
Saat mereka mengintip Daniel dan Leny dari balik kertas menu, tiba-tiba Leny melirik mereka karena menurut Leny mereka mencurigakan. Saat akan menutupi wajah mereka namun sayangnya kepala mereka bertabrakan dan mengakibatkan bunyi yang sedikit keras
"Aduh, bodoh sekali" bisik pada temannya
"Kamu itu, menunduk tidak bilang-bilang" jawab teman satunya
"Hehe maaf, Leny tiba-tiba memperhatikan kita"
Daniel sudah tau siapa orang yang dari tadi terus membuntuti mereka berdua, namun dia pura-pura tidak tau agar Leny tidak curiga.
Sebelum Daniel memberikan misi kepada Novi dan Nurul, dia telah memberi tahu ciri-ciri dan foto dari Silvia, agar mereka bisa tau siapa wanita yang mencoba untuk melukai sahabat mereka.
"Aku haus, pesan minum dong" bisik Novi
Nurul menggelengkan kepalanya dan berbisik
"Kamu itu seorang polwan, jangan bertingkah konyol"
Novi terkekeh kikuk dan menjawab
"Aku jika dekat dengan kalian tidak bisa berwibawa. Di tambah permintaan Daniel ini, membuat kita semakin konyol"
Sudah satu Minggu Novi dan Nurul memantau atau menjaga pasangan Syahputra itu, namun tidak ada yang mencurigakan akan adanya bahaya yang menimpa sahabat mereka itu. Karena menurut Daniel sudah aman, jadi Daniel meminta Novi dan Nurul untuk menyudahi tugas mereka dan Daniel mentransfer uang untuk Nurul dan Novi sebesar 1 milyar perorang.
Dan satu Minggu juga Leny tak bosan-bosannya mengikuti sang suami pergi ke kantornya. Semakin hari Leny semakin manja dan posesif terhadap suami tampannya itu. Daniel juga merasa senang kalau sang istri selalu berada disampingnya, namun dia juga memikirkan adiknya Wulan yang selalu tinggal dirumah sendirian.
Disisi lain, Riski dan Windy sedang berada dalam perjalanan menuju pulang ke Indonesia. Betapa rindunya mereka pada keluarga besarnya terutama terhadap Daniel dan Leny yang merupakan sahabat mereka berdua.
Riski dan Windy sengaja tidak memberitahu tentang kepulangan mereka ke Indonesia. Sudah 3 Minggu Riski dan Windy berkeliling Hawaii, dan kini mereka sudah kembali ke tanah kelahirannya.
"Duh gak sabar banget aku melihat ekspresi wajah Leny saat melihat kita pulang" ucap Windy memeluk lengan Riski.
Riski tersenyum dan mengelus kepala sang istri
"Aku juga tak sabar melihat wajah Daniel nanti sayang"
"kita beri oleh-oleh apa suamiku?" tanya Windy
"Kita berikan saja Leny sebuah baju..." bisik Riski
Mata Windy melotot mendengar ide dari sang suaminya itu
"Haha. Ada-ada saja kamu sayang"
Di dalam ruangan Daniel...
Daniel tengah sibuk dengan setumpuk dokumen yang harus dia selesaikan, karena dia juga mengambil alih pekerjaan milik Riski. Jadi dia harus bekerja sangat ekstra.
Leny yang tengah duduk di sofa juga disibukan dengan layar ponselnya. Dia melihat foto-foto bayi yang sangat lucu dalam Instagram pribadinya.
"Sehat-sehat dalam kandungan bunda ya sayang" ucap Leny mengelus perutnya yang semakin membesar.
Tak lupa pula dia melihat-lihat beberapa perlengkapan bayi dan juga desain lucu untuk kamar bayi sampai membuatnya tersenyum sendri.
Leny melihat sang suami tengah sibuk dengan laptop yang berada didepannya itu. Karena merasa tak diperhatikan, Leny langsung berdiri dan berniat untuk menggoda Daniel yang sedang fokus bekerja.
Seperti biasa Leny langsung duduk dipangkuan sang suami yang super sibuk dengan pekerjaannya itu. Daniel juga tak mempermasalahkan kalau istri manjanya itu selalu berada di pangkuannya.
"Sayang, coba lihat ini" ucap Leny manja menunjukkan layar ponselnya kepada Daniel
Daniel hanya menoleh sebentar dan langsung fokus menatap laptop miliknya itu. Leny sampai kesal karena sang suami tidak memperdulikan keberadaan dirinya dalam pangkuannya.
Leny mengeluarkan jurus ampuhnya untuk menggoda suami tampannya itu. Dia menyilangkan lengannya pada leher Daniel, namun Daniel tetap tidak memperdulikan dirinya. Leny semakin kesal karena Daniel tidak memperhatikan dirinya. Namun bukan Leny namnya kalau tidak bisa mengambil perhatian sang suami.
Daniel menghela nafasnya dan menatap Leny dengan senyuman manisnya lalu mencium keningnya, kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali.
Leny hanya memonyongkan bibirnya karena sangat kesal pada sang suami karena tidak memperdulikan dirinya. Sangking kesalnya, Leny langsung menyerang bibir merah sang suami.
Dia terus memainkan bibir indahnya, menyentuh bibir suaminya itu. Semakin lama semakin brutal Leny menciumi bibir Daniel dan membuat Daniel membalas ciumannya.
Leny tersenyum karena berhasil mengambil perhatian suaminya itu. Saat Leny dan Daniel ingin melanjutkan ciumannya mereka, tiba-tiba pintu terbuka dan membuat pasangan Syahputra itu terkejut.
Leny menjadi malu, dia langsung menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang suaminya.
"Astaga mataku ternodai ya tuhan" ucap orang itu menepuk keningnya
"Parah kau!, main buka saja tanpa mengetuk pintu terlebih dulu" ucap Daniel kesal
"Haha maaf-maaf, kebiasaan" jawab pria itu menggaruk tengkuk lehernya
Daniel menatapnya dengan tajam seakan ingin melempar orang itu kelantai bawah karena terlalu kesal dengannya.
"Lihat ini istriku sampai malu kau buat" ucap Daniel kesal mengelus kepala Leny yang masih berada di pangkuannya
"Aduh maaf ya nyonya Syahputra" ucap pria itu cekikikan
"Yaudah aku keluar dulu, jangan lupa kunci pintu" ucap lelaki itu menggoda mereka sambil tertawa terbahak-bahak
Daniel kesal dan berkata
"Hey hey, jangan pergi kau"
Pria itu memutar badannya dan tertawa
"Haha. Aku tidak mau mengganggu pasangan yang sedang di mabuk asmara"
Daniel mengangkat sang istri dan menggandengnya mendekati pria itu. Daniel terus menatapnya dengan kesal karena menggangu kemesraan dirinya dan sang istri.
Daniel dan pria itu saling pandang dan langsung berpelukan melepas rindu satu sama lain.
"Kampret! sudah pulang bukanya memberi kabar" ucap Daniel menepuk-nepuk Riski yang masih dalam pelukannya
Riski dan Daniel melepaskan pelukannya
"Haha biar surprise" jawab Riski
Leny langsung menjewer telinga Riski karena kesal dengannya tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kalau pulang itu beri kabar, dan jangan main masuk aja keruangan orang" ucap Leny geram menarik telinga Riski
Daniel tertawa terbahak-bahak melihat sahabatnya mendapatkan hadiah spesial dari Leny, membuat Riski menatap Daniel dengan kesal
"Haha bagaimana mana rasanya di terkam singa betina yang tengah mengandung" ejek Daniel
Leny menatap Daniel dengan tatapan tajam dan menarik telinganya juga.
"Kamu juga nakal, kenapa tidak mengunci pintunya"
"Ah... ah... ah! ampun sayang, kenapa kamu menyalahkan diriku?, ini kan salah kambing satu ini" jawab Daniel menunjuk Riski.
"Haha kena juga" ejek Riski
Windy yang baru masuk langsung terkejut melihat aksi yang ada didepan matanya. Lalu dia tertawa melihat suami dan Daniel di jewer oleh sahabat baiknya itu.