
Cahaya matahari yang masuk ke kamar mereka membuatnya terbangun, Airin mulai sadar ia melihat jam dinding menunjukkan pukul 7:40 ia pun melonjak masuk ke kamar mandi, lima menit ia keluar dan berseragam.
"kenapa Abang ga bangunin aku si kan jadi telat, haduuuuh mana belum pilih buku jadwal, gapapa deh yg penting setengah harinya masih bisa ikut pelajaran walau nanti berdiri di depan tiang bendera." dengus Airin kesal. saat ia berlari menuruni tangga tiba tiba ia terjatuh untung ia jatuh ditangga paling bawah hanya lututnya yang lembab dan ia hanya meringis. ia bertahan untuk berlari saat hendak memegang handle pintu tiba-tiba ada suara yg menghentikan langkahnya..
"kenapa kamu ceroboh."ucap Reza mendekat ke Airin. Airin masih memegangi lututnya yg gosong itu, tiba-tiba Reza menggendongnya dan di dudukan ke sofa ruang tamu.
"Abang turuniiiinn aku nanti telat hiks." memukul pundak Reza.
"hari ini libur, bi ambilin kotak (+)." ucap Reza.
"ini hari rabu mana ada libur?." protes Airin.
"khusus kamu libur." sahut Reza.
"ini tuan." bi lina. ia pun kembali ke dapur.
"sini Abang obatin dulu." sambil meluruskan kaki Airin. ia pun hanya menurut. nyesss..nyesss...
"Abang periihhhh hiks." rengek Airin meremas pundak Reza kuat.
"pelan-pelan kok, biar Abang bersihin dulu lukanya, kamu si lari lari gajelas, dikejar apa emang." Reza.
"dikejar waktu lah gara-gara Abang ga bangunin aku, terus pake ngehalangi aku lagi." dengus Airin berwajah sebal.
"huhhhh siapa suruh semalam nungguin Abang." protes Reza tak mau kalah. Airin langsung memalingkan wajahnya ia malu dan teringat kalu semalam ia memeluk Reza.
"yaudah kalu gitu aku ga mau lagi nungguin Abang." ucap Airin hendak berdiri tapi ia meringis karena lututnya yg tertekuk.
"mau kemana sih Airin? diam disini hari ini kamu bolos, Abang akan ajak kamu ke kantor kalu kamu bosan dirumah." bicara Reza sedikit meninggi ia pun melangkah kearah dapur. Airin hanya pasrah jika ia membantah Reza akan terus bicara dan itu membuatnya skak jika berbicara dengannya.
"makan ya Abang suapin." ucap Reza mendekatkan sendok kearah mulut Airin. tapi sendok itu malah ia jauhkan dan akhirnya pun jatuh.
"Airin Abang ga bermaksud bentak kamu tadi Abang hanya emosi maafin Abang ya." maaf Reza.
tapi Airin hanya diam ia tak suka jika ada orang yg membentaknya, ia pun tak pernah dimarahi orangtuanya.
"makan ya Abang suapi, udah jangan ngambek Abang minta maaf." mengelus kepala Airin lembut. dibalas dengan senyuman.
selesai menyuapi istri manjanya itu Reza menelepon rekan bisnisnya
"baik saya tunggu." seseorang dibalik sana.
Reza pun kembali ke sofa.
"Airin, Abang duluan ke kantor ya, nanti kalau kamu mau nyusul biar dianter supir, soalnya Abang buru buru." ucap Reza dan dibalas anggukan oleh Airin.
Reza pun bergegas menuju kantornya.
luka Airin sedikit membaik ia berjalan ke kamarnya dan berbaring ia takut jika dirinya bolos itu akan memengaruhi nilai ujiannya. pikirannya penat ia pun tertidur karena semalam belum terbayar akan kantuknya.
jam menunjukkan pukul 11 siang airin terbangun ia menuju dapur dan menyuruh lina untuk mempersiapkan bekal siang Reza. dan ia diantar pak supir ke lokasi kantor suaminya. beberapa menit pun sampai
"pak anda pulang saja saya disini dan pulang dengan suami saya." ucap Airin yg mau turun.
"baik nona." sahut pak supir.
hai readers jangan lupa like n komen ato (vote) nya, itu menambah semangat saya buat upload cerita belaka saya
jangan lupa jaga kesehatannya sobat😁
selamat membaca 🤗