
Mentari pagi mulai menyembul keluar dari hangat peraduannya.
Tiara memulai hari ini seperti biasa. Melangkahkan kakinya menuju ke sekolah.
Rasanya tak sabar menanti hasil ulangan semester kemarin.
Ah, semoga hasilnya masih sebagus nilai-nilai dari sekolah sebelumnya, harapnya dalam hati.
Tiba di dalam kelas
Teman-teman sekelasnya sedang asik dengan kesibukan mereka masing-masing.
Ada yang asik ngobrol, bercanda hingga tertawa terbahak-bahak, ada juga yang hanya duduk memperhatikan teman yang lain.
Hesti dan Dhilla juga terlihat sedang asik ngobrol entah apa topiknya hari ini.
" Hola . . " ujar Tiara memotong pembicaraan mereka.
" Hola juga yang baru nongol ".jawab Hesti dengan tingkah cerianya.
Hesti tuh anaknya memang periang dalam circle persahabatan mereka.
Kehadirannya bikin orang yang lagi bad mood kembali ceria lagi.
Beda dengan Dhilla yang agak pendiam namun punya sifat lembut dan orangnya bijak banget dalam segala hal.
Kalau Tiara nih orangnya pendiam kalau berhadapan dengan orang yang baru dikenal.
Namun gokilnya akan keluar kalau sudah berteman lama dengannya.
Ditambah lagi dengan otaknya yang cerdas. Lumayan sih bisa bantuin teman-temannya yang kesulitan ngerjain tugas, hehehe.
" Oh iya, libur semester nanti kalian pada mau kemana nih?" tanya Hesti sambil memandang Dhilla dan Tiara bergantian.
" Kalau aku rencananya mau liburan ke Jogja bareng keluarga. Orang tua dan keluarga besarnya umi kan orang Jogja, jadi liburan kali ini maunya ke sana dulu deh". jawab Dhilla.
" Em . . aku sih rencananya mau liburan ke Sorong aja bareng kak Nia dan adik-adik sepupu aku. Waktu sebelum ulangan semester, kak Nia udah janji mau ajakin kita liburan tapi syaratnya harus dapat rangking dulu di kelas. Minimal lima besar deh". jawab Tiara penuh harap.
" Yaah padahal aku mau ngajakin kamu ikut aku aja ke Toraja biar aku ada temannya di sana. Soalnya kakak dan adik aku nggak mau ikut katanya bosan ke kampung halaman terus". ujar Hesti dengan raut wajah sedih.
" Maaf Hes . . aku nggak bisa. Walaupun aku mau juga paling nggak diijinkan sama mama".
" Ya ela . . syukuri aja kali' yang penting bisa otw bentar daripada di kota ini terus-menerus kan bosan juga". sahut Dhilla.
" Iya juga sih". Hesti membenarkan ucapan Dhilla pada akhirnya.
"Eh Ra' kamu tahu nggak, tadi waktu aku bareng Dhilla mau masuk ke kelas, kak Ilham dan Nayla lewat bareng, mesra banget pokoknya". ucap Hesti perlahan mengecilkan volume suaranya.
" Biarin aja Hes, memang seharusnya gitu kan? tetap di jalurnya". jawab Tiara tak peduli.
" Bener banget tuh, yang penting sekarang kamu harus bisa move on dari kak Ilham. Memang dia aja cowok yang ganteng di sekolah ini? Masih banyak kok stoknya ". ujar Dhilla sambil tersenyum usil.
" Eh, kalian tahu nggak kak Aswin yang di kelas sebelas? gila, tuh orang ganteng banget coy ".
" Yang mana sih?" tanya Dhilla kepo.
" Yang suka ikut kegiatan Pramuka tuh. Orangnya tinggi, putih . . .
" Bihun dong . . hehehehe". Tiara memotong pembicaraannya Hesti saking gemasnya.
"Hahahaha". Dhilla ikutan tertawa mendengarnya.
" Nggaklah yang ini asli cowok, plus ada tahi lalat di dekat bibirnya kalo nggak salah ". tambah Hesti dengan semangat.
" Jangan-jangan Om Rano Karno lagi". ledek Tiara dengan konyolnya.
*****