
Tiara kaget mendapati cowok tampan tadi sudah berada di sebelahnya. Dia tak tahu lagi seperti apa warna mukanya sekarang.
" Eh ? hem . . boleh ". jawab Tiara seraya menyambut tangan cowok itu.
" Tiara ". ucapnya kemudian.
" Gue Erwin". balas cowok itu dengan mata berbinar senang.
Tiara buru-buru melepaskan genggaman tangannya saat melihat tatapan kesal Ika di depan sana.
Erwin rupanya paham dengan perubahan wajahnya Tiara.
Tak lama kemudian, ia bangkit berdiri menuju ke arah bebatuan. Tanpa malu-malu ia memperkenalkan diri kepada kak Nia dan yang lainnya.
Nampak Ika tersenyum senang namun tak bertahan lama saat melihat Erwin kembali duduk di sebelahnya Tiara.
" Tiara . . . lo bukan penghuni tetap kota ini kan?" tanya Erwin mencoba mengisi keheningan yang tercipta di antara mereka.
Gaya bicaranya mirip dengan kak Zian, ah . . sedang apa ya cowok gila itu sekarang? seketika benaknya dipenuhi oleh bayangan Zian.
" Hello . . " ujar Erwin sambil melambaikan tangannya di depan wajah Tiara yang termenung.
" Kenapa tadi?" tanya Tiara salah tingkah ditatap seperti itu. Jemari tangannya sudah berubah dingin sejak tadi saking malunya.
" Tadi gue nanya, lo nggak tinggal di kota ini kan?"
" Iya nggak, cuma liburan aja bareng kak Nia dan yang lainnya".
"Oh gitu ya, trus di sini masih lama?"
" Nggak, besok malam udah pulang".
" Kamu sendiri, gimana? emang tinggal di sini atau sama seperti kita yang hanya berkunjung doang?" Tiara balik bertanya.
" Iya sama aja, tapi Minggu depan baru balik".
" Nggak enak juga sih soalnya lusa udah nggak ada lo di sini". balas Erwin sambil menatap lekat wajah Tiara yang imut.
Duh, cewek ini . . . baru kenal aja udah bikin gue klepek-klepek. batin Erwin.
Tiara merasa jengah ditatap seperti itu, iapun buru-buru membuang muka ke arah lain.
Kak Nia dan lainnya mulai berbisik-bisik di bebatuan melihat adegan Tiara dan Erwin. Ika yang juga tertarik dengan Erwin semakin kesal dengan kedekatan mereka.
" Oh, di sini rupanya kucing nakal gue !"
sebuah suara yang begitu ia kenal mengagetkan dari arah belakang.
Sontak Tiara menoleh, kaget melihat Zian dan Rio yang sudah berdiri di belakangnya dengan raut wajah yang aneh.
" Kak Zian?" melihat Tiara yang begitu gugup saat sosok itu muncul membuat Erwin penasaran. Apalagi melihat tatapan tajam Zian ke arahnya memaksa benaknya menerka siapa sebenarnya cowok tampan itu.
" Tiara, ini siapa?" tanya Erwin melihat gadis itu diam saja. Tapi baru saja Tiara hendak menjawabnya Zian sudah keburu memotong ucapannya.
" Honey, pulang yuk ! entar masuk angin lagi kalo kelamaan duduk di sini !" ujar Zian dengan manis namun terdengar tegas. Ia membuka jaket yang dipakainya dan langsung memakaikan di bahunya Tiara yang masih terbengong menatap tak percaya.
Padahal baru saja bayangannya melintas eh sudah muncul aja wujud aslinya, ucap Tiara dalam hati.
" Maaf Erwin, aku pergi dulu ya". ucap Tiara kemudian memberikan isyarat kepada kak Nia yang dibalas dengan jempol tanda setuju.
" Tapi Tiara. . . "
" Hey bro ! lo denger kan ucapannya tadi?" Ujar Rio yang kesal dengan sikap Erwin yang mencoba menahan Tiara.
Erwin hanya bisa menahan kekesalan di hatinya melihat Tiara dibawa pergi.
\*\*\*\*\*