Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 37. Kejutan untuk Tiara


Rupanya Zian sudah mengambil keputusan yang sulit. Melupakan sosok Tiara yang sudah sukses mengisi kekosongan di hatinya.


Entah kenapa, apakah karena terlalu besar rasa cemburunya saat melihat Tiara bersama dengan teman lamanya atau kah ada alasan lainnya.


Akhirnya Zian mulai berusaha untuk tak peduli lagi dengan semua tentang Tiara. Termasuk tugas untuk melindunginya dari jauh.


Hal ini tak luput dari pantauan Sandra dan Nina yang selama ini selalu gagal mengerjai Tiara.


Mereka seakan diberi ruang untuk melakukan semua niat buruk mereka. Ditambah lagi mereka sudah sangat dongkol karena sudah seminggu ini bos Nayla terus uring-uringan melihat kedekatan Ilham dan Tiara tanpa bisa membalas sakit hatinya karena selalu dilindungi Rio atas perintah Zian.


Tiara dan ilham yang sedang dimabuk cinta seakan lupa dengan keberadaan Nayla di lingkaran hidup Ilham. Keduanya mulai memperlihatkan hubungannya dengan Ilham di sekolah tanpa mempedulikan cemoohan para penghuni di sekolah hingga membuat Nayla geram.


Nayla yang selalu ingin menang kali ini merasa dijatuhkan harga dirinya oleh seorang gadis biasa.


Dan hari ini Nayla dan kedua kaki tangannya akan memberikan kejutan khusus untuk Tiara.


Pagi-pagi sekali ketiganya sudah muncul di sekolah. Mempersiapkan semua atribut untuk mengerjai Tiara. Tidak ada yang sulit bagi Nayla untuk mendapatkan kunci sekolah cadangan.


\*\*\*\*\*


Sekolah masih agak sepi. Baru beberapa siswa yang sudah datang.


Tiara yang selalu diantar Ilham ke sekolah tak punya firasat apapun yang bakal menimpanya hari ini.


Setelah sampai di depan kelasnya, Ilham langsung berpamitan menuju ke kelasnya meninggalkan Tiara yang tak menyadari keadaan di sekitarnya.


Setelah punggung Ilham menghilang dari pandangan, gadis itu pun hendak melangkah masuk ke kelasnya namun sialnya


Saat dia membuka pintu kelas . . .


Ia merasakan sesuatu yang berbau busuk menyiram kepalanya hingga mengenai wajah dan sebagian turun ke area leher dan baju.


Tiara sendiri masih berdiri terdiam di tempatnya berdiri tak tahu harus berbuat apa.


" Oh my God Tiara ! kamu . . kenapa berubah jadi fried chicken gitu? bedanya telurnya udah busuk tuh ! seru salah satu teman sekelasnya yang barusan memasuki kelas.


Tiara berusaha membersihkan adonan tepung bercampur telur busuk yang merembes di wajahnya.


Hesti dan Dhilla yang baru saja tiba di dalam kelas juga nampak shock melihat kondisi sahabatnya.


" Ra, siapa yang ngerjain kamu sih? jahat banget deh ". Hesti nggak rela sahabatnya jadi seperti itu.


" Kita ke toilet dulu yuk, bersihin badan kamu". bujuk Dhilla sambil memegang tangan Tiara menuju ke toilet.


Ketiga gadis itu tak mempedulikan ejekan murid lain yang melihat kondisi Tiara.


Saat Tiara lewat, mereka serempak menutup hidung, ada juga yang tertawa dan mengejeknya dengan kata-kata yang menyakitkan.


Kedua sahabatnya berusaha membersihkan semua adonan tepung berbau busuk itu dari tubuh Tiara. Sayangnya, adonan yang ada di kepalanya sangat sulit dibersihkan karena sudah menempel di sela-sela rambutnya.


" Sekarang gimana ? kalo udah gini mau nggak mau harus mandi sekalian keramas nih. Biar semua yang menempel di rambut bisa bersih". ucap Hesti pelan.


" Iya Ra' mending hari ini kamu pulang aja nanti aku dan Hesti minta ijin ke guru piket". usul Dhilla.


Tiara masih terdiam mencerna perkataan kedua sahabatnya.


" Oke . . " jawabnya pelan. Matanya mulia menghangat mengingat kejadian tadi.


\*\*\*\*\*