Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
bab 8 ~cemas


Airin pulang ke rumah pukul jam 5 sore, ia tadi hanya mampir ke toko buku bersama Sabrina dan Ririn. tiba di rumah Airin langsung membersihkan diri dan menyempatkan untuk membaca buku yg baru dibelinya karena ia akan menunggu suaminya untuk makan malam. tak terasa sudah hampir jam 9 malam Airin pun turun.


"nona silahkan makan malam, tadi saya ketuk pintu kamar nona tidak ada jawaban dan kamarnya terkunci, saya kira nona tidur makanya saya tunggu di dapur hanya ingin memastikan nona sudah makan." ucap bi lina sambil menunduk.


" maaf ya bi, tadi saya baca buku malah lupa dalam suasana, ah ya bang Reza belum pulang?." tanya Airin celingak-celinguk kearah pintu utama.


"belum nona, biasanya kalu tuan jam segini belum pulang ia masih sibuk nona, silahkan anda makan terlebih dahulu." jelas bi lina.


"em saya tunggu bang Reza aja, kamu boleh pergi ke kamar sekarang." jawab Airin yg terlihat sedih.


"tidak nona, saya harus memastikan anda makan, dan mungkin tuan sudah makan di kantor." sahut lina masih menunduk.


"engga papa kamu boleh istirahat sekarang, nanti saya akan ambil sendiri." masih membentuk muka sedih.


"baik nona." jawab lina sambil melangkah mundur.


Airin masih setia menunggu suaminya, ia duduk di sofa ruang tamu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, gelisah sekarang yg sedang dipikirnya. tak terasa jam menunjukkan pukul 12 malam Airin ingin menghubunginya tapi ia tak punya nomer yg ingin dituju, ia menahan ngantuk yg begitu membara tiba tiba ia dikagetkan suara gagang pintu utama, pasti bang reza. pikirnya.


yap benar Reza pulang dengan kaki yg gontai.


mata Reza tertuju pada sosok yg tak asing baginya 'Airin belum tidur? demi aku dia ga tidur sampe selarut ini?' batin Reza yg mendekat kearah sofa, Airin masih berdiri menatapnya dengan wajah sedih+senang, sedih karna Reza tidak mengabarinya, senang karena yg ditunggu sudah ada dihadapannya. aneh kan haha.


"kamu belum tidur?." tanya Reza sambil memegang pundak Airin sekiranya ia duduk.


dibalas gelengan Airin.


"kenapa? udah makan?." tanya Reza dan dibalas gelengan Airin. Reza mengembuskan napas dengan pelan ia tau Airin cemas kepadanya. ia pun mengusap kepala yg ada dihadapannya itu dengan hangat.


"ayo makan." sambung Reza berdiri tapi tidak dengan Airin, ia masih duduk dan tidak bergeser sedikitpun. Reza pun kembali duduk.


"Abang kemana? kenapa baru pulang? Abang udah makan?." tanya berentek Airin. Reza hanya tersenyum ia senang karna diperhatikan oleh Airin tapi ia juga sedih karna melihat mata Airin yg hampir sama dengan mata panda karena lelah menunggunya.


"Abang kemana? Abang baru pulang dari kantor, kenapa baru pulang? banyak yg belum Abang selesain, udah makan? kalu kamu belum makan Abang juga belum makan, dan sekarang Abang mau tanya sama kamu, apa kamu udah makan?." Reza masih mengusap kepala Airin, Airin bergeleng.


"kasian Abang pasti capek, maafin Airin bang seharusnya Airin kirimin bekal buat Abang." ucapnya masih memeluk.


"kenapa minta maaf? yaudah ayo kita makan." ajak Reza dan Airin pun mau. sebenarnya Reza sudah makan dikantor tapi melihat Airin belum makan karenanya ia pun rela makan lagi walau sudah kenyang.


"kenapa ambil satu piring bang?." tanya Airin.


"ini buat kamu." jawab Reza.


"Abang ga makan?." tanyanya lagi.


"Abang lihat kamu makan aja Abang udah kenyang, jadi ayo makan." jawab Reza tersenyum. Airin pun tersenyum.


"aku mau disuapi Abang." pinta Airin masih malu-malu.


"bersedia tuan putri." Reza pun menyuapi bak seperti anak minta suap ke papa nya.


selesai makan mereka pun ke kamar, Reza membersihkan diri Airin menata tas dan menyiapkan pakaian untuk Reza. setelah itu mereka memilih untuk tidur, Reza yg lelah Airin yg terus diserang kantuknya.


jangan lupa jempolnya plus komentarnya


selamat membaca 🤗