
" Kok bisa jatuh? lo pusing ya?" tanya Zian sambil mengamati Tiara.
Namun gadis itu hanya menggeleng.
" Oh gue tahu nih, pasti ada yang ngerjain lo tadi kan?" tebakan Zian tepat sekali.
" Siapa, hem?"
" Nggak, tadi aku yang ceroboh, nggak hati-hati. Udah ah tolong papah aku ke tempat duduk aja". Tiara mencoba mengelak karena tak mau terjadi keributan lagi.
Zian kemudian membantu gadis itu bangkit dari tempat duduknya dan memapahnya ke tempat duduk yang tak jauh dari tempat itu.
Ilham yang melihat kejadian itu dari jauh seolah tak peduli karena ada Nayla di tempat yang sama. Ia tidak ingin Tiara lebih menderita lagi karena ulah tunangan gilanya itu.
Tak lama kemudian, pak Hadi mendatangi tempat mereka.
" Tiara kenapa, Zian ?" tanya pak Hadi.
" Jatuh pak, lututnya berdarah nih. Pak ijin dulu ya mau beliin plester buat Tiara".
" Pergilah, cepetan ya?"
" Baik pak!" seru Zian sambil berlari pergi dari situ.
" Tiara istirahat aja dulu ya". ucap pak Hadi ramah.
" Baik pak, terimakasih". balas Tiara.
Pak Hadi kemudian berlalu dari situ untuk memantau siswa yang lain.
Zian tak sengaja mendengar obrolan Sandra, Nina dan Nayla saat melintas di dekat mereka.
" Sandra, lo tuh ya nggak bisa dibilangin ". Nayla terlihat kesal dengan Sandra.
" Lah, bukannya lo seneng ya kalo ngeliat bocah itu menderita?" balas Sandra dengan centilnya.
Nayla terdiam sejenak untuk mencerna kata-kata Sandra barusan.
Tanpa mereka sadari, Zian sempat mendengar obrolan mereka.
" Bener kan ? hahahaha !" Ketika gadis licik itu kemudian melanjutkan kegiatan lari mereka.
" Awas lo Sandra, gue bakal buat perhitungan dengan lo ". desis Zian menahan emosinya dan pergi mencari warung terdekat.
Setelah selesai membeli plester, tisu dan minuman, Zian segera menghubungi Rio.
Selesai memberikan tugas khusus untuk Rio iapun segera kembali ke lapangan untuk menemui Tiara.
" Sini kaki lo". ujar Zian dengan napas ngos-ngosan karena berlari.
Senyumnya terkembang melihat hasil kerjanya.
" Udah selesai".
" Makasih kak, maaf ngerepotin lagi".
" Siapa yang repot? wajar kan kalo gue perhatian sama calon istri gue?"
" Haduh, mulai kumat deh". ujar Tiara sambil menepuk jidatnya.
" Ya udah, lo istirahat aja di sini gue mau lanjutin lari lagi ".
" Oke".
Cowok tampan itu mulai berlari menuju ke lintasan. Melanjutkan kembali kegiatan lari yang tadi terhenti.
\*\*\*\*\*
Akhirnya pelajaran olahraga berakhir.
Pak Hadi membubarkan semua siswa agar pulang ke rumah masing-masing. Setelah itu mereka diwajibkan kembali ke sekolah setelah berganti pakaian seragam.
" Ayo Ra, gue anterin pulang!" ujar Zian yang datang mendekatinya bareng Hesti.
" Hem . . ."
Zian memapahnya menuju ke tempat parkiran.
Ilham melihat semuanya dengan hati yang berkecamuk cemburu.
" Ayo sayang, anterin gue pulang!" ujar Nayla yang muncul tiba-tiba di sampingnya kemudian menggandengnya mesra.
Keduanya segera pergi dari tempat itu dengan motornya Ilham.
Di sisi jalan, Sandra dan Nina sedang menyetir motor mereka masing-masing.
Mereka asik bersenda gurau saat mengendarai motor. Hingga tanpa mereka sadari, sebuah motor melaju kencang dari arah belakang.
Tak sempat menghindar,, dan akhirnya
Brak !
Motor yang dikendarai Sandra tiba-tiba jatuh terperosok ke dalam selokan air yang cukup dalam.
\*\*\*\*\*