apalagi dilancarkan dengan tenaga dalam hebat.
Zhang Fei langsung terkejut. Tapi bukan terkejut karena serangan itu. Melainkan karena pedang lawan yang mengeluarkan cahaya kuning keemasan!
Tidak salah lagi, orang yang sedang dia hadapi saat ini bukan lain adalah Pendekar Pedang Emas Gan Li!
Walaupun sampai detik ini dia tidak mau mengakui akan hal tersebut, tapi sekarang Zhang Fei sudah sangat yakin bahwa firasatnya memang tidak salah!
Sekarang, setelah mengetahui dengan pasti siapa lawannya, tiba-tiba amarah di dalam tubuh langsung bangkit pada saat itu juga.
"Aku akan membalaskan kematian lima orang guruku, keparat tua!" teriak Zhang Fei dengan sangat lantang.
Setelah kini dirinya sudah dapat memastikan siapa sebenarnya Wali Kota Lu Hong, maka sekarang dia tidak perlu merasa ragu lagi.
Pedang pusaka itu langsung mengeluarkan cahaya putih keperakan yang menyeruak. Hawa pedang yang dihasilkan dari setiap gerakannya terasa menekan tubuh.
Wali Kota Lu Hong tercekat. Apalagi setelah dia melihat bagaimana kecepatan Zhang Fei pada saat itu.
Trangg!!! Trangg!!!
Buru-buru dia menangkis semua serangan pedang itu. Benturan nyaring yang menciptakan percikan bunga api terlihat saat itu juga.
Dua pendekar pedang bertarung sengit. Baru beberapa saat saja, mereka berdua sudah meningkatkan tenaga dalamnya masing-masing.
Pertarungan tersebut ternyata sampai mencuri perhatian semua orang. Buktinya saja, sekarang puluhan mata terlihat sedang menatap dengan serius.