Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Bab 137_Jawaban


Tepat setelah Kiara menyelesaikan kalimatnya, Leo berjalan dari ruang tengah dan menuju mereka.


Bibir Kiara langsung tersenyum dengan sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga, ia merindukan Leo.


"Oh, ada tamu," ucap Leo dingin. Itu langsung membuat senyum Kiara menghilang dari bibirnya. Leo berjalan dan berdiri di samping Yuna, tangannya secara otomatis memeluk pinggang Yuna. Tangan dan pinggang itu sudah seperti magnet.


"Kenapa kamu mengizinkannya masuk sayang?" Leo menatap Yuna.


"Lee...," Kiara dengan sedih memanggil Leo. Dia sangat sedih mendengar ucapan Leo barusan.


"Tidak apa-apa, biar bagaimanapun, dia sudah datang kemari jauh-jauh, tidak sopan jika aku tidak membiarkannya masuk. Kalian boleh ngobrol, aku ambil minum dulu," Yuna melepaskan tangan Leo yang berada di pinggangnya. Dia melangkah masuk. Antara resah, takut dan percaya pada perasaan Leo padanya, dia membiarkan suaminya berbicara empat mata dengan seseorang yang spesial itu. Dia ingin tahu, sejuah mana Leo bertekad untuk berubah dan hanya mencintainya saja.


Setelah Yuna menghilang dari ruang tamu, Kiara segera melangkah dan mengulurkan kedua tangannya bermaksud untuk segera memeluk Leo. Namun, Leo segera melangkah mundur dan mengulurkan tangannya untuk memberi isyarat agar Kiara berhenti dari langkahnya dan tidak mendekat.


"Stop. Diam disitu Kiara. Jadi, ada perlu apa kau datang kemari?" Leo bertanya dengan dingin. Sekarang, Kiara tidak berarti apapun untuknya. Karena Kiara, dia hampir saja kehilangan sebenarnya cinta dalam hatinya, ia tidak akan mengulangi kebodohannya lagi. Sekarang... Ia telah mengabdikan seluruh cinta miliknya hanya untuk Yuna.


"Lee... aku merindukan mu. Aku di rumah sakit satu minggu dan kau sama sekali tidak datang untuk menjenguk ku. Ada apa dengan mu? Papa bahkan mengurung ku setelah itu, kenapa kau tak mencari ku?" Kiara berkata dengan sedih, matanya berkaca-kaca.


"Aku sudah bilang pada mu Kiara, bahwa aku tidak perduli lagi semua tentang mu. Malam lalu itu adalah yang terakhir, anggap saja karena aku sedang bermurah hati. Tidak hari ini, tidak besok, tapi selamanya. Tolong jangan pernah menghubungi ku lagi, jangan pernah menemui ku lagi. Kita tidak ada apa-apa lagi, dan aku tidak perduli tentang mu."


"Lee... kau tidak bisa begitu pada ku," air mata Kiara mulai menetes, dia melangkah lagi dan Leo segera mundur. "Aku berjuang mati-matian untuk bisa datang kemari dan menemui mu. Lee, sayang... kau masih mencintai ku bukan?" air mata Kiara bercucuran, dulu... Leo pasti akan langsung luluh ketika dia menangis.


Tepat setelah itu, Yuna datang dengan secangkir teh di tangannya.


"Kiara...," Yuna menghampirinya dan mencoba memberikan secangkir teh untuknya. Kiara segera menyeka air matanya dan menerima secangkir teh dari tangan Yuna. Namun, belum sampai cangkir itu pada tangannya dengan sempurna, cangkir itu terlepas dari pegangan Kiara dan mengenai tangan Kiara. Leo, dengan gerak cepat segera menarik Yuna agar cangkir itu tidak jatuh mengenai kakinya.


"Aauu, Yuna kau sengaja menjebak ku, kau sengaja menjatuhkannya bukan? Kau sengaja ingin melukai ku bukan?" Kiara kembali menangis dan memegangi tangannya yang terkena teh panas.


"Sayang, kau tidak apa-apa? Apa tehnya mengenai tangan mu?" Leo bertanya dengan cemas, dia segera membawa Yuna kedalam dan dengan gerakan tangan dia menyuruh orangnya untuk membawa Kiara keluar.


"Kau keterlaluan Lee..., kau jahat. Aku tidak akan melepaskan mu," Kiara berteriak.


"Sayang, apa ini sakit?" Leo menatapnya.


"Tidak, tidak sama sekali," Yuna menjawabnya dengan senyum. Dia lega... karena Leo tidak terprovokasi oleh tindakan Kiara. Leo mengusap pipinya dan menatap matanya dengan dalam.


"Sayang, aku minta maaf," ucapnya.


"Kenapa minta maaf? Aku yang ceroboh."


"Aku tidak melindungi mu dengan baik, kau terluka karena aku, sayang... maafkan aku." Yuna menggeleng dan memeluknya. 'Ada apa dengan Leo? Kenapa dia menjadi sangat melankolis, ia menjadi paranoid dan menghawatirkan hal-hal kecil tentang ku, dia menjadi sangat berlebihan pada ku. Dia akan menyalakan dirinya jika terjadi sesuatu pada ku'


"Sayang...," Yuna melepaskan pelukannya. Dia menatap mata Leo penuh cinta, tangannya terangkat dan menyentuh pipi Leo dengan perhatian. "Sayang, berikan aku kasih yang sederhana, cintai aku apa adanya, karena aku tak memiliki hati yang sempurna. Sayang... aku mencintaimu dan akan terus mencintai mu. Jangan pernah ragukan itu, ku mohon jangan mencemaskan apapun secara berlebihan."


"Aku hanya tidak ingin kehilangan mu Yuna."


"Tidak akan. Aku adalah milik mu." Yuna menghambur kedalam pelukannya. Sungguh ini membuatnya bahagia, Leo mencintainya. Ini... yang dia inginkan dari pertama mengenalnya, ini yang dia perjuangkan sedari pertama mengenalnya. Ini... jawaban dari semua rasa kecewa, patah hati dan luka yang dia lalui untuk mendapatkan cinta Leo.


"Yuna, bagaimana jika kita melakukan perjalanan?"


"Ummm, ide bagus."


"Kau mau kemana? Apa sungguh kau tak ingin ke Maladewa?" Tanya Leo. Yuna menggeleng.


"Aku ingin ke Taj Mahal, ke Abu Simble, ke Boldt Castle dan Prambanan. Aku ingin melihat bangunan-bangunan penuh cinta. Bagaimana, apa kau setuju?"


"Tentu, aku akan mengatur jadwalnya."


___


Up bonus untukmu sahabat 😘 selamat liburan semuanya 😊