Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 86. Mager setelah liburan


# Hari terakhir Ujian.


Setelah waktu ujian berakhir, seorang guru memberikan pengarahan menyuruh seluruh siswa berbaris di halaman sekolah.


Beliau mengumumkan bahwa minggu depan nanti akan diadakan perkemahan untuk seluruh siswa.


Ada yang bersorak mendengarnya ada pula yang enggan bereaksi apapun. Termasuk Zian yang terlihat tak ambil pusing dengan kabar itu.


Cowok tampan itu bergegas pulang begitu barisan dibubarkan. Ia hanya ingin mendinginkan sebentar benaknya yang seminggu ini dipaksa menghafalkan berbagai macam materi pelajaran.


Sesampainya di rumah, ia langsung masuk ke dalam kamarnya. Meletakkan tas ranselnya di atas meja belajar, kemudian bergegas menghempaskan tubuh ke atas kasur empuknya.


Karena lelah iapun tertidur.


\*\*\*\*\*


Senin pagi#


Dengan langkah gontai Tiara mulai memasuki gerbang depan sekolah. Rasanya badan mager banget setelah dimanjakan seminggu di rumah.


Kalau tak ingat sebentar lagi ulangan semester akhir, pasti liburnya diperpanjang.


Hehehe


ada-ada saja si Tiara.


Tiba-tiba tangan kekar seseorang sudah melingkar di bahunya.


" Woy, siapa sih ?" tanyanya seraya menoleh ke samping.


" Hehehe".


" Ah kak Zian bikin kaget aja".


" Habisnya, masih pagi udah melamun aja entar kesurupan loh ".


" Ih mana ada? orang nggak melamun kok ". elak Tiara sengit.


" Tuh dari tadi gue ikutan dari belakang tapi nggak nyadar. Kalo bukan melamun apa dong?" Zian nggak mau kalah.


" Lagi males aja, biasanya kan jam segini masih rebahan ".


" Ya ela, libur seminggu doang sombong amat. Gimana kalo libur setahun pasti lupa jalan ke sekolah ".


" Hahahaha, tutup aja skalian sekolahnya".


" Dasar gembel ! lihat aja balasan gue nanti. Tunggu aja tanggal mainnya ". desis Nayla yang cemburu melihat Tiara yang makin dekat dengan Zian.


Gadis licik itu cepat-cepat menyelinap pergi dari situ diikuti tatapan aneh oleh Ilham yang berdiri tak jauh dari tempat itu.


" Apalagi yang dipikirin gadis gila itu?" tanya Ilham dalam hati.


Zian mengantar Tiara masuk ke dalam kelas diikuti tatapan iri plus kagum dari kaum hawa yang ada di kelas.


" Enak banget ya kalian, pagi-pagi udah sibuk pacaran aja". celetuk Hesti dengan santainya.


" Siapa yang pacaran coba? nih orang tiba-tiba aja udah ngikutin dari belakang ".


Tiara melototi sahabatnya.


Padahal dalam hatinya senang banget.


Ah, dasar cewek. Lain di hati lain di mulut.


" Iya tadi sengaja gue ikutin soalnya sepanjang jalan tadi, doi melamun terus. Takutnya nabrak tembok kan


runyam jadinya ". goda Zian.


" Hola !" ujar Dhilla yang muncul diikuti Rio.


" Kok kalian barengan?" tanya Hesti dengan nada aneh.


" Eh, nggak kok. Tadi Rio ada di luar lagi ngintip pas lihat aku mau masuk, ikutan deh". Dhilla menjelaskan dengan penuh hati - hati karena menyadari ada cemburu yang tersirat di sana.


" Oh, gitu to". balas Hesti kikuk jadinya.


" Oke, gue ke kelas dulu ya". pamit Zian seraya tersenyum ke arah Tiara.


" Hoo ". jawab Tiara singkat.


" Rio lo masih mau di sini?" tanya Zian menoleh ke arah Rio yang sudah ada di sisi Hesti.


Rio hanya membalas dengan anggukan.


Zian kemudian pergi dari situ.


" Lain kali kalau mau masuk, masuk aja nggak usah pake ngintip segala. Bikin aku hampir salah paham dengan Dhilla. Maaf ya la, aku nggak bermaksud gitu kok ". ucap Hesti.


\*\*\*\*\*