Sebenarnya Cinta

Sebenarnya Cinta
Part 73 . Usai Libur


Pagi pagi buta Tiara mulai mempersiapkan peralatan belajarnya yang semalam terlupakan. Hari ini ia begitu bersemangat untuk pergi ke sekolah.


Ya, liburan semester ganjil telah usai. Tidak ada waktu lagi untuk rebahan hingga mentari merangkak naik. Sekarang mulai lagi dengan segala macam tugas sekolah yang sudah menunggu.


Ia berjalan kaki seperti biasanya. Melalui rute yang sama.


Melangkah agak cepat karena tak sabar bertemu dengan kedua sahabatnya. Lelah? sepertinya tidak karena jalan yang dilaluinya menurun.


Tiba di gerbang depan, belum banyak siswa yang datang. Di halaman depan masih agak lengang.


"Ara!" sebuah suara terdengar menyapanya. Ia menoleh ke samping.


Deg.


Sosok yang pernah menjadi trending topik di masa lalunya kini berdiri menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Entahlah, gadis itu tak mau repot-repot lg menebak isi pikiran cowok tampan itu.


Tiara hanya diam, mematung di tempatnya. Ilham baru saja hendak melangkah mendekat namun terhenti saat Zian mendadak muncul dari belakang Tiara.


" Hai honey ! pagi amat datangnya !" ujar Zian serta merta tangannya merengkuh bahu gadis itu.


Deg.


Tambah satu lagi nih cowok gila. Umpat Tiara dalam hati. Suasana hatinya mendadak abu-abu dihadapkan dengan kedua sosok itu di halaman sekolah.


Melihat Tiara yang tidak meresponnya, Zian sengaja mengeratkan rengkuhannya.


" Kak Zian !" seru Tiara.


" Hey tenang honey, gue udah kangen banget nih, ke kelas yuk !" ujarnya seraya mengedipkan sebelah matanya.


Tiara hanya mengangguk mengiyakan. Melangkah pergi dengan Zian tanpa menoleh lagi.


Zian hanya menatap sekilas ke arah Ilham dengan sinis. Kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke dalam kelas Tiara.


Ilham tak berdaya melihat pemandangan di depannya. Jujur, ia masih sangat merindukan sosok Tiara.


Zian dan Tiara mulai memasuki kelas...


" Cieee cieee pagi-pagi udah mesra-mesraan aja". celetuk Hesti yang sedari tadi sudah menunggu di dalam kelas.


" Hehehe . . . biar nggak digangguin orang". balas Zian seraya melepaskan rengkuhannya.


" Ya udah, gue pergi dulu ya honey. Hes nitip Ara ya, jagain baik-baik!" titah Zian, mengacak lembut rambut Tiara sebelum melangkah pergi. Membiarkan gadis itu yang masih terdiam seperti orang linglung.


" Siap Bos !" jawab Hesti mulai mengikuti ucapan para pedagang online.


" Hei Ra' duduk dong sini, aku kangen banget". ucap Hesti kemudian menarik tangan Tiara dan memeluknya.


" Aku juga kangen sama kamu dan Dhilla".


balas Tiara setelah Hesti melepaskan pelukannya.


" Dhilla belum datang ya?"


" Iya, kita tunggu aja".


" Oh ya Ra' tadi kenapa?" tanya Hesti kepo dengan jawaban Zian tadi.


Perlahan Tiara menarik napas panjang. Mengumpulkan moodnya kembali yang tadi sempat amburadul di halaman.


" Tadi waktu aku baru sampe di halaman, ada kak Ilham di sana. Dia menyapaku dari jauh. Karena nggak nyangka banget, akhirnya aku hanya bisa terdiam. Eh, mendadak kak Zian datang dari arah belakang, langsung merengkuh bahuku dan ngajakin aku masuk ke kelas. Ya udah aku nurut aja karena khawatir dua cowok gila itu ribut lagi".


" Kamu masih suka ya sama kak Ilham?"


" Nggak tahu juga. Cuma yang aku tahu, beberapa hari ini yang selalu melintas di benakku ya kak Zian ". jawab Tiara jujur.


Hesti mengangguk mengerti karena ia tahu kisah yang sebenarnya.


*****