Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Bab 176_Aku Akan Melayanimu


Pagi harinya. Yuna terbangun dan sudah tidak ada Leo disampingnya. Selalu saja begitu, Leo selalu lebih dulu bangun darinya. Dia kekamar mandi sebentar, kemudian keluar dari kamarnya. Dia menuju ruang belajar yang berada di lantai tiga, tangannya membuka pintu dengan pelan. Namun, tak ada Leo di dalam, kemudian dia turun kelantai dua, ia menuju dapur dan benar saja... ada Tuan suami yang sedang sibuk disana. Yuna memperhatikannya dengan seuntai senyum di bibirnya. Tuan suami yang terlihat begitu tampan saat memakai celemek. Tiga menit kemudian, ia melangkah untuk mendekatinya, ia memeluk Leo dari belakang, kedua tangannya melingkar sempurna di pinggang Leo, ia menyandarkan kepalanya di punggung Tuan suami.


Mendapat pelukan hangat, tangan Leo segera berhenti dari segala aktifitasnya.


"Kau sudah bangun?" ujarnya. Yuna mengangguk. Kemudian, Leo melepaskan tangan Yuna dan berbalik untuk menatapnya. Bibirnya mendekat dan mencium kening Yuna lalu membungkuk untuk mencium perut Yuna. "Selamat pagi sayang," ucapnya penuh kasih.


"Kenapa kau yang masak?" tanya Yuna. Ia mengusap rambut Leo.


"Duduklah jangan banyak protes," jawab Leo lalu membawa Yuna ketempat duduk.


"Kau masak apa? Biar ku bantu," Yuna antusias. Dia sudah lama tidak pernah masak, mungkin dia bahkan sudah lupa takaran secukupnya ukuran garam.


Leo tersenyum dan mengusap pipinya, "Kau duduk saja, aku akan melayani mu," ucap Leo.


Yuna tersenyum dan mengangguk patuh, "Baik," dia menyetujui. Kemudian, Leo kembali pada sesuatu yang sedang diraciknya.


Tiga detik.


"Tuan pelayan...," Yuna memanggilnya dengan jahil. Leo segera menghentikan tangannya, dia memiliki firasat buruk untuk panggilan ini. Ia menoleh dengan senyum.


"Iya Nyonya," ucapnya.


"Aku mau minum, apa kau bisa mengambilnya untuk ku?"


"Baik," Leo menurut dan segera mengambil gelas. Ia mengisinya hingga penuh.


"Aku tidak mau menggunakan gelas itu, itu terlalu besar. Bisa ganti dengan yang lebih kecil dari itu?"


"Baik," Leo menyingkirkan gelas itu, kemudian mengambil gelas yang lebih kecil. Dia mengisinya dengan air hangat. Tak ada komplen lagi, setelah mengisinya penuh, ia memberikannya pada Yuna. Tangan Yuna mengulur untuk menerimanya.


"Aaaa... ini terlalu panas, seharusnya kau menambah sedikit air dingin kedalamnya," Nyonya mengajukan komplennya lagi. Leo memejamkan matanya sebentar menahan kesal karena kejahilan Nyonya. Namun, dia sudah bilang bahwa dia akan melayani Nyonya hari ini, jadi dia tidak boleh ingkar.


Dengan patuh akhirnya dia bilang, "Baik," kemudian dia mengambil gelas yang sama dan mengisi air yang sesuai apa yang Yuna inginkan. Kemudian, dia memberikannya pada Yuna, ia berharap tidak akan ada komplenan lagi. Benar... Yuna menerimanya dan langsung menyesapnya.


"Ummm...," Hanya itu yang terdengar dari Yuna saat ini, ia tidak mampu untuk menghindar, ia tidak mampu untuk berbicara. Leo semakin menguasainya. Awalnya... Leo hanya ingin membuatnya diam, dia hanya ingin menghukum Yuna karena mengerjainya tapi yang terjadi saat ini adalah jantungnya berdebar, titik-titik ditubuhnya memberikan sinyal, aliran darahnya menjadi panas, suhu tubuhnya meningkat.


Tangannya yang satu menarik pelan pinggang Yuna agar lebih dekat dengannya, hingga tidak ada celah sedikitpun.


Yuna memejamkan matanya, tangannya tidak lagi berusaha menahan Leo, justru tangannya menggenggam erat pinggang Leo. Nafasnya mulai memburu.


"Duduk dan diamlah," ucap Leo menyudahi ciumannya. Yuna langsung membuka matanya. Ia menatap Leo dengan tajam. 'Sial...,' umpatnya dalam hati. Padahal dia berharap akan terjadi sesuatu hahaaa... kena dia.


Leo kembali sibuk dengan apa yang diraciknya. Ia mencoba menahan sesuatu yang bergejolak dalam dadanya, ia mencoba melawan sesuatu yang memberontak dalam jiwanya. Dan pada akhirnya... dia membalik badan dan langsung menggendong Yuna untuk naik kelantai empat. Di kamar mereka. Pagi hari yang panas.


***@***


_______


Cp.


Lagi rame banget tentang Plagiat.


Plagiat adalah ngambil karya milik orang lain.


Meskipun Karya Thor biasa-biasa aja, teramat sangat biasa-biasa saja, semoga aman dari para Plagiat.


Plagiator nggak pernah tahu rasanya begadang demi mendapatkan sebuah cerita yang indah.


Dia asal ngambil gitu aja dan dianggap WAAwWw sebagai karyanya dia. Kan jahatπŸ₯ΊπŸ₯Ί


Haduuhh sorry malah curcor. πŸ™πŸ™πŸ™


Abaikan Dear πŸ₯°πŸ˜ Tengkyu 😘