
Sesampainya di rumah Reza berjalan dan diikuti Airin, ia masuk dan disambut oleh tiga pelayan dua bodyguard dan asisten Reza.
"selamat datang Tuan, Nyonya." serempak mereka sambil membungkuk.
"baik, antar nyonya ke kamar, asisten han ikut saya." ucap reza.
"baik tuan." sahut asisten han.
"mari nona.." ucap pelayan itu sedikit membungkuk.
kami berjalan menaiki tangga sesekali pelayan itu mengarah-arahkan segala ruangan-ruangan dirumah itu. tiba didalam kamar ketiga pelayan itu mulai mengemasi koper dan dipindah ke lemari yg besar itu.
'apa itu bajunya Bang Reza? berarti kita sekamar?' ucapku dalam hati.
"nona tugas kami selesai, jika nona butuh sesuatu segera hubungi kami, itu telepon yg menghubungkan ke kami." ucap pelayan itu.
"baik, em siapa namamu?." tanya Airin kesalah satu pelayan.
"nama saya lina nona dan ini kawan-kawan saya, ini rahmi dan ini sari, jika anda ingin dipijat kami akan panggil bi ina untuk memijat nona." lina tersenyum.
"tidak perlu aku cukup beristirahat saja, terimakasih atas bantuannya." ucap Airin tersenyum kecil.
"tidak perlu berterima kasih nona ini sudah menjadi tugas kami, kami izin keluar dulu nona." mereka berjalan keluar sedikit membungkuk.
Airin bergegas membersihkan diri 20 menit ia keluar dan duduk didepan meja rias, ia memulai ala makeup nya, walau ia berias, alami pun ia masih cantik apalagi dengan kulit putih dan rambut coklat sepundak. ia memakai cream malamnya dan selasai ia berjalan menuju keranjang, disaat ia ingin terpejam suara pintu itu membuatnya berdiri kembali.
"Abang." Airin memberanikan diri untuk berbicara dengan suaminya.
"Abang tidur disini?." tanya Airin sedikit takut akan omongannya yg gajelas ini. •yalah gajelas orang udah suami istri masak tidur pisah haha•
"iya kamar dirumah ini hanya satu, lainnya ada dibelakang tempat para pembantu, nanti Abang tidur disofa aja." ucap Reza masuk ke kamar mandi hendak membersihkan diri.
15 menit Reza keluar, ia mendapati Airin yg sudah terbungkus selimut, ia mulai mendekati istrinya itu dan mengusap kepalanya dengan hangat 'selamat tidur' lagi dan lagi reza memberikan salam tidurnya itu.
ia hendak berdiri tapi tangannya terasa ada yg menariknya, Airin menarik tangan suaminya seolah tidak ingin ditinggal pergi haha. 'berarti dia tau kalu aku ngucapin selamat tidur ke dia?' ucap dalam hati Reza.
"Abang boleh tidur disamping aku, tapi ada syaratnya." Airin mulai mendudukan dirinya.
"apa.?" tanya Reza
"janji ga bakal ngapa-ngapain aku." jawab Airin, Reza pun tertawa kecil melihat ekspresi istrinya yg menurutnya lucu nan imut.
"emang Abang mau apain kamu.?" pancing Reza, ia merasa senang mengganggu seorang yg ada didepannya itu.
"ya emm ga maksut aku kalu emm tiba tiba Abang peluk aku." sahut Airin ia merasa malu akan katanya yg tadi ia lontarkan kepada Reza.
"hahahaha kamu ini, Abang tau kamu masih ingin belajar dan menggapai cita-cita mu jadi jangan berpikir yg tidak-tidak." Reza berputar dan membaringkan tubuhnya. letih sekarang yg ia rasakan.
benar apa kata suaminya cita-cita yg menjadi tujuan utamanya sekarang ia harus mencapainya dengan berusaha, tidak untuk berpikir negatif. akhirnya pun mereka terpejam dengan membelakangi satu sama lain.
selamat membaca 🤗