Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
bab 7 ~airin yang manis


Tengah malam Airin terbangun ia tersenyum melihat Reza yg damai dengan tidurnya, ia memandangi wajah tampan itu lama, padahal ia bangun pengen minum eh ternyata mencuri pandangan haha. setelah minum Airin kembali berbaring dan mencoba untuk terpejam tapi apalah ia membuka hp nya dan membalas pesan yg belum di bukanya, lalu ia beranjak dan mengambil bukunya, ia lupa kalu tadi ia ketiduran disaat belajar, pasti dia pindah posisi tidur karena Abang, pikirnya.


ia pun membuka buku pr yg belum dikerjakan tadi tapi nihil semua usay (selesai). kemudian ia menatap suaminya yg tertidur itu dalam hati Airin berkata 'terimakasih'.


ia pun kembali ketempat tidurnya sebelum ia melanjutkan tidur ia memandangi wajah Reza dalam hati ia berkata 'kenapa Abang baik sama aku, perhatian, padahal aku cuek aja, apa Abang udah menerima pernikahan ini, apa dia udah nerima aku sebagai istrinya, pasti Abang malu punya istri yg masih SMA kaya aku, aku janji bang aku bakal jadi istri yg baik buat Abang' ucapnya dari hati, ia pun memilih untuk tidur sambil memeluk Reza dengan melingkarkan tangan kanannya ke perut suaminya.


# PAGI


Reza menggeliat kecil, serasa ada yg memeluknya ia pun langsung membuka mata, betapa terkejutnya ia dipeluk oleh Airin tapi hatinya merasa senang 'kamu manis' batin Reza, ia tersenyum dan mengusap rambut Airin dengan hangat, seperti bayi aja haha.


Hari ini Reza memilih untuk berangkat pada jam yg samaan dengan sekolahnya Airin, ia ingin tau Airin melakukan apa saja dipagi hari.


Reza bergegas mandi setelah ia sudah rapi ia membangunkan Airin.


"Airin bangun, mandi ayo sekolah." Reza menepuk pipi nya pelan. Airin pun bangun dan kaget.


"mandi dulu ya, Abang tunggu dibawah." ucap Reza sambil beranjak keluar. Airin pun mengangguk paham.


setelah Airin sudah siap ia pun bergegas turun untuk sarapan, Reza yg melihat Airin menuruni tangga ia pun sedikit terpukau dengan kecantikan istrinya 'rambut yg lurus dengan kuncir kuda, mata bening, bibir pink, bulu mata yg lentik, idung mancung, emm sedikit seksi' batin Reza.


"Abang,, ihh dipanggil dari tadi ga dijawab." dengus Airin yg duduk berhadapan dengannya. Reza pun kaget ternyata ia melamun akan kecantikan Airin.


"eh.emm iya kenapa?." bimbang Reza.


"tumben Abang belum berangkat?." tanya Airin sambil mengambil lauk pauk untuk Reza.


"sekarang Abang berangkat jam segini." jawab Reza tenang. dibalas anggukan.


makan dengan tenang, menikmati dan jangan lupa bersyukur hehe.


Airin terlebih dulu menghabiskan makanannya, sebelum ia berangkat Airin mengulurkan tangannya, 'mau apa dia?' gumam Reza menatap bingung Airin.


"Abang kok ga mau disalami si, Airin mau berangkat sekolah." ucap Airin pede.


"eh iya." sambil mengulurkan tangannya dan dicium Airin. Reza kaget tidak pernah Airin berbuat seperti ini padanya 'ada apa dia? kemarin cuek dan nurut tapi ini kokkkk... ah sudahlah dia terlihat manis sekarang' batin Reza, ia pun tersenyum sambil gosok-gosok tangan yg dicium Airin tadi.


ia pun berangkat ke kantor....!


# Di kantor


Reza tidak seperti biasanya ia sangat bahagia hari ini, para karyawan pun ikut heran dengan sang direktur yg biasanya dingin, cuek, membuang muka dari karyawannya tapi ini.. malah senyum-senyum gajelas. /batin para karyawan. tiba diruangan yg luas Reza langsung mendudukkan diri dikursi sang raja.


"tuan sakit.?" tanya asisten han.


"bukan begitu tuan, tadi saya lihat tuan senyum-senyum sendiri saya kira anda terkena diabetes." ucapnya sedikit pelan di saat mengatakan diabetes.


"kamu ini, mau saya potong gaji kamu? masih muda gini juga." ucap Reza sambil mulai membuka berkasnya.


"em mohon maaf tuan, maksud saya tidak seperti itu, tidak biasanya tuan tersenyum apalagi didepan para karyawan." jelas apa adanya.


"jangan gusah, aku tidak apa-apa, sekarang kembali." ucap Reza.


"baik." sahut asisten han sedikit membungkuk.


sementara itu disekolah Airin, ia pun tak kalah senyum-senyum sendiri seperti suaminya, ia juga heran dengan dirinya yg tiba-tiba manis didepan suaminya tidak seperti kemarin yg cuek bebek.


"kenapa si kamu Ai kok senyum-senyum sendiri." tanya Ririn bingung melihat Airin yg senyum-senyum sendiri.


"apa jangan-jangan kaaaaamuu diikuti setan?." teriak Sabrina sok serius dengan perkataannya.


"ih mana ada, jaman sekarang masih aja percaya yg namanya tahayul." jawab Airin tak mau kalah.


"bisa jadi Ai, siapa tau rumah kamu yg gede itu banyak setannya.. ihhh serem." sahut ririn sambil menutup mukanya dengan kedua tangan, sok takut.


"enggak, yg ada tuh disekolah ini." jawab Airin ingin mengerjai temannya yg bawel itu.


"beneraaaann?." jawab ririn dengan Sabrina bersamaan.


"dimana? perpus? kantin? apa digudang sekolah ya". balas Sabrina sok tau.


"enggak, ada dikelas ini kok setannya." Airin sedikit tertawa melihat ekspresi temanya yg mudah percaya itu.


"yakin kamu beneran Ai?." Sabrina mulai takut dan merinding begitupun dengan ririn.


"nihhh." jawab Airin sambil menuding temannya dan ia lari keluar kelas.


"AIIIRIIIIINN AWAS KAMU." teriak mereka berdua karena terlalu percaya dengan ucapan Airin.


haha emang gitu temen suka bikin usel, gimana kalian kangen ga sama teman-teman kalian yg suka bikin onar? (ya pasti).


semoga cepat mereda dan hempas dari bumi ini (covid 19) biar bisa main-main sama temen hehe.😂


jangan lupa jaga kesehatan sobat 😘


selamat membaca🤗