Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 77. Terpesona


" Yok makan !" ujar Zian seraya bangkit berdiri.


Melihat Tiara yang ogah-ogahan iapun segera mendekati gadis itu dan menarik tangannya dengan lembut seolah takut melukainya.


" Makan dulu baru boleh pulang!" ujar cowok tampan itu lagi.


" Oke bawel !" jawab Tiara gemas dengan tingkah Zian yang suka maksa.


Keduanya duduk berhadapan dan mulai menyantap hidangan lezat yang terhidang di meja makan.


Setelah selesai makan, bibi Ratih segera membersihkan meja makan kembali.


Zian dan Tiara duduk bersantai di ruang tengah sambil menonton televisi.


" Ra' ceritain dong kegiatan lo di rumah". Zian terlihat mulai bosan dengan tontonan berita di televisi. Beritanya korupsi melulu sih bikin dongkol saja dengernya.


" Nggak ada yang istimewa kak".


" Ya, mungkin menurut lo gitu tapi gue pengen banget tahu keseharian lo kayak gimana".


" Janji nih nggak mual?".


" Ngapain mual? gue malah ingin tahu seperti apa hidup lo selama ini ".


" Oke".


Dan akhirnya Tiara mulai bercerita tentang kehidupan yang dijalaninya selama ini. Zian mendengarkan dengan serius. Seolah menyaksikan sendiri cerita itu.


" Jadi, kenapa kamu masih mau dekat dengan rakyat jelata seperti aku?" tanya Tiara setelah selesai menceritakan kehidupan yang dijalaninya selama ini.


Zian menoleh tak suka dengan pertanyaan itu.


" Siapa yang bilang lo gitu Ra? lo pikir, hidup gue cuma ada enaknya doang? nggak Ra, justru gue nggak ada bedanya dengan lo. Bayangin dari kecil, gue diurusin sama bibi Ratih sampai segede ini. Lo mah enak, masih ada mama yang sayang banget sama lo. Lah gue? dua-duanya nggak ada yang peduli. Semua sibuk ngurusin bisnis sampai anak sendiri pun dibiarin gitu aja". keluh Zian panjang lebar.


" Untung aja gue nggak ikutan sama anak-anak kaya lainnya, yang melampiaskan kekesalannya dengan hal-hal yang negatif".


" Iya, untuk itu aku ngasih jempol dobel sama kak Zian ". Tiara menunjukkan kedua jempolnya sambil tersenyum.


" Ah biasa aja. Emang dari sananya gue nggak suka ngumpul - ngumpul apalagi sampai party segala. Lebih suka di rumah sih. Lebih tenang aja ".


" Nice ".


" Udah deh stop muji-muji gue, entar gue ganti nama nih jadi mujiono aja, hahahaha ".


" Ya udah, eh kak aku pulang ya takut kesorean".


" Besok ke sini lagi nggak?"


" Nggak ah, nggak bagus ke tempat cowok terus". tolak Tiara.


" Ya udah, besok kita nikah aja ya biar bareng terus".


" Hah? dasar gila ! orang masih sekolah juga, mau nikahin aja !" gadis itu membulatkan matanya dan mengepalkan tinju di depan Zian.


" Hahahaha . . ."


" Nggak ah, aku masih mau sekolah ".


" Yaa . . . nggak seru ah". Zian memasang wajah termiris miliknya. Hehehehe lebay man.


Tiara beranjak keluar dari rumah.


" Tunggu Ra, gue anterin. Kan gue yang bawa lo ke sini".


" Oke".


" Naik motor aja ya?"


Tiara hanya mengangguk mengiyakan permintaan cowok di depannya.


Melihat Zian di atas motor Honda CBRnya bikin hati Tiara klepek-klepek nggak karuan.


Zian bagaikan aktor film laga Hollywood yang vibesnya bikin mata cewek yang memandangnya takkan sanggup memalingkan wajahnya.


Sungguh, ciptaan Tuhan yang luar biasa.


" Sadar Tiara, sadar ". gumamnya lirih sambil menjitak dahinya sendiri.


" Woy, cepetan naik ! ngelamun aja kerjanya".


Tiara duduk di belakangnya seraya menggerutu kesal. Di depannya Zian hanya tersenyum senang melihatnya.


\*\*\*\*\*