
Seperti yang sudah disepakati, sabtu sore Hesti menjemput Tiara sekalian meminta ijin kepada tantenya untuk mengajak Tiara weekend bareng di pusat kota.
" Boleh . . . tapi ingat, jangan terlalu malam pulangnya dan jaga diri baik-baik ya ". pesan tantenya Tiara saat Hesti mengutarakan maksud kedatangannya.
" Iya tan, tenang aja Hesti janji bakal jagain Tiara dan nganterin Tiara pulang ke rumah dengan selamat !" ujar Hesti kegirangan.
Keduanya pun berpamitan lalu pergi menemui Dhilla yang sudah menunggu mereka di sebuah cafe.
Keduanya berboncengan dengan motornya Hesti. Jalanan sudah mulai ramai di waktu sore apalagi bertepatan dengan hari sabtu. Banyak yang berlalu lalang di sepanjang jalan pusat kota. Dengan masing-masing kebutuhannya.
Beberapa saat kemudian sampailah kedua gadis itu di depan sebuah cafe.
Di dalamnya Dhilla juga celingukan tak sabar menunggu. Wajahnya berubah sumringah seketika saat melihat kedatangan kedua sahabatnya.
" Hai La' . . . " Tiara menyapa Dhilla seraya meletakkan bokongnya di salah satu kursi.
" Hallo bestie, syukurlah bisa jalan bareng ". balas Dhilla tersenyum senang.
" Kalian mo pesan apa?" tanya Hesti yang juga sudah ikutan duduk.
" Terserah deh ". jawab Dhilla dengan santainya.
" Ara ?" Hesti menoleh ke arah Tiara.
" Aku? disamain aja deh ". jawab gadis itu.
" Oke ". Hesti kemudian memanggil salah satu pelayan yang terlihat di dekat mereka untuk memesan.
" Hes, kamu dan Ara rencananya lulus SMA nanti mau lanjut kemana ? tanya Dhilla setelah pelayan tadi menjauh dari tempat mereka.
" Rencananya sih aku mau kuliah di Makassar aja ". jawab Hesti.
" Kalau aku, belum punya rencana apapun soalnya em . . . kalian tahu sendiri kan gimana kondisi keuangan keluarga ku ? " jawab Tiara pelan.
Padahal ia ingin seperti teman lainnya yang bisa berkuliah di Jawa di Jogja misalnya. Tapi apalah daya ia tak punya biaya.
" Aku rencananya mau ke Jogja aja, ikut keinginannya umi sama Abah ". jawab Dhilla.
" Setelah kita berpisah nanti, jangan lupa ngabarin ya ". ucap Hesti sendu.
Pelayan tadi membawakan pesanan mereka.
" Abis dari sini, kita mau ke mana lagi Hes ?" tanya Tiara setelah menggigit roti ditangannya.
" Kita jalan yuk ke pertokoan?" ajak Dhilla mulai bersemangat kembali.
" Boleh juga tuh ".
Ketika mereka sedang menikmati pesanan tadi, beberapa sosok cowok memasuki cafe itu.
Hesti memandang ke arah mereka kemudian tersenyum melihat seseorang yang ada di antara rombongan.
Melihat tingkah sahabatnya, mau tak mau Tiara melirik sebentar. Salah seorang di antara mereka melambaikan tangan ke arah mereka.
Cepat-cepat ia berpaling, merasa kikuk sendiri. Pura-pura memandang ke arah luar jendela.
Tiara tak tahu cowok itu kini melangkah mendekati mereka.
" Hai Hesti, suka nongkrong juga lo rupanya !" sapa cowok itu seraya memperhatikan ketiganya.
" Nggak juga kok, baru kali ini pengen nongkrong bareng mereka ". jawab Hesti.
Ia mendelik ketika mendapati cowok itu asik menatap kedua sahabatnya bergantian terutama Tiara.
" Woy ! biasa aja kali natapnya !" ujar Hesti mengagetkan cowok itu.
" Hehehe sori ".
" Bilang aja kepo, nih aku kenalin. Dhilla, Tiara, kenalin ini sepupu aku, Rey !" ujar Hesti memberikan lampu hijau kepada sepupunya.
Ketiganya bergantian berjabat tangan.
" Udah, nggak usah lama-lama pegangannya. Punya orang semuanya nih !" celetuk Hesti seenak jidatnya.
*****