
Tiara masih terdiam mencoba mencerna barisan kalimat yang terlontar dari mulut sosok tampan di depannya.
Apa? calon istri katanya? nggak salah dengar? apa nih orang salah makan tadi pagi?
Benak Tiara penuh dengan bermacam tanya.
"Hei, kok melamun?" tanya Zian membuyarkan semua pertanyaan di benaknya.
" Nggak kak, oke Ara ke kelas dulu ya thanks becandaan kakak barusan". jawab Tiara seraya berbalik hendak pergi dari situ.
" Gue nggak becanda Ra' lihat aja nanti". ujar Zian yang masih sempat didengar Tiara.
Namun gadis itu terus melangkahkan kakinya berlalu pergi. Ia sudah tak mau lagi berharap diistimewakan oleh seseorang. Entahlah mungkin sudah lelah.
Di depan kelas, kedua sahabatnya sedang berdiri menunggunya karena ingin tahu apa yang sedang sebenarnya terjadi.
" Ra, ada apa hubungan apa sih kamu dan kak Zian ?" tanya Hesti saat Tiara sudah berada di dekat mereka.
" Nggak ada apa-apa kok. Tadi itu kak Zian hanya bantuin aku biar nggak digangguin lagi sama kak Ilham dan Nayla". jawab Tiara dengan santainya.
"Tapi dari cara dia menatap kamu tadi sepertinya kak Zian sungguh-sungguh dengan ucapannya lho ". balas Dhilla.
Tiara hanya memutar bola matanya dengan malas seraya mengangkat bahunya tak mengerti.
" Ya udah, lupain aja". ucap Dhilla kemudian.
Ketiganya pun terdiam sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Hai !"
Ketiga gadis itu menoleh ke arah suara tadi.
Ternyata Wisnu yang datang.
" Halo kak Nunu !" balas Tiara seraya melirik ke arah Dhilla.
Yang dilirik hanya melotot ke arahnya.
Tiara jadi terkekeh melihat tingkah sahabatnya.
" Boleh kan gue gabung bareng kalian para gadis yang imut-imut?" canda Wisnu.
" Lebay !" ujar Dhilla sok kesal.
" hehehehe . . . bete banget soalnya tiap hari harus ikut kelas tambahan". curhat Wisnu.
" Dinikmati aja kak, biar nggak stres nantinya". ucap Hesti dengan gaya santainya.
" Dengerin tuh sarannya Hesti". Ucap Dhilla.
" By the way . . kalian udah tahu ini belum?" tanya Wisnu sambil mengeluarkan handphone dari kantong celananya. Wajahnya berubah serius.
" Apaan tuh kak?" tanya Dhilla mulai kepo.
Ketiga gadis itu segera mendekat agar dapat melihat dengan jelas.
Wisnu mulai memutar salah satu video yang tersimpan di galeri handphonenya.
Mulut mereka ternganga saat melihat adegan demi adegan yang terekam dalam video tersebut.
Nampak di sana Sandra dan Nina yang kelabakan saat di dorong masuk ke dalam kolam renang oleh seseorang yang wajahnya tak terlihat karena memakai topi dan kacamata hitamnya.
Setelah itu, sosok misterius itu pun segera berlalu dari situ.
Kedua gadis licik itu sulit untuk berenang karena kaget.
Tadinya mereka sedang asik ngobrol di tepi kolam setelah beberapa menit lalu Nayla masuk ke dalam rumah. Namun tak disangka ada yang mendorong mereka dengan kuat hingga masuk ke dalam kolam yang dingin itu.
Mereka hanya bisa berteriak minta tolong hingga muncullah Nayla yang juga sama terkejutnya mendapati kedua temannya sedang berada di dalam kolam renang.
" Hah?kenapa kalian bisa masuk ke situ?" tanyanya namun tak mendapatkan jawaban dari kedua temannya.
Nayla kemudian memanggil bodyguardnya untuk menolong kedua gadis itu keluar dari dalam kolam.
Keduanya terlihat shock.
" Ada-ada aja kalian ini. Udah ah masuk sana ganti baju dulu". ujar Nayla.