Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
bab 5 ~bekal


Tepat jam 6 pagi Airin bangun dan langsung membersihkan diri kemudian bersiap siap, ia pun turun kebawah menuju ruang makan, Airin tau pasti yg terbangun dulu itu Reza, disaat ia sudah sampai dimeja makan ia tak melihat sosok suaminya itu 'kemana dia' batin Airin.


"lina dimana tuan?." tanya Airin ke pelayan.


"tuan sudah berangkat dari satu jam yg lalu nona, ini bekal yg tuan siapkan untuk nona." jawab si pelayan. Airin pun tersenyum, semangat Airin ke sekolah pun kembali, ya emang siapa sangka ia memiliki suami yg perhatian, dulunya juga pengen ga mau haha.


tepat jam 6:45 Airin memasuki gerbang sekolah ia diantar supir pribadi Reza. disela-sela ia berjalan dua sosok yg tak asing baginya itu mulai menjahilinya.


"Airin sehari kamu ga sekolah aku dah kangen tauk." ucap Sabrina teman Airin.


"bener tuh sepi tauk ga kalu ga ada kamu." sambung ririn salah satu temannya.


"udah ah masuk kelas dulu, oh ya ada pr ga kemarin.?" tanya Airin ke dua sahabatnya itu.


"ada." jawab sabrina.


"bener ada na? kok aku ga tau ya!." bingung ririn.


"iya ada buat kamu Airin, udah dikasih belum suaminya kalu belum kan masih pr." tawa Sabrina yg menurutnya lucu.


"ih maksudnya gimana si kalian itu bikin pusing tau ga, gajelas juga." dengus Airin kesal.


"oh aku paham, sini aku bisikin." ririn menarik tangan Airin sekiranya mendekat. 'pr yg sabrina maksud itu kamu udah ngasih jatah ke suami kamu yg tampan ga? kalu ga berarti pr hihi.' bisik Ririn. seketika mata Airin terbelalak ia tak menyangka sahabatnya itu mesum, memang kedua sahabatnya itu diundang di pernikahannya dengan janji tidak memberitahukan ke teman yg lainnya, sahabatnya pun paham akan posisi Airin.


"dasar mesum." lirik Airin ke Sabrina. semua pun tertawa, bel masuk berbunyi dan beberapa jam istirahat pun berbunyi, semua siswa siswi berhamburan keluar ada yg menuju kantin, taman, perpustakaan dll. hanya satu orang yg tidak keluar kelas ya karena kan udah dikasih bekal sama suami. dan sahabatnya itu sudah dumel dumel pengen ke kantin.


disela-sela Airin makan ia teringat akan suaminya yg ternyata baik kepadanya Airin pun tersenyum. tapi senyumannya itu buyar disaat seorang menampel pipinya cukup keras. dika salah satu temannya tapi beda kelas.


"dipanggilin dari tadi juga ga sadar senyum-senyum sendiri lagi." sewot dika.


"ganggu orang aja." dengus Airin.


"tumben bawa bekal, anak mami ye kan." ucap dika sambil mengacak rambut Airin.


"diikaaaaaaaa, udah bagus gini malah diacak." teriak Airin sambil meratakan rambutnya yg acak karena ulah si dika itu.


"iya maaf." ucap dika sambil tersenyum mengejek.


"udah sana pergi, lu itu bikin ga mood gue tau ga." dengus Airin menjitak dahi dika.


"duuuhh sakit." dika mengaduh, tapi sok sakit gitu padahal pura-pura haha. cek-cok an tadi pun selesai Airin yg suka marah ke dika karena diganggu dan dika pun tak merasa bosan akan gangguannya ke Airin.


"kenapa kamu ai.? tanya ririn yg melihat wajah Airin kesal.


"tadi tuh si buaya darat ganggu aku, bikin kesel tau ga." dengusan Airin.


"emang si dika ya awas tuh anak, udah bini orang gini juga masih diganggu." ceplos Sabrina, Airin pun menatapnya tajam. Sabrina hanya tertawa kecil melihat ekspresi Airin yg lucu itu.


"udah jangan di ganggu na, mana dia mau berpaling kalu suaminya aja tampan tajir lagi." sahut ririn juga tersenyum mengejek. Airin pun ta kalah memerahnya ia malah tersipu saat mendengar perkataan ririn barusan.


akhirnya bunyi jam pulang sekolah menggeming, siswa siswi berhamburan menuju gerbang sekolah. dan Airin sudah ditunggu supir pribadi Reza dan sampailah dirumah.


selamat membaca 🤗