Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
bab 10 ~amarah Reza


Airin masuk dan langsung menuju ke meja resepsionis.


"mbak dimana ruang direktur?." tanya Airin ke kedua resepsionis itu.


"maaf direktur sedang rapat, anda bisa menunggunya." salah satu resepsionis itu sambil menuding ruang tunggu.


'pasti kalau aku bilang istri bang Reza dia ga percaya, kalau aku nungguuuu.. ih ga ah' batin Airin.


"saya akan tunggu di ruangannya saja mbak, dimana ruangan nya?." tanya Airin membantah.


"apakah anda membawa surat perjanjian dengan direktur?." tanya si resepsionis.


Airin sedang berpikir.


'apaan dia ini, masih mahasiswi seharusnya kan sekolah, kenapa mau bertemu dengan direktur, direktur tidak punya adik hanya saudara yg tinggal di Jepang tapi bukan ini wajahnya, apa dia wanita bayaran yg pura-pura jadi anak sekolah?' batin salah satu resepsionis. Airin tidak mengganti seragamnya karena malas hueheeee.


"anda pasti perempuan bayaran yg mau godain direktur kami kan?." suara resepsionis itu sedikit meninggi sehingga orang orang terdengar akan perkataannya.


"maksud kamu apa?." teriak Airin tak mau kalah. semua pun menghampiri cekcok an itu.


"ada apa ini Mbak?." tanya SSP (salah satu pegawai).


"dia ini mau ketemu sama direktur, saya suruh nunggu tapi dianya ngeyel mau keruangan direktur." penjelasan salah satu resepsionis.


"wanita bayaran emang cantik." bisik SSP.


"kenapa ya orang mau menjual harga dirinya karena cantik?." bisik SSP.


"usir dia." serempak semua pun nenyeret Airin ada yg menjambak rambutnya ada yg menendang kakinya.


Airin hanya diam karna orang orang itu terlalu banyak, ia tidak mungkin mengaku sebagai istrinya, malah dibilang gatel ke direkturnya.


asisten han yg melihat ada kerumunan itu pun mendekat, ia kaget melihat Airin yg berantakan karena pegawainya, 'ini ga sembarangan orang, bisa mati kalian semua' batin asisten han.


"nonaaaa." teriak asisten Han sambil mendesak. semua yg mendengar pun kaget.


"kalian akan mati jika dia terluka." ucap asisten Han sambil memapah Airin menuju lift. semua pun ternganga, bahasa mati buat pegawai disini membuatnya frustasi (di pecat).


di dalam lift.


"Anda tidak apa nona?." tanya asisten Han.


"tidak papa hanya saja kepala ku perih karena jambakan pegawai sial tadi, awas saja akan ku kutuk dia." jawab Airin sambil mengelus kepalanya. asisten Han sedikit tertawa nyonya itu terlihat lucu.


sampai dilantai enam belas asisten Han mengetuk pintu ruangan Reza. dijawab yg ada didalam sana.


pintu terbuka..


"Abaaaaang." teriak Airin berlari kecil kearah kursi raja milik Reza. Reza berdiri, ia kaget dengan kehadiran Airin. Airin langsung memeluknya


"Airin, kamu kenapa?." tanya Reza mengelus kepalanya hangat. Airin bergeleng.


"kenapa dia han?. tanya Reza ke asistennya.


"kamu mau saya pecat? bicara yg jelas." bentak Reza yg masih memeluk gadisnya. asisten han gelagapan ia merinding melihat bosnya yg seperti banteng. 'kalian salah membangunkan singa yg sedang berdamai' ucap han dalam hati.


"tadi saya lihat nona dikerumuni para pegawai tuan, disaat saya menghampiri nona, ia sudah seperti iniiii." jawab asisten han dengan pelan, ia takut akan perkataannya yg salah.


"yg ikut campur soal ini, bawa dia keruangan ku cepaaatt." bentak Reza lagi, ia sedih melihat gadisnya yg seperti gambaran, maksudnya (dijadiin boneka buat mereka).


Reza memapah Airin ke sofa yg ada di ruang kerjanya.


"Abang ambilin minum dulu." ucap Reza dan dibalas anggukan. Airin minum.. Reza merapikan rambut gadisnya yg berantakan itu.


"Abang belum makan siang kan? nih Airin bawain kentaki kesukaan Abang." ucap Airin tersenyum, lalu membuka wadah makan itu.


Reza melihatnya sayu walau ia berantakan seperti ini... masih saja memperhatikan dirinya.


"seharusnya kamu telepon Abang dulu atau kamu tanya ke supir." ucap Reza masih memainkan rambut gadisnya.


"mana aku punya nomer Abang, dan aku lupa tanya ke supir tadi." sahut Airin.


"udah ada nama Abang ditelepon kamu." Reza tersenyum. 'masa sih' batin Airin. Reza meminjam hp Airin dan menggeledah lalu ditunjukkan ke gadisnya, ditelepon itu tertulis suamiku Airin tersenyum malu.


pegawai yg memperlakukan Airin semena nya sudah ada diruangan Reza, Reza menatapnya tajam, pegawai itu berbaris dan menunduk, bulu kuduk mereka berdiri menandakan merinding.


"apa kalian tau gadis ini?." suara Reza meninggi menahan kemarahannya.


semua terdiam dan terus menunduk tidak berani bersuara.


"jawabb." teriaknya lagi.


"ti.. tii.. tii tiddaaaak tuan." serempak pegawai tadi tapi suaranya pelan.


"dia istri saya." Reza menatap Airin yg juga menatapnya, Airin tersenyum malu dia juga terharu atas pengakuan Reza ke pegawainya.


semua langsung menatap Airin dan langsung menunduk ke lantai, Airin sontak kaget.


"jangan begitu ayo berdiri." ucap Airin, semua pun berdiri dan langsung meminta maaf, Reza yg mau bertindak pun dihadang oleh Airin.


"udah Abang, aku gapapa." ucap Airin lagi.


"kalian tidak saya pecat karena permintaan istri saya, jika kalian tidak mempunyai hormat sedikitpun terhadap siapapun, kalian boleh pergi dari kantor ini." amanat Reza, haha.


serempak semua pun berterima kasih lalu mereka kembali ke meja masing-masing, ia salut terhadap bos nya yg bijak dalam bertindak.


"cantik dan baik ya istri direktur." ucap SSP.


"iya, masih muda lagi, syukur kita ga jadi dipecat." sahut temannya


uhuyyyy love you, makasih buat readers yg setia baca novel aku. jangan lupa vote like n komen, biar anyingg tambah semangat.


selamat membaca 🤗