
Area camping #
Nayla dan kedua sahabatnya asik ngobrol di dalam tenda mereka.
" Mereka berhasil nggak ya ngerjain Tiara ?" tanya Sandra penuh semangat.
" Semoga saja berhasil biar dia kapok ". balas Nayla enteng.
" Biar mampus sekalian !" ujar Nina tak mau kalah.
Ketiganya tertawa puas dengan khayalan jahat mereka tanpa tahu apa yang bakal menimpa mereka nantinya.
Sementara itu di tenda lainnya. . .
" Hesti, Dhilla, kalian ada di dalam nggak?" sebuah suara dari depan tenda membuyarkan semua lamunan Hesti yang sejak tadi memikirkan nasib sahabatnya.
" Iya, bentar ". jawab Hesti membukakan tenda bagian depan. Diikuti oleh Dhilla yang sejak tadi diam saja.
" Ada apa ?" tanyanya saat melihat seorang teman Wisnu yang tadi ikut pergi mencari Tiara.
" Ssst . . . ini rahasia ya jangan sampai orang lain tahu ". bisik cowok itu seraya melirik ke arah lain untuk memastikan keadaan aman.
Hesti mengangguk mengerti.
Cowok itu kemudian menyampaikan apa yang diperintahkan Zian.
Wajah Hesti dan Dhilla seketika berubah cerah mendengar kabar itu. Kalau saja itu bukan berita yang harus dirahasiakan, pasti saat itu juga keduanya sudah berteriak kegirangan saking senangnya.
" Terimakasih ". ucap keduanya saat cowok itu hendak berlalu dari situ.
Kedua gadis itu masuk kembali ke dalam tenda dengan bahagia. Tak henti - hentinya mereka bersyukur karena Yang Kuasa telah mengabulkan doa mereka.
Malam ini keduanya bisa tidur dengan lega.
\*\*\*
Pagi telah tiba.
Membangunkan semua makhluk yang tertidur lelap. Sejuknya angin pagi bertiup menembus pori-pori kulit. Namun cahaya mentari datang bertebaran menghangatkan alam.
Kicauan burung mulai ramai terdengar di pepohonan.
Hari ini semuanya akan kembali pulang dikarenakan adanya insiden semalam.
" Pak, apakah Tiara sudah ditemukan?" tanya seorang siswa dari kelas sebelas. Entah siapa namanya.
Pak Dirman hanya menggeleng lemah.
" Mohon doanya ya biar teman kalian bisa segera ditemukan !" ujar pak Dirman.
" Iya pak !" jawab beberapa siswa.
" Baik anak-anak, bapak beri waktu sejam untuk membereskan semua barang kalian sekaligus membersihkan seluruh tempat ini agar tetap terjaga kebersihannya !"
" Siap pak !" teriak mereka kompak dan bergegas melaksanakan yang diperintahkan oleh pak Dirman.
Setelah selesai membereskan tempat itu, semuanya beristirahat sejenak sambil menunggu bus jemputan datang.
Seluruh siswa yang ikut dikumpulkan dulu di sekolah untuk dicek kembali apakah semua sudah lengkap. Setelah selesai, barulah mereka disuruh pulang ke rumah masing-masing.
Hesti dan Dhilla bergegas menuju ke rumahnya Zian untuk memastikan keadaan Tiara.
Betapa senangnya mereka bisa berkumpul kembali.
Keduanya segera berlari memeluk Tiara yang terlihat masih lemah karena kejadian semalam.
" Syukurlah kamu nggak apa-apa Ra' seneng banget kak Zian bisa menemukan kamu secepatnya ". ucap Hesti dengan mata berkaca-kaca.
" Iya Ra' kami khawatir banget sama kamu ". Dhilla sudah tidak mampu berkata lagi, matanya sudah basah begitu juga dengan Tiara dan Hesti.
Kini ketiganya hanya bisa berpelukan sambil menangis.
Zian yang melintas, buru-buru menjauh dari tempat itu.
" Hem . . . dasar cewek ". gumamnya.
Iapun segera pergi dari rumah menuju ke sebuah kantor yang sangat megah.
Security yang berjaga di depan awalnya melarang Zian masuk. Namun setelah ia menunjukkan kartu namanya, security tersebut buru-buru meminta maaf dan mempersilakan Zian masuk.
\*\*\*\*\*