Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
bab 11 ~perhatian


Sementara itu..


"masa sih Airin sakit gigi, padahal dia kan ga pernah makan coklat atau yg manis." gumam Sabrina. di saut anggukan oleh Ririn.


disela-sela mereka ngobrol ada dika datang..


"oy dimana Airin?." tanya dika.


"ga berangkat lagi sakit gigi." jawab Ririn.


"ohhh yaudah yuk sayang kita ke kantin." ajak dika mengedipkan sebelah matanya.


"iddihhhh, awaaaaass buayaaa." teriak Sabrina dan Ririn bersamaan.


"mana buaya mana?." dika gelagapan.


"hahaha ga sadar dia na, padahal dia buaya daratnya." ketawa Ririn disambung oleh Sabrina.


dika berwajah sok sebel, Ririn dan Sabrina tertawa kecil melihat ekspresi dika.


sambung dikantor Reza.


Reza sudah makan siang yg dibawakan gadisnya tadi sementara itu Airin beristirahat di kamar yg terdapat diruangan Reza, besar ruangannya.


Reza masih fokus dengan pekerjaan yg menumpuk itu, mungkin pulangnya telat lagi malam ini. pikirnya.


sore...


Airin menghampiri Reza yg masih sibuk.


"Abang kapan pulang?." rengek Airin yg mulai bosan.


"pekerjaan Abang masih banyak kamu pulang dulu gih." ucap Reza.


"ga mau, aku maunya pulang sama Abang." tolak airin.


"yaudah tunggu dulu biar Abang selesaiin dulu." ucap Reza.


sebenarnya ia tak tega dengan Airin yg dari tadi meminta pulang tapi mengenai pekerjaan yg membuatnya harus selesai malam ini ia tidak bisa meninggalkannya. ia seorang direktur yg harus mempunyai tanggung jawab yang besar.


tadinya Airin yg mondar-mandir entah bermainlah, tertawa sendiri, yg tiba-tiba nangis dsb. kini ia tertidur pulas disofa ruangan itu. walau Reza terusik oleh Airin yg tadi membuatnya sedikit jengkel, tapi ia cukup sabar. tak terasa jam 10 malam Reza selesai dan mengemasi dokumennya, asisten han disuruh untuk pulang dulu tadi.


"kamu cantik Airin." ucap Reza menatap wajah Airin dekat, ia hendak mencium kening gadisnya tapi tiba-tiba....


"eemmmhh." Airin menggeliat dan tersadar.


bangun lalu duduk


"eh Abang, udah selesai?." tanya Airin mengucek matanya.


"gendong bang." rengek Airin meminta gendong bak anak kecil minta ke papanya.


Reza mendengus pelan ia harus sabar menghadapi gadisnya yg sangatlah manja ini.


"sedia tuan putri." Reza membungkuk dan Airin diatasnya lalu mengalungkan tangannya ke leher Reza.


menuju lift Airin tertidur kembali Reza tau itu


'dia tidak berat, tubuhnya saja yg kecil imut' batin Reza.


sampai dibawah, disana sudah ada supir Reza yg tadi diteleponnya, ia mendudukkan Airin dengan hati-hati. ia berputar dan masuk mobil.


Reza memperhatikan Airin yg sedang tidur, di rasa tidur Airin kurang enak, ia menaruh kepala Airin pelan di paha nya. dan mengelus nya...


beberapa menit sampai, Reza kembali menggendong gadisnya menuju kamar. ia meletakkan tubuh gadisnya pelan. lalu ia membersihkan diri dan berbaring, ia menatap Airin....


'dia belum makan karena ku, maafkan aku Airin yg kurang memperhatikanmu' batin Reza, lalu ia mencium kening Airin lama.


kemudian turun ke bibir sekejap.


Reza siap menuju alam mimpi.


pagi hari, Airin terlebih bangun ia tersenyum melihat wajah tampan suaminya lalu ia bergegas membersihkan diri dan berseragam. ia sengaja tidak membangunkan Reza karena ia tau suaminya lelah dan semalam malah ia minta gendong. sungguh memalukan. pikirnya


ia turun kebawah dan sudah duduk dimeja makan, selesai makan ia tak lupa memperingatkan ke bi lina.


"bi kalo Abang udah bangun jangan lupa nanti bekal yg udah aku siapin dikasih ke Abang ya." ucap Airin hendak berangkat. tapi ia berhenti disaat ada suara asal atas.


"terimakasih sayang." ucap Reza yg menuruni tangga.


Airin tersipu malu apalagi disana masih ada bi lina yg mengemasi makanan Airin tadi. bi lina tersenyum mendengar tuanya yg begitu romantis memanggil istrinya sayang.


Airin pun melangkah ke Reza, lalu ia menyalami Reza, kemudian Reza mencium kening Airin dan mengusap kepalanya. Airin termangu ia merasakan listrik yg menyengat.


"hati-hati, belajar yg giat kalo kamu dapat ranking diujian mu Abang bakal kasih kamu hadiah." ucap Reza masih mengelus kepala Airin, dibalas dengan senyuman.


"sana gih berangkat, nanti terlambat lagi." ucap Reza.


"yaudah Airin pergi dulu, daaaaahh Abang." sahut Airin sambil melambaikan tangannya.


Airin merasa bahagia ia diperlakukan Reza dengan kasih sayang dan baik.


jangan lupa vote like n komennya πŸ‘


selamat membaca πŸ€—