Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 61. Pentolan menggelinding


Puas nongkrong, Tiara dan rombongan pun beranjak pulang setelah berpamitan dengan rombongannya kak Ami (temannya kak Nia). Mereka tidak diijinkan pulang telat dari si empunya rumah karena itu mereka wajib mentaati peraturannya.


Diam-diam sebuah mobil mewah perlahan mengikuti mereka dari belakang. Seolah mengawal mereka hingga turun di tempat tujuan.


Setelah mereka turun di depan rumah, barulah mobil itu melaju pergi dari situ.


Sesampainya di kamar, ketiga gadis itu bergegas merebahkan tubuh setelah berganti pakaian. Terdengar suara Ika yang masih ingin membahas rombongan cowok tampan tadi namun hanya dibalas dengkuran halus kak Nia dan Tiara. Sedikit kesal Ika pun segera memejamkan matanya.


*****


Pagi pun tiba.


Kak Nia membangunkan kedua adiknya yang masih betah menempel dengan kasur.


Jadwal hari ini mereka akan pergi ke pantai kasuari.


Setelah membantu beres-beres rumah, ketiga gadis itu dijemput oleh rombongannya kak Ami yang sudah menyewa mobil sebelumnya.


Hari ini mereka akan menikmati momen di pantai kasuari soalnya besok sudah balik lagi ke kota mereka.


Membutuhkan waktu sejam untuk tiba di tempat itu.


Pantainya lumayan bagus. Belum terlalu banyak pengunjung yang datang hingga mereka dengan leluasa mengeksplor tempat itu.


Puas jalan-jalan di tepi pantai, mereka menuju ke warung makanan yang ada di dekat parkiran.


Eh, ternyata ada cowok tampan semalam yang lagi duduk di dalam warung itu sendirian menikmati baksonya.


Yang lain mulai berbisik terutama Ika yang dari tadi sudah mulai mencari perhatian.


Dih . . centilnya, malu-maluin aja. Keluh Tiara dalam hati menahan malu karena tingkah adik sepupunya yang over akting.


Tiara hanya bisa duduk membeku saking gugupnya.


Beberapa saat kemudian, pesanan bakso mereka pun dihidangkan di atas meja.


Cowok di depan masih bersikap sama seperti tadi, cuek.


Eh, malah rombongan Tiara yang jadi salah tingkah. Jani sampai menumpahkan saos tomat banyak banget di baksonya, pentolannya Ika sampai jatuh dan menggelinding di atas meja ah pokoknya konyol banget deh.


Tiara sendiri hampir tak bisa lagi menahan kegugupannya. Hanya sesuap mie yang berhasil masuk ke dalam mulutnya setelah itu ia tak mampu lagi memegang sendok akibat tangan yang gemetaran hebat.


Bergegas ia keluar dari warung itu, mencari udara segar.


Eh, beberapa detik kemudian Maya muncul diikuti Ika dan Jani. Duh, ternyata semua ikutan gerah di dalam. Tinggal kak Nia dan kak Ami yang masih bertahan di dalam sana.


Beberapa menit berlalu, biang keroknya pun keluar dari warung tanpa rasa bersalah. Cowok itu kembali ke tepi pantai bergabung dengan rombongannya. Kepergian cowok itu membuat mereka bernapas lega.


" Masih mau ke pantai?" tanya kak Nia yang muncul di belakang mereka.


" Boleh kak". jawab Ika dengan semangat.


Rombongan itupun kembali berjalan menyusuri tepian pantai, untuk mencari tempat duduk yang nyaman.


Tiara memilih duduk di atas pasir putih yang kering. Sedangkan yang lainnya memilih duduk di atas bebatuan.


Saat sedang duduk, tiba-tiba rombongan cowok tampan tadi mendekati bebatuan tempat yang lain duduk, dan yang paling bikin shock cowok tampan yang di warung tadi malah duduk di samping Tiara.


" Hai, boleh kenalan nggak?" ujarnya sambil mengulurkan tangannya ke depan Tiara.


\*\*\*\*\*