
"Siapa dokter itu?" tanya Yuna memotong. Sang dokter mengalihkan pandangannya pada Yuna.
"Namanya dr. William," jawab Sang dokter. Beliau menjelaskan siapa dr. William, kecerdasan yang ia miliki, penghargaan-penghargaan yang ia raih.
Tuan besar Nugraha mengangguk mendengar nama itu disebut. Beliau tahu dokter itu. Dan memang sangat susah untuk bisa mendatangkannya, bahkan jika dihadiahi dengan istana belum tentu dia mau datang.
Yuna mengangguk mendengar semua penjelasan dari dokter. Kemudian, setelah selesai mereka keluar ruangan.
Wajah Tuan besar Nugraha begitu muram memikirkan kondisi putranya. Dia bertekad untuk bisa mendatangkan dr. William bagaimanapun caranya.
"Pa," Yuna memanggil Tuan besar Nugraha pelan. "Aku akan berusaha untuk membawa dokter William kesini dan segera melakukan operasi untuk Leo. Aku bahkan rela berlutut di depannya untuk meminta bantuan dari dr. William," ucap Yuna dengan genangan air mata.
"Biar Papa yang melakukan itu Yuna," jawab Tuan besar Nugraha. Namun Yuna tidak menjawabnya, ia mengingat sesuatu. Dia mengambil ponsel milik Leo yang ia bawa. Kemudian mencari nomor seseorang. Ketemu.
"Hallo," sapa suara seorang gadis diseberang sana.
"Can we meet up now?" tanya Yuna pada gadis itu setelah ia memperkenalkan diri. Gadis itu dengan senang hati menerima ajakan Yuna. Terlebih, itu karena Yuna adalah istri dari seseorang yang menyelamatkan dirinya.
Yuna pamit pada Papa dan belum sempat Tuan besar Nugraha menjawab Yuna sudah berlari menuju pintu lift. Dia meminta supir untuk segera mengantarnya. Mobil melaju dengan tenang menuju tempat dimana Yuna meminta gadis itu untuk bertemu. Yuna lebih dulu datang kemudian beberapa saat kemudian sang gadis datang.
"Hi. Mrs.Leo," sapa Sang gadis ramah. Dia memperkenalkan dirinya. Edellyn itu namanya. Yuna menjawabnya dengan ramah dan mempersilahkannya duduk. Yuna mengambil nafasnya panjang sebelum ia mengutarakan niatnya. Dia harus bisa membawa dr. William secepatnya.
Pertama, Yuna menceritakan tentang keadaan Leo pasca kecelakaan itu kemudian ia menceritakan tujuan mereka datang ke negara A adalah untuk pengobatan Leo yang mengalami kerusakan syaraf tulang.
Gadis itu menatap Yuna dengan sungguh-sungguh, ia miris dan sangat merasa bersalah pada Leo. Dia merasa bukan hanya berhutang budi tetapi juga berhutang nyawa pada Leo.
"How's he now?" tanyanya rendah. Dia bersedih. Edellyn ingat tragedi malam itu, saat tangan Leo menariknya dan kemudian melindungi dirinya.
Yuna menjawab dengan jujur apa yang terjadi dengan Leo saat ini, bagaimana kondisi Leo saat ini. Mata coklat gadis itu seketika berkaca-kaca mendengar jawaban Yuna. Hatinya ngilu dan perih. Seseorang tengah berada dalam kesakitan karena dirinya.
"What can I do for you?" tanya sang gadis dengan kesungguhan. Dalam hati ia berjanji akan melakukan apapun. Kondisi Leo seperti sekarang ini adalah karena dirinya.
"Do you know dr.William?" tanya Yuna. Gadis itu mengangguk. Ya, dia mengenalnya. Yuna bernafas lega melihat gadis itu mengangguk. Kemudian Yuna menceritakan jika Leo sangat membutuhkan pertolongan dari dokter itu. Saat ini, hanya dokter itu yang bisa menolong dan segera menangani Leo. Jika tidak segera dilakukan operasi, maka kemungkinan besar, Leo akan lumpuh permanen.
Gadis itu mengangguk-angguk dan mengerti. Hatinya juga sakit mendenger cerita Yuna.
"Aku mendengar percakapan mu dengan Leo pagi itu. Nona bilang bahwa, Ayah Nona adalah orang yang bepengaruh di negara ini. Izinkan aku meminta tolong pada Nona. Ku mohon bantu hadirkan dia sesegera mungkin," ucap Yuna dengan permintaan. Dia menatap gadis itu dengan lembut penuh harap.
Gadis itu mengangguk, dia kemudian mengeluarkan ponsel dari saku jaket yang ia pakai. Dia bertukar kata hampir lima menit dengan seseorang di seberang sana.
"Thanks, Miss Edellyn . But i must be back to the hospital," tolak Yuna sopan.
"No problem. I will take you there," jawab sang gadis. Kemudian, ia mempersilakan Yuna untuk masuk ke dalam mobil miliknya. Mereka berbicara tentang keadaan Leo. Dan beberapa saat kemudian, mereka telah sampai pada sebuah lapangan yang luas. Yuna tidak bisa melihat kesekeliling dengan jelas karena saat ia menurunkan kakinya, sudah ada barisan orang yang menyambutnya.
Edellyn dengan senyum mengajak Yuna untuk menemui seseorang. Mereka melangkah melewati barisan orang-orang berjas hitam dan menuju seseorang yang ada di seberang sana.
"Daddy," Edellyn berseru setelah mereka sampai. Dia melompat dan menghamburkan pelukannya pada sosok yang dia panggil Daddy.
Mata Yuna membulat dengan keterkejutan di wajahnya setelah tahu siapa sosok laki-laki yang gadis itu panggil Daddy. Wajah laki-laki itu tak lagi muda, wajahnya sudah menampakkan kerutan tetapi sangat berwibawa. Beliau adalah Giovanni Cathal perdana menteri negara A.
Yuna membungkukkan badannya memberi salam dengan sopan.
Sang Perdana menteri menjawab salam Yuna dengan ramah. Beliau bahkan mengatakan jika senang bisa bertemu dengan Yuna, istri dari seseorang yang menyelamatkan anak gadisnya. Beliau juga mengatakan jika ingin sekali bertemu dengan Leo. Kemudian, beliau mempersilahkan Yuna untuk masuk ke dalam kendaraannya dan mereka akan pergi ke rumah sakit bersama-sama.
Mata Yuna kembali melebar saat ia mengerti kendaraan jenis apa yang akan mereka gunakan untuk kerumah sakit. Tentu saja bukan ikan terbang, atau naga bersayap, itu hanya ada di dalam sinetron televisi negara I.
Gadis itu menggandeng lengan Yuna dan mengajak Yuna untuk masuk ke dalam helikopter pribadi milik Sang Ayah.
Tak butuh waktu lama, helikopter mendarat di atap gedung rumah sakit yang sangat luas. Saat Yuna keluar dari helikopter sudah ada barisan penjaga disana. Dan di tengah barisan itu, ada sosok laki-laki yang melangkah menuju ke arah mereka. Dia membungkuk memberi salam pada Perdana menteri kemudian mereka bertukar beberapa kata sebelum laki-laki itu memperkenalkan dirinya pada Yuna.
Sosok laki-laki yang memiliki postur tubuh tinggi, kulit putih dengan mata hanzel. Dia tersenyum dan memperkenalkan dirinya. Ya ... dia adalah dr. William.
________________
Catatan penulis π₯°π
Hayoooo siapa yang kemarin menebak-nebak ... siapa yang bener tebakannya?? π
Kasih Thor sun manja jempol yaaa... like koment. Ok. Terima kasih mbeb kesayangan ... luv luv.
Maaf kalau ada typo-typo. Mohon koreksinya π₯°π
Ok LANJUTTTTT ... KALIAN LUAR BIASA.
Bersambung ... π