Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Bab 264_Saling Merayu


Pagi hari saat Leo tengah memakai kemeja kerjanya, Yuna mendekat dan mengambil alih apa akan Leo lakukan. Tangannya memasangkan kancing kemeja satu persatu hingga selesai. Leo mematuk pipinya sebentar. Pipi bersemu merah yang sangat ia sukai.


"Jangan pulang terlambat," ucap Yuna. Ia mengambil sisir yang ada di atas meja.


"Baik," jawab Leo. Ia menunduk, untuk membuat Yuna mudah menyisir rambutnya. Kedua tangannya mengusap perut Yuna dengan kasih yang berlimpah dari hatinya.


"Aku ingin bersenandung tentang cinta," ujar Leo.


"Kau mau bernyanyi?" Tanya Yuna.


"Bukan," jawab Leo. "Aku mau berkicau," lanjutnya yang membuat Yuna langsung tertawa.


"Berkicaulah dengan merdu Tuan suami," ucapnya. Tangannya telah selesai menyisir rambut Leo. Kecupan lembut Yuna tinggalkan dikeningnya. "I love you Tuan tampan," ucapnya pelan. Sebuah ucapan yang membuat hati suaminya dibanjiri oleh kebahagiaan. Sangat sederhana cara Yuna untuk membuat sang suami merasa jatuh cinta padanya semakin dalam.


Leo mengangkat wajahnya dengan senyum merekah indah dikedua sudut bibirnya. Tangannya mengulur dan mengusap rambut Yuna dengan kasih. Ia mendekat dan menempelkan bibirnya di kening Yuna. Dengan rasa kasih ia berdoa dalam hati, untuk istri dan anaknya yang masih berada di dalam rahim Yuna.


"I love you too bidadari tercantik ku," ucapnya. Bibir Yuna berkedut menahan senyum. Hatinya dipenuhi kebahagiaan. Saat bersama adalah saat yang paling romantis untuk mereka berdua. Saling merayu, saling tersenyum, saling bergurau dengan cara mereka. Menjaga dan memupuk apa yang telah mereka miliki.


"Aku tidak cantik, lihatlah ...." Yuna memegang kedua pipinya, "Wajahku bulat seperti bakpao kebanyakan pengembang," ujarnya. Leo tertawa terbahak-bahak mendengar itu. Ia mencubit hidung mancung Yuna dengan gemas. Lalu ia mengambil tangan Yuna.


"Aku suka bakpaooo," ucapnya dan ia langsung membuka mulutnya untuk mengigit pipi bakpao milik Yuna.


"Aaa ...." Yuna memekik dan langsung memukul bahu Leo. Ia tertawa kecil dan membiarkan Leo mengigit pipinya. Gigitan manis yang selalu ia suka. "Emmm, bukankah tadi kau bilang ingin berkicau?" Tanya Yuna mengingatkan.


"Aku sudah lupa," jawab Leo enteng. Jari telunjuknya menempel di bibir Yuna. "Bagaimana dengan yang ini?" Tanyanya dengan suara yang khas.


"Bibirku?"


Leo mengangguk, "Ya, seperti makan apa ini?" Tanyanya.


"Seperti nasi goreng, kau sangat menyukai," jawab Yuna. Matanya menatap Leo dengan nakal.


Leo kembali tertawa, "Hu'um, ini bahkan lebih lezat dari nasi goreng," ucapnya. "Jadi apakah sarapan pagi ku adalah ini?" Jarinya mengusap bibir Yuna dengan penuh keinginan.


"Tidak," jawab Yuna dengan sengaja.


"Tidak ada kata tidak," sahut Leo segera dan langsung membuka mulut Yuna dengan satu jarinya. Kemudian, ia menempelkan bibirnya disana. Meliuk dan menari dengan lincah. "Terima kasih, sarapan paginya sayang," ucapnya setelah melepaskan Yuna yang terengah-engah.


"Kau pagi-pagi sudah menggoda ku," ucap Yuna. Tangannya memukul dada Leo pelan.


"Eit, kamu yang menggoda ku lebih dulu," Leo menyanggahnya.


"Kapan aku menggodamu," jawab Yuna, ia berhenti memukul dada Leo dan langsung menghambur kedalam pelukannya. "Sayang aku mencintaimu," ucapnya.


"Hmmm," Leo mengangguk. "Apa kau sedang berusaha untuk membuat ku tidak berangkat ke kantor hari ini?" Tanyanya.


Yuna segera menggeleng, "Tidak, pergi saja. Pulang malam juga tidak masalah. Atau kau mau sehari semalam di kantor? Aaahh silahkan saja Big Boss," jawabnya. Leo terkekeh mendengar itu.


"Untuk?"


"Izin tidak berangkat kerja karena Nyonya muda sedang merayu," jawab Leo.


Yuna tersenyum lebar mendengar itu. Ya, saat ini ia ingin Leo dirumah saja bersamanya. Memanjakan dirinya setiap detik. Tapi kemudian ia mengingat sesuatu.


"Berangkat saja," ucap Yuna, "Esok Ayah dan Nenek kesini. Big Boss libur besok saja," lanjut Yuna.


"Gadis pintar," jawab Leo. Ia meninggalkan ciuman di rambut Yuna. Kemudian, drama pagi penuh rayu berakhir saat Tuan suami berangkat ke kantor.


Yuna melakukan panggilan telepon pada Ayah dan Adel. Rasanya, dia tidak sabar untuk menyambut kedatangan mereka. Yuna belum pernah kembali ke kota K sejak ia Leo menjemputnya dulu. Selain Ayah, Nenek dan Adel, ia juga sangat merindukan makanan khas kota K. Dia memesan banyak sekali oleh-oleh dan itu harus dibeli di toko yang ia maksud.


Pada pukul sepuluh pagi, saat ia dan Bi Sri tengah bercerita seru di ruang tengah, seseorang telah datang. Seorang perempuan yang lembut dan cantik. Dia berdiri di depan gerbang rumah Yuna. Dia menguncupkan kedua tangannya tanda meminta izin agar ia diizinkan untuk masuk kedalam. Dia tahu bahwa keberadaannya pasti diketahui oleh pemilik rumah.


Yuna berfikir sejenak sebelum akhirnya dia mengizinkan Bi Sri untuk membukakan gerbang dan pintu.


Bi Sri dengan patuh segera menerima tamu itu, mempersilahkannya untuk masuk dan menunggu Yuna di ruang tamu.


Yuna sudah menyiapkan hatinya jika nanti ia akan mendengar ungkapan cinta seseorang itu untuk suaminya. Dia mengingat semua kata cinta Leo untuknya, dia mengingat semua hal tentang Leo yang begitu mencintainya. Tidak ada yang harus ia khawatirkan bukan? Yuna menarik nafasnya dengan dalam lalu mengeluarkannya dengan lembut. kemudian, ia melangkah ke ruang tamu untuk menemui seseorang itu.


"Selamat pagi, Yuna," sapa seseorang itu dengan senyum.


"Pagi Alea," jawab Yuna ramah. Ia duduk di sofa berseberangan dengan Alea. Ia memperhatikan wajah Alea dengan perasaan yang bercampur. Wanita ini mencintai suaminya. "Ada yang bisa ku bantu, Alea?" Tanyanya setelah mereka berdua diam beberapa saat.


"Aku kesini untuk meminta maaf pada mu, Yuna," jawab Alea. Ia menatap Yuna dengan rasa bersalah.


Mendengar itu, Yuna mengangguk samar. Ia merapatkan bibirnya. Dalam hati ia berharap agar tidak mendengar ungkapan perasaan Alea pada Leo.


"Yuna, aku meminta maaf. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti hati mu, aku tidak bermaksud untuk menghianati persahabatan tulus yang kau berikan. Rasa ini ada begitu saja, aku sudah mencoba untuk melawannya. Yuna, aku tahu rasaku ini salah dan aku minta maaf. Aku memang mencintainya tapi aku tidak bermaksud untuk mengambilnya dari mu. Aku tahu cinta Tuan muda Lee begitu besar padamu. Semoga kalian selalu menjadi pasangan yang indah. Sekali lagi aku minta maaf," tutur Alea lembut dengan sepenuh hati. Dia telah memikirkan semuanya. Rasa yang ia miliki tidak seharusnya ada.


____


Catatan Penulis


Terima kasih untuk semuanya yang masih setia menunggu kisah ini πŸ₯° Padamu kesayangan πŸ₯°πŸ˜˜


Jan lupa like komen ya kesayangannya Nanas πŸ₯° Yang ada poin Vote juga... 😘😘 Luv luv πŸ₯°πŸ˜˜πŸ™ Terima kasih Sahabat Sebenarnya Cinta 🌹 Padamu πŸ₯°


Hallo Sahabat Sebenarnya Cinta 🌹 Izinkan Author promo novel milik sahabat Author ya. Novel kece berjudul


Boss Come Here Please by.Novi wu


Perempuan Pilihanku by.Ilamy Harsa


Don't Call Me Little Girl by.Fahira