Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 49. Make over


Suasana di dalam kamar Tiara malam ini begitu berbeda.


Di atas meja belajarnya tergeletak alat-alat make up dengan si empunya kamar yang lagi duduk kegerahan menahan diri untuk tetap diam karena tak tahan wajahnya saat ini sedang di permak habis-habisan oleh kak Nia.


Begitulah jadinya kalau cewek tidak pernah di-make up. Berasa aneh sendiri.


Tiara masih nekat menghadiri undangan dari Nayla walaupun sudah mendapatkan ceramah panjang lebar dari kedua sahabatnya.


Yang jelas tekadnya sudah bulat untuk mengakhiri hubungannya dengan Ilham kalau bisa malam ini juga. Hati dan pikirannya sudah cukup lelah dengan semuanya.


Walau sebenarnya itu akan menambah luka yang sudah menganga di hatinya. Setidaknya ia akan terbebas dari cinta segitiga yang hanya akan menyakitinya terus menerus.


" Kamu berhak bahagia Ra. Lebih baik kamu mundur aja dari pada seperti ini terus. Masih banyak kok yang sayang dan peduli sama kamu selain kak Ilham". kata-kata Dhilla siang tadi masih terngiang di telinganya.


" Iya bener Ra, kalau emang bener kak Ilham sayang banget sama kamu pasti dia bakalan perjuangin kamu gimanapun caranya. Bukan menyerah gitu aja di hadapan keluarganya. Percaya deh suatu saat kamu pasti bakal nemuin seseorang yang sayang banget sama kamu melebihi sayangnya kak Ilham". tambah Hesti mencoba menguatkan hatinya.


" Semoga ya ". balasnya sambil menengadahkan wajahnya ke langit seraya tersenyum seolah sedang mengirimkan doa terbaiknya.


" By the way . . makasih banget kalian udah support aku selama ini. Entah apa jadinya aku kalau nggak punya kalian ". ucap Tiara sambil memeluk kedua sahabatnya itu.


Obrolannya dengan kedua sahabatnya tadi masih berkelebat jelas di benaknya.


Lamat-lamat ia menghembuskan napasnya dan kembali tersadar saat merasakan kuas make up yang digunakan kak Nia sedikit mengenai ujung matanya.


" Udah belum kak? nggak usah terlalu menor make-up nya Ara nggak suka". rengek Tiara khawatir wajahnya disulap mirip emak-emak yang mau pergi arisan.


" Diam aja bawel kakak nggak konsen nih". ujar Nia cuek.


Tiara akhirnya menurut.


" Udah selesai . . tara !" suara kak Nia mengejutkannya.


Buru-buru ia mengambil cermin kecil di depannya. Meneliti setiap inci wajahnya yang seolah berubah total.


" What? kok jadinya kayak orang lain ya kak?" tanyanya seolah tak percaya melihat pantulan dirinya di cermin. Di kedip-kedip kan matanya dan bayangan di cermin pun berlaku sama.


" Hehehehe . . jadi cantik dan tambah imut kan?" ucap kak Nia sambil tersenyum senang melihat hasil karyanya.


"Kalau teman-teman yang ngeliat aku kaya' gini pasti mereka nggak bakal ngenalin deh". jawabnya tersenyum puas dengan keahlian jemarinya kak Nia.


" Hidung aku terlihat mancung, hehehe".


" Nah sekarang, buruan ganti bajunya biar kakak lanjutin lagi ngatur rambutnya".


Tiara hanya mengangguk mengiyakan.


setelah itu kak Nia keluar dari kamarnya.


Beberapa saat kemudian selesailah sudah proses make over wajahnya. Tiara pun sudah berganti pakaian lengkap.


" Wah cantik banget kamu Ra". ujar kak Nia memandang adik sepupunya dengan takjub.


" Ah yang bener kak?" tanya Tiara yang masih tak percaya dengan penampilannya malam ini.


" Iya bener . . suer ". jawab kak Nia sambil mengangkat kedua jari tangannya.


\*\*\*\*\*