
Di saat hendak melangkah tiba-tiba terdengar suara cowok dari arah samping kiri mereka.
" Tiara sombong banget !"
" Hah?"
Tiara agak kaget mendengar namanya disebut oleh orang yang tak dikenalnya.
Sontak ia menoleh ke arah suara tadi . .
Eh, bukannya cowok itu yang disebut-sebut Hesti kemarin waktu di kelas ? kalau nggak salah namanya Aswin. Yup ! nggak salah lagi soalnya ada tahi lalat di atas bibirnya.
Orangnya tinggi, berkulit putih dan bukan bihun ah . . pokoknya ganteng banget.
Sejenak Tiara merasa heran dikatakan sombong.
" Eh Aswin, liburan di sini juga ya?" jawab Tiara kikuk.
" Iya". jawab Aswin kalem.
" Hem . . kalo gitu Ara ke dalam dulu ya". pamit Tiara tersenyum kikuk kemudian berlalu dari situ.
Aswin hanya mengangguk tersenyum menatapnya.
Dalam hati Tiara mulai ribut.
" Kenapa aku dikatain sombong? padahal kan emang nggak wajib negur dia. Atau . . . dianya aja yang berharap aku tegur? dia nggak tahu aja, kalo aku selalu berusaha menghindar dari makhluk seperti dia karena terlanjur insecure dengan diriku yang biasa-biasa aja". Tiara membatin heran.
Kak Nia kemudian mengajak mereka berkeliling di dalam toko tersebut. Pengunjung di dalam tak seramai yang lagi nongkrong di luar. Di dalam toko mereka berpapasan dengan rombongan cowok. Wih rata-rata ganteng semua.
" Kak, yang ganteng barusan lewat . . . " Ika berbisik di telinga kak Nia namun dapat di dengar oleh Tiara.Bahasa tubuhnya menunjukkan kalau dia senang banget.
" Bolehlah kalau untuk cuci mata doang hehehe" balas kak Nia terkekeh melihat tingkah adiknya yang masih duduk di bangku SMP.
Dia nggak sadar, ada dua pasang mata yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka dari jauh.
" Dasar kucing nakal, diam-diam suka ngintip yang good looking juga, awas lo ya!" gumam cowok tampan yang memakai topi hitam setelah itu keduanya menyelinap keluar dari tempat itu.
Puas melihat-lihat isi di dalam toko, kak Nia mengajak mereka keluar untuk mencari jajanan. Keadaan di luar juga masih sama seperti tadi, rame.
" Kalian mau makan apa? pesan aja". ucap kak Nia dengan suara keibuannya.
" Ara mau bakso aja kak". jawab Tiara cepat saking laparnya.
" Aku samain aja dengan kak Ara". sahut Ika matanya berkeliaran mengitari tempat itu.
Akhirnya temannya kak Nia bareng adik-adiknya juga ikutan memesan makanan yang sama.
" Kamu kenapa dek, kok mukanya jadi lemes gitu?" tanya kak Nia saat melihat Ika yang duduk lesu di samping Tiara.
" Nggak kenapa-kenapa kak, cuma ilang semangat aja nih". jawab Ika.
" Kenapa emangnya?" tanya Maya, adik temannya kak Nia.
" Soalnya rombongan yang tadi udah nggak ada ". jawab Ika akhirnya.
"Hah? rombongan apa dek?" kak Nia masih belum mengerti maksudnya Ika.
" Oh, aku tahu nih . . . pasti rombongan cowok tampan yang tadi di dalam toko kan?" tebak Jani benar.
" Hehehe . . iya kak". jawab Ika agak salah tingkah karena diliatin semuanya.
" Oo . . itu to, tenang aja dek . . percaya sama kak Ara pasti kita bakalan ketemu mereka lagi kok". sahut Tiara dengan nada yakin.
" Semoga saja". Ika mengaminkan ucapan Tiara dengan menengadahkan tangannya.