Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Bab 286_I'll Always Love You


Setelah Baby Arai benar-benar terlelap, Leo dengan hati-hati menidurkannya di dalam box bayi.


"Selamat tidur sayang," ucapnya pelan. Kemudian, ia mematikan lampu utama lalu merebahkan dirinya di ranjang. Setelah anaknya tertidur kini ganti membuat istrinya tertidur.


Yuna langsung memeluk Leo, menempatkan kepalanya di dada Leo.


"Tidurlah biar aku yang menjaganya," ujar Leo dengan perhatian.


Untuk kali ini Yuna menggeleng.


"Kau selalu terjaga setiap malam. Malam ini, istirahatlah," ujar Yuna. Tangan Leo mengusap lengan Yuna dan mencium keningnya.


"Kau tidak boleh begadang sayang," ucapnya. "Ibu menyusui harus selalu baik-baik saja," lanjut Leo.


Yuna mendongak untuk menatap wajah Leo.


"Daddy luar biasa juga harus selalu baik-baik saja, jadi istirahatlah. Malam ini ...." ucapan Yuna terpotong oleh tangan Leo yang langsung berada dibibirnya.


"Menurut saja Mommy," ujar Leo. "Sini," Leo memiringkan tubuhnya dan memeluk Yuna. Tangan kanannya mengusap rambut Yuna sementara tangan kirinya meluncur ke bawah. Dia membuat tepukan lembut dipantat Yuna, itu seperti saat ia membuat tepukan lembut dipantat Baby Arai. Yuna tertawa kecil dengan ini.


"Sepertinya aku akan tidur nyenyak malam ini," Yuna menempelkan kepalanya di dada Leo.


"Tentu saja," jawab Leo dengan anggukan. Yuna tersenyum dan memejamkan matanya tapi beberapa detik kemudian ia merasa ingin buang air kecil.


"Kenapa?" Leo bertanya saat Yuna merenggangkan pelukannya.


"Aku ingin ke kamar mandi," jawab Yuna dan dia langsung beranjak menuju kamar mandi.


Leo mengambil buku diatas meja samping ranjangnya lalu membacanya.


Tak lama, Yuna keluar dari kamar mandi. Dia tidak langsung menuju ke ranjang tetapi dia menyalakan instrumen musik dengan pelan. Mendengar alunan instrumen musik yang mengalun pelan, Leo segera menutup bukunya. Ia menatap Yuna yang berdiri sedikit jauh disana. Pandangan mata Yuna terarah padanya. Leo meletakkan buku ditempatnya kembali lalu melangkah menuju Yuna. Dia berdiri tepat di depan istrinya, tangan kanannya memeluk pinggang Yuna sementara tangan kirinya menggenggam tangan Yuna.


Dibawah alunan instrumen dari Kenny G - Forever In Love mereka berdua saling berpegangan tangan, mendekap hangat dan saling menatap dengan penuh kasih. Kaki mereka bergerak dengan seirama.


Sorot mata penuh cinta, berpegangan tangan dengan romantis. Leo menurunkan kepalanya, ia menempelkan bibirnya di telinga Yuna.


"I'll always love you," bisik Leo lembut di telinga Yuna. Untaian senyum indah menghiasi bibir Yuna. Ia mengangguk dengan bahagia, kemudian menyandarkan kepalanya di dada Leo. Mendengarkan instrumen indah dari Kenny G dan detak jantung suaminya. Dia bahagia, teramat bahagia. Kisah penuh liku yang harus ia lalui untuk mendapatkan cinta dari suaminya berakhir dengan indah. Terima kasih Tuhan. Ku mohon, teruslah jaga perasaan ini hingga kami menua bersama. Semoga rasa bahagia ini tanpa batas.


"Sayang," panggil Yuna.


"Ya."


"Jika nanti wajahku mulai keriput, rambutku tak hitam lagi, jalan ku melambat, kita masih akan seperti ini bukan? Bahagia seperti ini," ujar Yuna. Leo menunduk dan mencium rambutnya. Tubuh mereka berdua masih bergerak halus mengikuti irama.


"Pasti. Kita akan menghabiskan hari tua kita di kastil. Atau jika kau mau, aku akan membangun instana bak negeri dongeng untuk mu," jawab Leo. Yuna terkekeh.


"Istana?" Tanya Yuna.


"Kastil sudah cukup untuk ku," jawab Yuna. "Disana, kita akan menghabiskan hari-hari."


Leo mengusap punggung Yuna dengan kasih. Wanita ini bahkan tidak pernah meminta sesuatu yang berlebih padanya. Wanita ini sangat sederhana. Wanita cantik miliknya. Tangan kirinya melepaskan genggaman tangan lalu berganti untuk mendekap mesra istrinya. Dia bahagia, teramat bahagia. Gadis cerewet yang ia maki dalam hati mirip bebek dipertemuan pertama mereka, kini gadis ini menjadi ratu dalam hati dan hidupnya. Instrumen Forever In Love masih mengalun merdu di kamar mereka. Mengiringi dua insan yang saling mendekap.


"Aku mencintaimu Yuna," bisiknya penuh kasih. "Yuna Ibriza istriku," ia merenggangkan pelukannya dan dengan anggun menunduk untuk mencium bibir merah muda Yuna.


Yuna membalasnya, tangannya melingkar di leher Leo, ia memejamkan matanya dan menjinjitkan kakinya.


______


Tiga hari setelahnya.


Di rumah besar keluarga Nugraha. Supir Albar memarkirkan mobilnya dengan pelan lalu ia segera membukakan pintu mobil untuk Bossnya. Leo lebih dulu keluar dengan menggendong Baby Arai, lalu ia memberikan tangannya untuk membantu Yuna keluar dari mobil. Kemudian mereka berjalan menuju pintu utama.


Belum sampai langkah kaki mereka disana, pintu besar itu terbuka dan ada senyum sumringah Mama yang menyapa.


"Uuhh cucu ganteng," Mama langsung meminta Baby Arai dari gendongan Leo, setelah Leo sampai didepannya. Beliau mencium kedua pipi Baby Arai dengan gemas. Baru beberapa hari saja beliau sudah sangat rindu pada cucu yang super tampan ini. Baby Arai mengeliat dengan imut karena mendapatkan ciuman bertubi dari neneknya. Mama tertawa bahagia melihat itu. Kemudian, beliau mengulanginya lagi, memberikan ciuman di pipi Baby Arai dengan bertubi. Tubuh mungil nan imut itu menggeliat lagi dan kali ini disertai dengan suara kecilnya yang menangis.


"Oo, oo, dia menangis. Biarlah, biar bangun, muach muach," Mama masih begitu gemas padanya. Leo dan Yuna tersenyum lebar melihat Mama.


"Kenapa semuanya berdiri di depan pintu?" Suara Tuan besar Nugraha menyapa mereka. Leo dan Yuna segera memberi salam.


"Haha ... Mama sampai lupa mengajak mereka untuk masuk," ujar Mama terkekeh.


"Bertemu dengan cucu mu, membuat mu lupa segalanya," Papa mengomentari. Ini seperti saat pertama kali Leo hadir di dunia. Nyonya besar Nugraha teramat bahagia dan lupa segalanya, bahkan untuk memakaikan dasi pada suaminya. Baby Lee mengalihkan semua dunianya.


Kemudian, mereka semua masuk ke dalam. Malam nanti mereka akan berangkat bersama menuju gedung yang sudah di booking untuk acara pertunangan. Sementara Dimas dan Nora akan berangkat dari rumah orang tua Nora.


"Mana Neva Ma?" Tanya Yuna setelah beberapa menit bercengkrama di ruang tengah tetapi Neva tak kunjung hadir.


"Dia sedang melakukan perawatan wajah di taman samping," jawab Mama. Yuna mengangguk dengan senyum.


"Setelah acara nanti, kembalilah kesini. Mama masih rindu pada cucu yang tampan Arai," Mama menatap Leo. Jika Leo menyetujui maka Yuna pasti akan menyetujui. Tangan dan kaki mungil Baby Arai bergerak-gerak dengan gerakan khas bayi, dia tidak lagi menangis. Matanya berkedip dengan lembut dan teratur. Bibir seksinya kadang terbuka lalu mengeluarkannya sedikit lidahnya. Itu terlihat sangat menggemaskan. Hati Mama dibanjiri kebahagiaan. Tak henti-hentinya beliau menatap cucunya dengan kekaguman.


"Baik," jawab Leo.


__Malam hari mereka semua sudah siap. Mobil berjejer untuk membawa mereka ke gedung yang sudah di sulap dengan sangat indah.


___


Catatan Penulis.


Terima kasih untuk semuanya yang masih setia menunggu kisah ini πŸ₯°


Jangan lupa like koment ya kesayangan, luv luv. Padamu πŸ₯°πŸ™πŸ™