
Airin langsung menarik tangan Reza masuk ke dalam dan mengunci pintu itu, memang ia tidak tau Tiara itu siapa tapi yg ia rasa pernah ada hubungan dengan Reza.
kembali duduk di sofa...
Reza menatap Airin yg bermuka kusut plus ngambek. pasti masalah tadi. pikirnya
"Airin maaf tadi dia ga bermaksud gang." ucapan Reza terpotong oleh suara Airin.
"udah deh bang ga perlu dibahas." Airin beranjak ke kamar.
Reza mendengus kesal dan mengusap wajahnya kasar.
"aaaaarrghhhh." teriak Reza.
'kenapa dia kembali? berani sekali dia menunjukkan topeng wajahnya, ini ga bisa dibiarin' batin Reza menahan sakit.
menelepon seseorang...
"baik bos." ucap seorang diseberang sana.
lalu ia menusul Airin, padahal tadi hubungan mereka sudah membaik tapi kini malah tambah rumit.
Reza tidak melihat Airin berbaring tapi ia mendengar percikan air di kamar mandi berarti Airin ada didalam sana, ia duduk dengan semendeh di ranjangnya.
Airin keluar tapi wajahnya menunduk.
"Airin, Abang ambilin minum dong." basa basi Reza yg memainkan hp nya. padahal disebelahnya kan tinggal ambil.
Airin pun mengambilkan air minum itu, saat ia menyodorkan air minumnya tangannya sengaja dipegang oleh Reza.
"Airin dengerin Abang." ucap Reza serius menatap gadisnya.
"lepas bang aku mau tidur." berontak Airin, tapi malah tambah kuat genggaman itu.
"Airin kamu jangan kaya gini dong, harusnya kalo ada masalah kita selesain sama2, tadi udah senyum sekarang gini lagi." menaruh gelas tadi tapi masih menggenggam tangan Airin.
Airin hanya menunduk..
"jelasin kalo gitu, siapa wanita tadi?." tanya Airin.
"dia masa lalu Abang yg sudah kelam, jangan mudah percaya dengan ular berbisa itu, ingat!! jangan percaya satu pun kata yang diucapkan dia, sekarang Abang fokus ke kamu, kamu tanggung jawab Abang, dan apa nasihat mami diawal nikah kita?." tanya Reza dengan wajah mengasihi.
"kalo ada masalah jangan diambil dengan amarah." ucap Airin menunduk.
"tepat, anak pintar." memeluk dan mengusap kepalanya dengan lembut.
"maafin Abang belum bisa cerita ke kamu karena ini bukan waktu yg tepat." di angguki Airin.
tepat tengah malam hp Reza bergetar menandakan ada telepon dan itu dari asisten Han yg 24 jam setia kepada Reza untuk melakukan apapun.
"sudah dapat informasi nya?. tanya Reza.
"sudah bos, masalah kedatangan Nyonya Tiara ini karena sekarang bisnis orangtuanya bangkrut dan ia mengambil kesempatan ini untuk kembali rujuk dengan Anda, mungkin ingin menguras harta anda." penjelasan AsHan nama asisten Han.
"oke, itu sudah pasti, kini kita tinggal menunggu permainannya." Reza tersenyum kecut.
"baik bos." AsHan
ia pun kembali berbaring dan kini ia memeluk Airin yg membelakanginya.
'selama aku ada di dekatmu, kamu akan baik-baik saja Airin, dan kamu ga boleh tau tentang masalah ini' batin Reza sambil mengusap dan mencium pucuk kepala Airin.
ia pun tertidur kembali..
Pagi..
Airin menggeliat kecil, karena ia merasa tubuhnya yg susah bergerak ia pun membuka matanya betapa terkejutnya ia di tindih dengan badan Reza yg berisi dan kuat apalagi tubuh Airin yg kecil.
"Abang banguuuunnn, Airin ga bisa napas nih huhhh huhhhh huhhh." rengek Airin meminta dilepas.
"nanti aja Abang pengen peluk kamu." ucap Reza dengan mata terpejam.
tanpa pikir panjang Airin langsung menggigit tangan Reza cukup keras, membuat Reza sontak kaget dan merasa perih di tangannya.
"kecil-kecil giginya kaya drakula." sambil mengusap tangannya yg merah itu.
"makanya kalo tidur itu jangan suka peluk-peluk." ucap Airin yg merapikan kasurnya.
"kenapa? emang salah peluk istri sendiri, kalo yg aku peluk istri orang gimana?." berwajah sok polos.
Airin yg dibuat kesal dengan perkataan Reza pun mengepalkan tangannya dan melotot kearah Reza yg senyum genit.
"dasar buaya darat." lalu meninggalkan Reza yg masih duduk di kasur.
Reza pun tertawa terbahak-bahak, ia suka sekali mengejek gadisnya apalagi membuatnya kesal.
Airin dan Reza sudah bersiap untuk pergi ke bidang masing-masing. Reza yg dijemput asisten Han Airin yg diantar supir pribadinya.
*jangan lupa like n komen 👍
selamat membaca🤗*