
Pernikahan pun berlangsung para tamu sudah meninggalkan lokasi satu persatu karena tidak banyak yang datang dan hanya orang yang penting, karena ini permintaan seorang dua pasutri yg baru menjadi ikrar sumpah pernikahan mereka tidak ingin publik maupun rekannya tau kalau diumur yg muda ini harus menikah, Reza pun paham akan diposisi Airin yang masih sekolah.
Karena lelah dan sudah larut malam mereka memutuskan untuk menginap di apartemen milik orangtua Airin yg dekat dengan lokasi resepsi tadi. •terpaksa dua pasutri ini harus sekamar kan, yaelah gapapa kali udah sah wkwk•
tok tok tok
suara dari luar pintu terdengar, Airin segera berdiri dan membukanya.
ceklek..
huh ternyata mami gumam Airin
"boleh mami masuk?." tanya mami yang mulai menetes kan air mata.
"boleh mi, silahkan." ajak Airin ke sofa kamarnya.
"katakan mi." jawab Airin singkat, ia tidak mau larut dalam kesedihannya didepan mami kesayangannya itu.
"dengarkan mami, kamu udah nikah sayang kamu tau kan orang yang menjalani ikrar ini tidak mudah bagi orang muda seperti kamu apalagi kamu masih sekolah." jelas mami sambil membelai rambut coklat Airin.
"kamu harus lebih dewasa nak, jangan kecewakan suamimu apalagi membuatnya tidak puas atas haknya kepadamu, kalu ada masalah dipikir dengan kepala dingin jangan ambil dengan amarah, dan satu lagi kamu harus berbakti kepada suamimu karena ia yg bertanggung jawab atas dirimu." sambung mami panjang lebar bak kereta. ia sangat paham akan anaknya ini yang manja dan suka salah paham.
"iya mi, Airin bakal pegang yang mami ucapkan barusan, jangan nangis lagi ya mi, airin ga mau mami sedih." sahut Airin sambil memeluk mami nya erat. dan perdebatan antara anak dan orang tua pun selesai, sekarang yang dipikirkan Airin hanyalah bagaimana kalu seseorang tidur seranjang dengannya sedangkan ia belum siap. pikiran Airin sekarang kemana mana dan ia pun segera membersihkan diri dan mengumpat dibalik selimut. pintu pun terbuka...
suara taplak sepatu dari seseorang mendekat ke arah ranjang dimana Airin sedang berbaring dan membelakanginya, hati Airin berdegup kencang ada rasa takut dalam dirinya sehingga ia merasa kaku. seseorang mengelus kepalanya dengan hangat, ya orang itu adalah Rezasyah Adiguna yg sekarang menjadi suaminya tak lupa ia mengucapkan 'selamat tidur' ia pun bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri.
hai readres sebelumnya author minta maaf ya novel yg tadinya Love Struggle diganti Sebenarnya Cinta, karena di pikir-pikir ga usah yg terlalu rumit deh cintanya, kan semua orang ga mau juga cintanya rumit awkwkwk.
selamat membaca 🤗