Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 67. Duel


Zian tersenyum sinis mendengar bentakan itu. Bukannya pergi ia dan Rio malah merangsek maju memberikan hadiah pukulan dan tendangan kepada para preman sewaan itu.


Tak sia-sia keduanya berlatih ilmu bela diri selama ini ditambah dengan pengalaman mereka berkelahi di jalanan yang sudah tak terhitung lagi.


Buk !


Plak !


Bruk ! Bruk ! Bruk ! Bruk !


Keempat preman itupun ambruk dengan wajah yang tak beraturan lagi. Mereka tergeletak tak berdaya sambil meringis kesakitan memegangi bagian tubuh mereka yang terkena pukulan dan tendangan.


" Sekarang juga kalian angkat kaki dari sini kalau nggak mau jadi penghuni penjara ! Ingat ! jangan pernah muncul lagi di depan gue ! Mengerti ?! gertak Rio.


Mendengar itu, keempat preman itupun saling melemparkan pandangan kemudian dengan susah payah beranjak pergi.


Rio dan Zian sengaja membiarkan mereka lolos mengingat mereka hanyalah suruhan.


Setelah itu Zian bergegas masuk ke dalam toko.


" Selamat datang Zian !" sapa sebuah suara yang sedang duduk dengan santainya di ruang tengah.


Di sampingnya nampak Tiara terbaring tak sadarkan diri.


Diamatinya keadaan gadis itu yang nampak baik-baik saja.


" Tenang aja, gue nggak ada niat berbuat mesum dengan gadis ini. Lo nggak perlu khawatir gitu Zian". ucap Erwin seolah tahu apa yang ada di benak Zian.


" Awas saja kalo lo berani berbuat macam-macam dengan Tiara. Gue pastiin hidup lo nggak bakalan lama !" ujar Zian geram.


Kemudian berjalan mendekati Tiara.


Erwin terkekeh seraya bertepuk tangan.


" Luar biasa, ya ya ya . . . gue udah tahu sepak terjang lo Zian. Tapi sayangnya. . . nggak segampang itu lo bisa deketin Tiara. Lo harus ngelawan gue dulu ! Kalo lo menang, lo bisa bawa Tiara pergi tapi kalo nggak, Tiara jadi milik gue!" tantang Erwin dengan pongahnya.


Rio berniat membantu namun dicegah Zian.


" Biar gue aja, lo jagain Tiara".ucap Zian saat melihat Rio hendak bergerak maju.


Rio memandangnya sekilas seolah ingin meyakinkan ucapan Zian dan dibalas dengan anggukan kepala dari Zian yang bersiap berduel dengan Erwin.


Setelah Rio sudah berada di posisi yang diinginkan Zian, duel pun dimulai.


Rupanya Erwin juga memiliki ilmu bela diri yang lumayan pantaslah ia berani menyombongkan diri di depan Zian. Namun hal itu tak membuat Zian gentar. Dengan mudah ia menghindari semua pukulan dan tendangan dari Erwin.


Ruangan itu jadi berisik karena ulah kedua cowok tampan itu. Perabotan yang ada jadi hancur berantakan. Tiara perlahan menggerakkan tangannya mengucek matanya yang terasa berat dibuka.


Telinganya mulai mendengar kekacauan yang sedang terjadi.


" Tiara, lo udah sadar?" tanya Rio yang sedang berdiri di belakang sofa.


Setelah matanya terbuka sempurna ia melihat Rio yang sedang memandangnya dengan khawatir.


" Rio?" tanyanya tak mengerti kemudian menoleh ke sumber keributan.


" Kak Zian?"


Mendengar namanya disebut oleh suara yang begitu dirindukannya, Zian pun menoleh dan akibatnya. . .


Buk !


Pukulan Erwin mendarat di sudut bibirnya hingga pecah dan berdarah.


Tiara yang melihat kejadian itu langsung berteriak.


" Kak Zian !"


Dengan geram Zian membalas pukulan Erwin dengan sekuat tenaga hingga akhirnya . . .


Buk !


Erwin terhuyung ke samping kanan dengan luka yang sama. Tak puas sampai di situ, Zian menghadiahkan sebuah tendangan ke arah pinggang cowok itu dan akhirnya. . .


Bruk !


Erwin ambruk di lantai.


\*\*\*\*\*