Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Bab 297_Hadiah


Mama beranjak, beliau mengingat sesuatu. Kemudian tak lama beliau kembali bergabung.


Mama duduk di samping Yuna. Dipangkuannya ada sebuah kotak perhiasan berwarna biru laut berpaduan dengan kerlip berlian yang mengitari kotak. Kotak perhiasan ini dibuat dengan lapisan berlian putih dan kuning.


Leo mengambil Baby Arai dari Yuna lalu memangkunya. Mama dengan senyum memberikan kotak perhiasan itu pada Yuna.


"Ini untuk mu Nak," ucap beliau penuh kasih. Yuna menerimanya. Namun tidak membukanya, dia tahu dalam kotak indah ini pastilah sesuatu yang berharga. Sesungguhnya dia merasa tidak pantas untuk mendapatkan ini.


"Ma," Yuna menatap mertuanya.


"Ini hadiah dari Mama dan Papa untuk mu. Terima kasih atas perjuangan mu untuk kelahiran cucu tampan ini," ucap Mama seraya mengusap pipi halus Baby Arai. Beliau sangat bahagia dengan kehadiran Baby Arai didalam kehidupan putranya. Beliau pernah merasa sangat putus asa atas sifat Leo yang seolah enggan lepas dari Kiara, padahal sudah jelas bahwa keluarga Kiara menghianatinya. Ini bukan hanya hadiah atas perjuangan Yuna melahirkan Baby Arai tetapi juga hadiah atas perjuangannya mengambil hati Leo. Memiliki Leo dan membuat Leo bahagia.


"Tapi Ma," Yuna masih merasa tidak pantas mendapatkannya. Kotak yang ada di pangkuannya sangat-sangat indah. Lalu bagaimana wujud isi didalamnya. Hadiah atas kelahiran Baby Arai. Rasanya ini sangat berlebihan. Jika di perhatikan secara seksama, kotak perhiasan ini bahkan ada ukiran bentuk bunga kecil dari batu safir.


Mama menepuk lembut lengan Yuna.


"Tidak ada tapi, sayang. Ini hadiah untuk mu, dari Papa dan Mama. Kita hanya bisa memberikan ini untuk mu," ucap Mama meyakinkan Yuna untuk menerima hadiah. Yuna mengangguk.


"Terima kasih Ma," ujar Yuna dengan haru. Matanya terasa panas. Dia bersyukur bahwa dia memiliki seorang mertua yang begitu menyayanginya. Menganggapnya sebagai anak sendiri. Yuna meletakkan kotak indah itu di atas meja lalu ia menghamburkan pelukannya pada Mama. Dia mengucapkan rasa terima kasihnya lagi.


Mama mengusap punggung Yuna dengan perhatian. Beliau tahu, jika Yuna adalah gadis yang sedari kecil tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandungnya. Mama mendekapnya dengan kasih sayang dalam hatinya untuk Yuna.


Yuna menyandarkan kepalanya di bahu Mama. Dia menangis. Dia pernah sangat bermimpi untuk mendapatkan pelukan dari sosok yang sering teman-teman sebut sebagai ibu. Dia pernah menangis sendiri ditengah malam saat membayangkan teman-temannya dipenuhi limpahan kasih sayang oleh sosok yang mereka sebut sebagai ibu, dan dia tidak pernah merasakan itu. Dia juga pernah menangis sendirian saat bercerita pada bintang malam untuk menyampaikan rasa rindunya pada sosok ibu. Dia juga pernah meringkuk dalam dinginnya malam dan menangis akan kerinduannya pada sosok ibu.


Dia hanya bisa memeluk pusara Sang Ibu. Bercerita disana, berdialog disana. Dia juga ingin dipeluk seperti teman-temannya yang lain. Dia juga ingin tertawa dan memberikan kotak kado serta tulisan kasih saat perayaan hari ibu. Ia ingin ibunya membaca tulisan kasihnya, ia ingin ibunya membaca tulisan rindunya. Namun dia sadar bahwa itu tidak akan mungkin.


Ketika dia tumbuh remaja dan memiliki ibu sambung, dia dengan keangkuhannya tidak menginginkan sosok itu hadir. Dia hanya ingin ibunya, hanya ingin ibunya.


"Sekali lagi terima kasih, Ma," ucapnya terisak di pelukan mertuanya. Mama mengangguk dan ikut meneteskan air mata. Saat pertama kali mengetahui Yuna adalah istri Leo, dalam hati Mama berjanji bahwa Mama akan mencintainya seperti mencintai putrinya sendiri.


"Terima kasih juga kau dengar begitu sabar menghadapi Lee kami," ucap Mama. Yuna menggeleng.


"Aku yang seharusnya berterima kasih Ma. Untuk cinta Leo dan semua keluarga. Terima kasih telah menerima ku dengan sangat baik. Ini adalah anugerah terindah yang Tuhan hadirkan dalam hidup ku," ujar Yuna terbata dalam isaknya.


Yuna Ibriza, gadis Rapunzel itu kini telah dewasa. Gadis itu telah menemukan kebahagiaannya. Hidup ini bukan hanya tentang sebuah penderitaan. Yuna kecil harus terus tersenyum dalam kesedihan yang sering ia simpan. Tidak memiliki ibu, di kekang. Tidak memiliki teman, tidak boleh bergaul. Dia dengan kesakitan yang dijalani membawanya pada sebuah kebahagiaan yang mungkin orang lain idam-idamkan. Ya, hidup ini bukan hanya tentang penderitaan. Langit tidak selamanya muram, bukan?


Kau tahu apa yang langit sembunyikan dibalik awan? Sebuah warna biru yang begitu indah, warna biru yang tampak nyata dalam dekapan. Keindahan pelangi tidak tercipta begitu saja. Kebahagiaan tidak datang dengan sendirinya.


"Sama-sama sayang. Takdir yang mempertemukan kita," jawab Mama dengan kelembutan dalam suaranya. Yuna masih terisak dalam pelukannya.


Yuna melepaskan pelukannya dari Mama lalu mengambil tissue untuk membersihkan air matanya. Kemudian, ia membawa pandangannya pada Leo. Mengambil tangan kanan Leo lalu menciumnya dengan sangat dalam. Ia menunduk,


Jalan ini tidak mudah. Terima kasih Tuhan, untuk anugerah yang indah ini. Yuna mengucap syukur dalam hatinya. Ia mengangkat wajahnya. Leo menggeleng, dan langsung menyeka air mata Yuna. Gelengan kepala isyarat untuk menyudahi tangisnya. Yuna mengangguk dan menghambur ke dalam pelukan Leo. Tangannya ikut memeluk Baby Arai yang masih dalam gendongan Leo.


Ia bersyukur bahwa ia diberi kesempatan untuk menjadi wanita yang sempurna. Menjadi seorang putri, menjadi seorang istri dan menjadi seorang Ibu. Dia dengan tangannya sendiri bisa menimang anaknya. Sesuatu yang tidak dia dapatkan saat ia masih bayi. Air matanya kembali menetes. Ungkapan syukur terus ia panjatkan dalam hati.


Leo mencium keningnya.


"Jangan bersedih," ucapnya. Yuna mengangguk. Dia menyeka air matanya.


"Sayang," panggilannya pada Leo.


"Ya."


"I love you," ucap Yuna.


Leo kembali mencium kening Yuna. "I love you too," balasnya. Kemudian, Yuna melepaskan pelukannya. Ia menoleh ke arah Mama dan memeluknya lagi.


Mama menepuk-nepuk punggung Yuna.


"Semoga kau suka dengan hadiahnya," ujar Mama.


Yuna mengangguk, "Pasti," jawabnya.


______


Catatan Penulis πŸ₯°


Jangan lupa like koment ya kawan tersayang πŸ₯° padamu luv luv. Terima kasih πŸ₯°πŸ™


Oh iya. Izinkan Nanas untuk mempromosikan novel milik temen Nanas ya.


Novel kece berjudul. Our Love by Weny_Lee mampiiir ya kawan πŸ₯°πŸ™


Lanjuuut ... kalian luar biasa πŸ₯°