Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 45. Curhat


" Jadi gimana hubungan kamu dengan Tiara ?" tanya Hendra yang mulai tak sabaran.


" Itulah yang bikin aku tambah pusing bro. Tiara minta break sementara ".


" Why?"


" Alasannya sih karena mau fokus belajar dulu soalnya bentar lagi ulangan semester. Tapi kalo menurutku, dia cuma pengen menghindar aja. Kemarin itu kayaknya dia sedih banget deh pas aku cuekin".


" Hah? kok bisa ?" mulut Hendra sampe terbuka lebar mendengarnya.


" Kemarin kan hujan tuh, rencananya aku mau jemput tiara. Tapi pas aku udah mau jalan tiba-tiba ditelpon mamanya Nayla. Minta aku buat jemput Nayla karena sopir pribadinya lagi pulang kampung. Batal dong jemput tiara. Nah, pas nyampe di depan sekolah eh, ternyata udah ada Tiara di situ. Kasian banget do'i udah kehujanan. Padahal pengen banget deketin dia tapi Nayla sengaja gandeng tangan aku trus lanjut deh ke kelas ". jelas Ilham panjang lebar dengan wajah sayu.


Seorang pelayan cafe datang mengantarkan minuman mereka. Meletakkan minuman seraya melemparkan senyum untuk kedua pemuda tampan itu. Namun keduanya tak mempedulikannya. Setelah itu pelayan tadi bergegas pergi ke belakang.


" Ya jelaslah dia sakit hati". sahut Hendra kemudian menyesap minumannya.


" Aku tahu, tapi gimana ya posisiku saat ini emang sulit banget. Kamu udah tahu kan masalah keluarga ku sekarang ini ?Menurut kamu gimana bro ?"


Hendra terdiam seolah sedang memikirkan sesuatu.


" Sebenarnya Tiara ada benarnya juga sih". ujar Hendra kemudian.


" Dan mungkin lebih baik kalian putus aja". tambahnya dengan entengnya.


Ilham mendelik kesal.


" Sabar bro dengerin dulu. Gini yaa, emang bener hubungan kalian atas dasar cinta tapi posisi Tiara di sini yang ibaratnya nggak enakan. Wajar dong kalo dia merasa nggak nyaman dengan hubungan ini karena biar gimanapun dia akan selalu merasa kalo dialah yang mengganggu pertunangan lo dan Nayla apapun alasannya.


" Nanti aku pikirkan lagi ".


" Semakin cepat semakin baik bro. Biar nggak nyakitin banyak orang".


" Nanti aku usahakan".


" Ya udah terserah lo aja ".


Keduanya terdiam sejenak. Sesekali menyesap minuman mereka sembari melayangkan pandangan ke sekeliling tempat mereka.


" Lo percaya takdir nggak?" tanya Hendra tiba-tiba.


" Entahlah, karena menurutku semua yang ada dan yang terjadi di dunia ini pasti ada alasannya". jawab Ilham dengan yakin.


" Gue percaya dengan adanya takdir. Percaya deh sama gue, sekeras apapun lo maksain Tiara untuk dekat dengan lo tapi kalau dia nggak ditakdirkan jadi pasangan hidup lo tetap aja suatu saat nanti kalian bakal pisah juga.


Begitu juga sebaliknya, walaupun sejauh apa jarak antara kalian berdua, kalau dia di takdir kan jadi pasangan elo, ya tetap aja kalian bakal nyatu lagi. Pegang deh ucapan gue ". ujar Hendra dengan yakin.


Sebenarnya dalam hati Ilham mendadak kagum dengan pemikiran sahabatnya itu. Ia tak menyangka Hendra sebijak itu.


" Oke bro,, sarannya diterima tapi . . nanti lihat lagi deh gimana nantinya". ucap Ilham yang seolah masih tak rela kalau harus menjauh dari Tiara.


" Keputusannya ada di tangan lo, sebagai teman gue hanya bisa ngasih saran doang". ucap Hendra.


\*\*\*\*\*