Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 29. Makan Malam


" Kenapa sih anak mama kusut banget mukanya ?" tanya mamanya Nayla saat melihat putri kesayangannya yang pulang dari sekolah tanpa mengucapkan sepatah kata. Begitu masuk ia langsung mendaratkan bokongnya ke atas sofa empuk di ruang tamu.


" Nayla kesel banget ma, sama Ilham". ujarnya dengan wajah cemberut.


" Emangnya Ilham ngapain aja sampe anak mama jadi cemberut gini mukanya?" tanya mamanya sambil membelai rambut panjangnya dengan lembut.


"Ilham lagi deketin adik kelas di sekolah ma. Dia sampe lupa kalo udah punya tunangan".


" Oh, itu toh masalahnya. Baiklah nanti mama telpon papanya supaya bisa ngajarin putra mereka dengan baik. Eh gimana kalo kita ajakin mereka makan malam bareng biar hubungan kamu dan Ilham tambah dekat?" usul mamanya .


" Aaa . . demi apa, mama pinter banget !" seru Nayla dengan semangat. Wajahnya tak muram lagi.


" Nayla seneng banget ma, cepetan deh mama ngundang mereka".


" Baiklah mama telpon ya ". Ucap mamanya seraya mengambil handphone yang sedari tadi tergeletak di atas meja.


" Makasih ma " Nayla mencium pipi mamanya dan bergegas ke kamarnya untuk mencari baju yang pas untuk makan malam nanti.


Seisi lemari dibongkarnya demi mencari baju yang ia yakini akan membuatnya tampil cantik.


\*\*\*\*\*


Sementara itu di rumah keluarga Wiraguna.


Ilham baru saja mengganti pakaian seragamnya. Ia hendak menuju ke ruang tengah.


" Ilham, papa mau bicara sama kamu. Ayo duduk ". ujar papanya yang kebetulan berpapasan dengannya.


" Ada apa pa?"


" Kenapa kamu bersikap begitu dengan Nayla ? kamu kan tunangannya. Berikan dia perhatian biar dia senang. Barusan mamanya negur papa. Seolah papa nggak becus mendidik anak papa".


" Dari awal kan Ilham sudah bilang, nggak mau dijodohin dengan Nayla. Papa aja yang maksa".


" Ilham, semua yang papa lakukan juga untuk keluarga ini. Kamu tega kalau keluarga kita jadi gembel? Emang kamu sudah bisa menafkahi keluarga ini?"


" Tapi pa . .


" Terserah papa, Ilham capek ". ujar Ilham seraya berdiri hendak pergi dari situ.


" Jangan lupa sebentar malam kita diundang makan malam di resto keluarganya Nayla. Nggak ada alasan apapun !". titah papanya.


Ilham hanya bisa mengangguk pasrah lalu berlalu dari situ.


\*\*\*\*\*


Pukul 19.05 WIT


Di sebuah restoran mewah di kota itu.


Nampak Ilham dan Nayla bersama dengan orang tua masing-masing sedang menikmati makan malam bersama. Mereka terlihat menikmati pertemuan itu terkecuali Ilham. Dia terlihat begitu kaku. Berbicara hanya seperlunya saja. Makan malam diiringi dengan senda gurau dan obrolan panjang. Mulai dari cerita tentang perusahaan sampai ke pertunangan.


" Oh ya nak Ilham, setelah lulus SMA nanti rencananya mau lanjutin kuliah ke mana?" tanya mamanya Nayla.


" Maunya papa kuliah ke luar negeri tante". jawab Ilham kalem.


" Iya aku mau Ilham melanjutkan kuliah di tempat yang bagus. Agar setelah menyelesaikan pendidikannya nanti, dia siap terjun ke dunia bisnis". pak Wiraguna menambahkan dengan penuh bangga.


" Ya, itu pilihan yang bagus". puji ayahnya Nayla.


" Kalo gitu, Nayla kuliahnya bareng Ilham aja ya ma pa ". celetuk Nayla manja.


" Idih bilang aja nggak mau jauh-jauh dari Ilham". goda mamanya.


hehehehe


Nayla hanya cengengesan sambil melirik Ilham yang tampak cuek aja.


Makan malam itupun berakhir dengan satu kesepakatan. Ilham dan Nayla akan menikah setelah keduanya menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan.


\*\*\*\*\*