
Hari ini siswa siswi sekolah menengah atas negeri 1 kembali bersekolah seperti biasa. Tak terkecuali Tiara. Gadis itu berusaha menyembunyikan kejadian kemarin dari semua penghuni di rumahnya. Hingga mereka berpikir ia baik-baik saja. Yah, begitulah sifat Tiara. Ia tidak ingin merepotkan orang lain hanya karena masalah pribadinya. Cukup dia yang merasakan sendiri luka di hatinya.
Bel istirahat memekik lagi . . .
Rumus-rumus matematika tadi lumayan bikin otak mereka lowbat. Butuh asupan nutrisi yang cukup agar fresh kembali.
" Ra, ke kantin yuk dah lama kita nggak barengan lagi". ajak Hesti.
" Iya Ra, mumpung baru istirahat. Pasti yang datang juga belum seberapa". tambah Dhilla sambil memegang tangan Tiara.
" Hem, oke deh. Hari ini traktir aku yang banyak ya". jawab Tiara akhirnya.
" Siap bestie ". ujar Hesti.
Ketiga gadis itupun segera menuju ke kantin sekolah.
Sesampainya di kantin . . .
Hesti mulai memesan bakso kesukaan mereka.
Setelah pesanan siap, ketiganya segera membawa mangkok bergambar ayam jago yang berisi bakso panas dan diberi alas piring kecil di bagian bawahnya.
Di kantin ini, pembeli yang mengambil pesanannya sendiri karena yang melayani pembelian cuma ada mbak Sri seorang.
Sebelum sampai di tempat duduk mereka, tiba-tiba . . .
prang !
mangkok bakso yang tadinya dipegang Tiara dengan sangat hati-hati kini sudah pecah dilantai dihiasi mi bakso yang berhamburan. Kuah panasnya sebagian terkena di kakinya Tiara.
"Aduh . . . "
Gadis itu merintih merasakan kulit kakinya yang tersiram kuah bakso panas tadi.
" Makanya kalau jalan tuh hati-hati !". ujar Sandra ketus yang kini sudah berdiri di dekat Tiara bersama Nina.
Hesti yang sempat melihat kejadian tadi cepat-cepat meletakkan mangkok baksonya di atas meja.
" Woyyy maksud kamu apa hah? bukannya kamu sendiri yang sengaja menyenggol lengan Tiara tadi. Kamu pikir kita buta sampai nggak ngeliat kelakuan kamu tadi?" Bentak Hesti yang kini sudah berdiri di depan Sandra dengan emosi.
" Huh, dasar nenek sihir !" ujar Dhilla sama kesalnya dengan Hesti.
" Kamu nggak apa-apa Ra?" tanya Hesti melihat Tiara yang berusaha menahan rasa perih di kakinya.
" Agak perih, tapi nggak apa-apa". setelah berkata begitu Tiara melanjutkan membersihkan pecahan mangkok dan isinya yang berhamburan di lantai. Kedua sahabatnya pun segera membantunya. Mereka menjadi tontonan murid lain yang mulai berdatangan ke kantin.
Setelah lantai bersih kembali Hesti dan Dhilla terlihat berbicara dengan mbak Sri perihal mangkok bakso yang pecah tadi. Ternyata Mbak Sri tidak mempermasalahkannya karena tahu Tiara tak sengaja melakukannya.
Kemudian Tiara dipapah kedua sahabatnya menuju ke ruang UKS untuk memeriksa kakinya. Di koridor ketiganya berpapasan dengan Ilham.
" Hesti, Tiara kenapa?" tanya Ilham yang segera mendekati ketiganya dengan wajah khawatir.
" Tanya aja sama tunangan kakak. Pasti sekarang ini dia lagi tertawa senang bareng kedua temannya !" jawab Hesti kesal dan terus memapah Tiara berjalan melewati Ilham.
Tiara sendiri tak berkata apapun.
Ilham nampak terkejut dengan jawaban Hesti.
Tak lama kemudian iapun beranjak pergi hendak mencari keberadaan Nayla dan kedua temannya.
Memang benar apa yang dikatakan Hesti tadi. Di dalam kelas terlihat Nayla, Nina dan Sandra yang sedang tertawa lepas saat menceritakan kejadian tadi sewaktu di kantin.
Dengan geram Ilham bergegas mendekati ketiganya.
" Oo jadi itu yang bikin kalian senang?" bentak Ilham sambil menarik tangan Nayla dengan kasar. Sontak ketiganya kaget.
" Aduh sakit Ilham. Kenapa sih datang-datang marah nggak jelas?" balas Nayla.
" Kamu pikir aku nggak tahu apa yang sudah kamu lakuin ke Tiara?" bentak Ilham penuh emosi.
" Dia nggak ada hubungannya dengan kita. kamu tahu sendiri kan aku nggak pernah suka sama kamu? dan itu bukan karena Tiara. Jadi, stop gangguin dia ! ngerti ?!" saking emosinya tangan Ilham sampai terkepal.
" Kalian juga, awas !" ancam Ilham sambil melotot ke arah Nina dan Sandra. Keduanya hanya terdiam tak berani membantah.
Setelah itu Ilham menghempaskan tangan Nayla dengan kasar membuat gadis itu meringis. Tak menunggu lama Ilham keluar dari kelas dengan gusar.
\*\*\*\*\*