
Akhirnya Nia menepati janji kepada adik-adiknya untuk berlibur ke kota sebelah. Tak perlu jauh-jauh untuk menyenangkan hati mereka, yang penting jalan-jalan sudah cukup bagi adik-adiknya yang telah terbiasa hidup apa adanya.
Jangankan keluar kota, ke pasar malam saja mereka sudah senang banget yang mungkin bagi sebagian orang itu hanya hal biasa saja.
Sesuai jadwal, hari ini mereka berangkat dengan menggunakan kapal laut. Tiara, kak Nia, dan Ika, adik sepupunya.
Kapal bersandar di dermaga sekitar pukul delapan malam. Di ruang tunggu pelabuhan, ketiganya bertemu dengan teman kak Nia beserta dua adiknya. Karena tujuan mereka sama, akhirnya mereka ikut bergabung.
Tiara dan rombongan naik ke kapal bersama hujan yang mulai turun. Sejam kemudian kapal mulai bertolak dari dermaga.
Walaupun sempat merasakan mabuk laut, rombongan itu tetap semangat saat kapal yang mereka tumpangi bersandar di kota Sorong di keesokan harinya.
Mata mereka berbinar takjub melihat kota yang berkembang pesat dibandingkan dengan kota tempat tinggal mereka.
Jalanan yang lebar, gedung-gedung perkantoran yang berdiri dengan megahnya dan kendaraan yang berlalu lalang tanpa jeda. Kota yang lumayan sibuk.
Temannya kak Nia pamit karena tempat tinggal mereka berbeda. Namun mereka sempat buat janji bakal jalan bareng.
Tiara dan Ika dibawa kak Nia ke rumah saudara ayahnya. Tiara yang tak tahu apa-apa hanya mengikuti saja kemanapun kak Nia pergi.
" Alhamdulillah, akhirnya bisa rebahan juga". ujar Tiara seraya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur di kamar tempat mereka menumpang.
" Iya nih, capek banget ternyata semalaman di atas kapal". tambah Ika kemudian ikut rebahan di samping Tiara.
Kak Nia tersenyum melihat tingkah kedua adiknya.
" Sekarang kita istirahat dulu,, bentar malam kita jalan-jalan ke tempat tongkrongan anak-anak muda di kota ini".
" Di mana tuh kak?" tanya Ika penasaran.
" Hah? itu nama apaan sih kak?"
" Nama toko. Nah di depannya banyak yang menjual jajanan. Makanya tempat itu jadi favorit anak muda di sini untuk nongkrong. Kalau mau belanja juga tinggal masuk aja ke dalam toko. Udah nanti kalian lihat aja sendiri bentar ya".
" Baiklah . ." jawab Ika akhirnya. Ketiganya pun merebahkan tubuh lelah mereka.
Sorenya ketiganya bangun untuk membantu sang empunya rumah menyelesaikan pekerjaan di dapur sekaligus mempersiapkan diri untuk malam nanti.
Dan akhirnya. . .
Malam pun tiba.
Ketiga gadis itu bergegas menuju ke tempat tujuan mereka dengan naik angkot. Tak henti mereka menatap takjub di samping kanan kiri jalan yang terlewati.
Angkot berhenti di depan sebuah toko yang sudah ramai dengan anak muda di depannya.
Ada juga yang duduk di tugu yang berdiri tepat di depan toko. Di dekat tugu nampak temannya kak Nia bersama kedua adiknya melambai saat melihat kedatangan Tiara, Ika dan kak Nia.
Tiara mengamati keadaan sekeliling. Wah, benar kata kak Nia, di sini memang tempat nongkrongnya anak muda kota Sorong. Ada yang keluar masuk toko, ada yang duduk-duduk doang, ada juga yang lagi makan bakso bareng teman-temannya wah pokoknya rame banget.
" Ra, lihat-lihat ke dalam toko yuk". ajak kak Nia.
" Lihat-lihat doang nggak apa-apa nih?" tanya Tiara agak malu.
" Iya nggak apa-apa, yuk !"
\*\*\*\*\*