Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part. 84 Sisi lain


Rio dan Zian diam-diam mengamati dari jauh keributan itu.


" Rio cewek lo galak banget ya ". goda Zian melihat Hesti yang masih bersitegang dengan Nayla.


hehehe


Rio terkekeh pelan. Keduanya kembali fokus ke arah para gadis itu. Sama halnya dengan Ilham yang hanya bisa diam memperhatikan.


" Hahaha . . . emang bener kan?". ujar Nayla.


" Iya bener banget. Aku adalah orang yang kemarin pacaran dengan tunangan kamu. Tapi tunangan kamu yang deketin aku dan saat itu aku nggak tahu kalau kalian sudah bertunangan. Kamu sendiri ? maksa banget jadi tunangannya walaupun harus gunain segala macam cara licik kamu. Apa itu yang kamu maksud lebih baik dari aku?" balas Tiara dengan ketus.


Semua yang mendengar ucapannya jadi melongo, tak percaya.


Tiara yang selama ini hanya diam saat dibentak, hari ini dengan beraninya balas menggertak Nayla.


Raut wajah Nayla juga sontak berubah kaget.


" Lo . . .


" Iya, kenapa? selama ini aku mengalah, aku diam saja setiap kali dikerjain karena merasa bersalah udah gangguin hubungan kalian. Yah, anggap saja itu penebus kesalahanku. Tapi itu sudah lebih dari cukup. Mulai saat ini berhenti gangguin aku ataupun teman-teman aku, karena aku nggak akan tinggal diam lagi seperti biasa !" ujar Tiara lagi diiringi senyum misteriusnya.


" Lo berani ya ngancam gue !" teriak Nayla mulai mengangkat tangannya untuk menampar Tiara namun dengan cepat ditahan Ilham.


" Cukup Nayla ! Ayo pergi dari sini !" bentak Ilham dengan wajah dingin.


" Tapi . . .


Ilham sudah keburu menarik tangannya dengan kasar. Membawa pergi gadis itu yang tak berhenti mengumpat Tiara.


Siswa lainnya yang tadi menonton keributan itu kemudian membubarkan diri dengan sendirinya.


Pertunjukan berakhir.


Hesti dan Dhilla mengajak Tiara duduk kembali.


Di arah yang berlawanan, nampak Zian memandang takjub tak percaya dengan perubahan pada gadis itu.


Cowok tampan itu gemas banget dengan gadis pujaannya yang tadi menunjukkan sisi lainnya.


" Sepertinya kita mendapat surprise dari Tiara nih ". ucap Rio sengaja menggoda Zian yang sedari tadi tak berhenti menatap gadis mungil itu.


" Hahaha. . . dasar kucing nakal". sahut Zian kemudian berjalan mendekati tempatnya Tiara.


Rio mengikuti dari belakang karena iapun ingin mendekati Hesti.


Tiara menoleh saat merasakan ada seseorang yang mengacak rambutnya dengan lembut.


" Kak . . .


Zian hanya tersenyum dan duduk di sebelahnya.


" Kenapa senyum - senyum sih, ups! jangan bilang kakak dari tadi di sini ya ?" ujar Tiara salah tingkah.


" Iya, lo asik berantem sih jadinya nggak nyadar kalau gue udah dari tadi duduk di pojokan sana ". balas Zian seraya melirik bangku tempatnya duduk tadi.


" Habisnya, tuh cewek nyebelin banget. Merasa diri si paling benar gitu ".


" Iya, lo udah bener kok tapi mulai sekarang kalian bertiga harus berhati-hati. Gue kenal banget dengan sifatnya Nayla. Ia nggak mungkin bakal ngelupain kejadian tadi. Cepat atau lambat dia akan ngelakuin apa aja buat ngebalas kalian ". nasehat Zian panjang lebar karena khawatir dengan Tiara dan kedua sahabatnya.


" Iya kak, makasih". ucap Dhilla.


" Tenang saja, kan ada jagoannya di sini". sahut Tiara sambil melirik ke arah Hesti.


" Wah, gue juga harus hati-hati nih. Takut dilabrak ". tambah Rio yang sengaja menggoda kekasihnya.


Dan tak menunggu lama . . .


" Awww !" pekik Rio tertahan.


\*\*\*\*\*


Cowok tampan itu meringis.