
# Rumah Reza
"uhhhh penat." dengusnya. Airin merebahkan dirinya ke ranjang dan membuang tasnya sembarangan.
tok tok tok
"masuk bi.." ucap Airin tanpa menoleh ke arah yg bersuara.
tok tok tok
"masuk aja, ga dikunci kok." teriak Airin yg masih menutup mata dengan kedua tangannya.
tok tok tok
'pelayan sialan, dibilang masuk aja masih getok getok pintu' batin Airin, ia pun bangkit karena merasa kesal Airin pun menyiapkan tenaganya untuk memarahi pembantu dirumahnya. ia pun membuka pintu dan hampir ia memaki orang yg ada didepannya.
"kammm.... eh.emmm Abang udah pulang." tanya Airin dengan emosi yg mereda. yakan suaminya udah pulang haha.
"iya." singkat Reza. Reza pun masuk dan duduk di sofa melepas sepatu, Airin berdiri di depannya. memang Reza pulang sore hari karena ada sosok yg suka ia jahili.
'huh untung tadi ga jadi marah' batin Airin
"marahin siapa tadi.?" Reza mulai mengerjai istrinya.
"s-siapa yg marah." wajah Airin sok ga tau.
Reza pun berdiri mendekati Airin, 'mau apa dia?' batin Airin. Reza mendekatkan wajahnya ke telinga Airin dan berbisik 'kalu kamu mau marah sama Abang itu ga masalah, asal kamu ga bikin Abang marah' bisik Reza lalu menatap Airin yg termangu, Airin hanya melongo ia bergidik geli dengan hembusan nafas Reza.
15 menit Reza keluar ia melihat istrinya yg duduk di sofa dengan tangan menampung dagu, ia pun duduk disebelah Airin, Airin pun sontak terkejut dengan kedatangan suaminya.
"kenapa? kalu mau beli apapun bilang aja." ucap Reza yg masih menatapnya.
"engga bang, yaudah ayok turun kita makan." sahut Airin sambil berdiri. mereka pun turun bersama dan sesekali bicara permasalahan kecil.
pukul 8 malam Airin memutuskan untuk menonton film kesukaannya sementara itu Reza ada diruang kerjanya sehabis makan tadi karena pulangnya sore. Airin tergelak tawa dengan sinetron kesukaannya tapi di sela sela tawanya TV itu malah mati, membuatnya ingin marah.
"siapa si yg berani matiin tv nya.." teriak Airin, saat ia menoleh ke belakang disitu ada sosok Reza yg sedang menatapnya.
"eh Abang, em tv nya mati mungkin butuh di renovasi.!!." ucap Airin dengan polosnya.
"ga ada renovasi sekarang masuk kamar belajar." sahut Reza tenang, ia merasa Airin tidak memperdulikan lagi dengan pelajarannya dan itu membuat Reza tidak menyukainya.
"iya bang." jawab Airin tertunduk dan berjalan menaiki tangga. 'tadi Abang marah ato gimana ya' batin Airin disela menuju kamarnya. ia pun memilih buku yg terdapat pr-pr nya ternyata memang banyak pr, hampir saja dia lupa kalu iya mah siap dapat hukuman.
5 menit 10 menit 20 menit 30 menit sudah setengah jam Airin belum juga selesai ia pun merasa lelah belum sore tadi dia tidur karena ia diajak mengenali rumah Reza, ada berbagai kebun, taman dan berbagai ruangan. tak terasa buku yg tadinya ia tatap malah sebaliknya buku itu menatapnya. emang punya mata tuh buku haha
tepat pukul jam 10 malam Reza kembali ke kamar ia mendapati Airin yg tidur tengkurap dengan menindih buku yg tadi di kerjanya, Reza hanya geleng-geleng kepala melihat gadis yg tidur itu, terlihat imut pikirnya.
ia pun mengambil buku itu dengan pelan dan ditaruh di tempat tidurnya dan membalikkan tubuh Airin dengan perlahan dan hati-hati setelah itu ia membungkus dengan selimut, ia pun beranjak ke kamar mandi dan membersihkan wajah setelah itu ia mengambil buku yg tadi ada di tempat tidurnya dan mengerjakan sebagian pr yg belum dikerjakan Airin tadi. beberapa menit selesai, mudah baginya mengerjakan tugas seperti ini ya karena ia direktur yg hebat dan cerdas, ia pun menaruh buku itu dimeja sampai ranjangnya dan kemudian mengambil selimut dan berbaring, tak lupa juga ia mengucapkan 'selamat tidur' dan mengusap kepala Airin dengan hangat kemudian ia pun ikut terpejam.
selamat tidur🤗