
Hesti dan Dhilla menunggu Tiara dengan cemas. Keduanya mondar-mandir di depan kelas sambil sesekali melihat ke arah pintu ruang guru.
Beberapa saat kemudian Tiara keluar dari ruang guru bersama dengan Nino dan Dewi.
Dari jauh terlihat sikap keduanya sudah tak seperti tadi terhadap Tiara. Bahkan keduanya meminta maaf kepada Tiara.
" Ra !" Hesti dan Dhilla yang melihatnya keluar bergegas mendekatinya.
" Gimana Ra ?" tanya Dhilla tak sabar.
" Pelakunya udah ketemu. Tadi dia sendiri yang datang ke ruang guru dan mengakui semua perbuatannya ". jelas Tiara membuat kedua sahabatnya bernapas lega.
" Alhamdulillah".ucap Dhilla sambil memeluk Tiara.
" Syukurlah kalo gitu".
" Kok bisa ya dia menjebak kamu ? kamu kenal orangnya nggak ?" cecar Hesti.
" Nggak".
" Udah biarin aja yang penting udah terbukti kan bukan Ara pelakunya".
Tiara mengangguk lemah.
" Yok kita ke kelas dulu". ajak Hesti sambil memegang tangan Tiara dan Dhilla. Ketiga gadis itupun berjalan menuju ke kelas mereka.
Dari atas sana Zian tersenyum senang melihat Tiara terbebas dari tuduhan itu.
Sekilas dilihatnya Nayla yang mengepalkan tangannya saat melihat Tiara lolos dari jebakannya.
" Gadis bodoh ! ". umpat Zian sambil berlalu dari tempat itu.
Awas kamu Tiara. Gue nggak akan berhenti sampai di sini ! janji Nayla dalam hati.
\*\*\*\*\*
Flashback Senin.
Sepulang dari sekolah, Nayla menyuruh sopirnya mengantarnya ke minimarket dulu untuk membeli beberapa barang keperluannya. Setelah selesai barulah ia pulang ke rumahnya. Namun saat di perjalanan tak sengaja ia melihat adegan yang bikin emosinya memuncak seketika.
Di depan sana Ilham dan Tiara sedang berpelukan di tepi jalan.
Tak cuma itu, Ilham kemudian membonceng gadis itu dan membawanya ke tepi pantai di pinggiran kota.
Semua yang mereka lakukan masih terekam jelas dalam ingatannya Nayla yang diam-diam membuntuti mereka. Nayla sangat murka. Dalam perjalanan pulang, Nayla berusaha keras mencari cara untuk membalas Tiara. Sempat terpikir untuk menghubungi kedua temannya, namun ia urungkan saat melihat salah seorang murid di kelasnya yang sedang berdiri kebingungan dengan wajah memelas di pinggiran jalan.
Tiba-tiba saja sebuah ide terlintas di benaknya.
Iapun bergegas turun dari mobil setelah sebelumnya memakai Hoodie yang ada di dalam mobilnya. Tak lupa masker dan kacamata hitamnya agar tak mudah dikenali wajahnya.
Lalu ia dan adik kelasnya terlibat obrolan serius. Adik kelasnya menceritakan keadaan ibunya kepada Nayla yang berpura-pura merasa simpati dengannya. Sayangnya Nayla malah memanfaatkannya sebagai syarat untuk membantu ibunya untuk berobat.
Karena sangat sayang dengan kondisi ibunya, adik kelasnya itu pun menyanggupinya tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Asalkan ibunya segera di bawa ke rumah sakit.
Nayla tidak mengingkari janjinya. Tak berapa lama ia kemudian memesan kendaraan untuk mengantar ibu dari adik kelasnya itu menuju ke rumah sakit sekaligus membayar biaya perawatannya selama di sana.
Adik kelasnya sangat berterima kasih dengan semua bantuan Nayla, hingga ia berjanji akan melakukan apa yang diminta Nayla.
Maka keesokan harinya, terjadilah drama pencurian dompet itu. Nayla ingin Tiara dipermalukan di sekolah hingga akhirnya memilih pindah ke sekolah lain. Namun sayangnya Zian berhasil menggagalkan rencana busuknya.
\*\*\*\*\*