Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
PENGGANTI


Kedua pihak keamanan itu langsung membawa paksa Sarah dan keponakannya itu meskipun mereka berdua mencoba untuk melawan bahkan sampai menangis pun Leny tetap tidak memperdulikan itu semua karena ia tau betapa tersiksanya para karyawannya dengan perlakuannya Sarah selama ini.


"Akhirnya Tuhan menjawab doa-doa kita selama ini" ucap salah satu karyawannya Leny.


"Iya, akhirnya kita bisa bekerja dengan tenang dan aman tanpa adanya gangguan setan lagi" sambung rekannya.


"Terimakasih banyak nona muda, kami sangat senang anda datang dan bisa membuang kedua hama itu" ucap salah satu dari mereka merasa bahagia.


"Kalian kok ngomong gitu?. Bagaimanapun juga, Bu Sarah itu kan atasan kita" tanya Olivia merasa tak tega.


"Oliv, kamu itu terlalu baik. Sudah jangan kamu khawatirkan dua sampah itu" tegur salah satu rekan kerjanya memegang pundak Olivia.


Para karyawan itu begitu menyayangi sosok Olivia. Bagi mereka Olivia adalah sosok rekan kerja yang baik dan sangat bertanggung jawab pada pekerjaannya.


Namun dari sifat kelembutan hati yang Olivia miliki, justru menjadi sasaran empuk untuk Sarah yang terus memanfaatkan itu dan terus menginjak-injak Olivia selama ini. Hingga membuat seluruh rekan kerjanya Olivia sangat geram dan merasa tidak terima setiap melihat Olivia di lakukan seperti peliharaan si manager kejam itu.


Setelah Leny berhasil membuang Sarah dan keponakannya. Kini suasana di kantor mulai nampak hidup kembali dan senyuman mereka sudah bisa terlukiskan lagi di wajah mereka.


"Jika nona muda tidak berada di sini, mungkin kami masih akan terus berhadapan dengan orang-orang licik itu" ucap salah satu dari mereka.


"Yaudah-yaudah. Gak perlu di pikirkan lagi ya, lupakan masa lalu itu" ucap Leny tersenyum.


"Mungkin ini semua balasan dari Tuhan karena kesabaran dan kebaikan hati dari Olivia yang selama ini selalu di injak-injak oleh manusia yang tak memiliki otak itu" sambung rekannya yang lain.


"Tidak kok, aku tidak sebaik yang kalian pikirkan teman-teman" jawab Olivia merendahkan dirinya.


Leny hanya tersenyum mendengar para karyawannya yang selalu memuji dan sangat menyayangi Olivia. Ia berfikir kalau posisi manager sangat cocok untuk Olivia karena ia tau kalau Olivia menjadi manager, maka ia akan bertanggung jawab.


"Aku mau bertanya, tidak lebih tepatnya ingin meminta saran pada para teman-teman semuanya" ucap Leny bertanya.


"Apa itu nona muda?" tanya salah satu dari mereka penasaran.


"Aku ingin mengusulkan kalau Olivia akan menjadi manager baru kalian" ucap Leny.


"Bagaimana?" timpalnya bertanya.


"Ha?!. Ma...ma..ma.. manager?" Olivia terkejut sampai terbata-bata.


"Itu sangat berlebihan nona muda" ucap Olivia merasa tidak pantas dengan jabatan tersebut.


"Aku tidak bertanya pada pendapat pribadi mu" jawab Leny menyilang kan kedua tangannya.


"Aku sedang meminta saran dari rekan-rekanmu karena mereka yang merasakannya" timpal Leny.


Mendengar saran dari Leny, para karyawan itu saling tatap seakan meminta pendapat dan isi hati masing-masing untuk memikirkan apa yang Leny sampaikan tadi. Lalu mereka semua tersenyum pertanda menyetujui saran yang Leny berikan tadi.


"Jika Olivia yang akan menjadi manager kami yang baru, maka 1000% kami sangat setuju" jawab salah satu dari mereka dengan ekspresi wajah bahagia.


"Ta...ta..tapi aku tidak pantas dengan itu semua" jawab Olivia menolak.


"Oke!. Sudah di putuskan ya" ucap Leny.


"Mulai sekarang Olivia resmi menjadi manager kalian yang baru" timpal Leny memutuskan itu semua tanpa memperdulikan Olivia yang ingin menolaknya.


"Aku merasa tidak pantas dengan jabatan yang begitu besar itu" ucap Olivia mencoba menolak.


"Kami semua sangat setuju dengan apa yang di katakan nona muda barusan" ucap rekan kerjanya Olivia.


"Iya, jabatan ini sangat cocok untuk kamu Oliv. Kamu itu pintar, bertanggung jawab, dan kamu sangat jujur. Menurutku itu semua sudah cocok untuk memenuhi persyaratan" sambung teman lainnya.


"Kami akan sangat beruntung kalau kamu yang memimpin kami di kantor ini" timpal yang lain.


"Aku merasa tidak pantas memimpin kalian semua" tambahnya.


"Aku yakin kamu pasti bisa melakukan" ucap Leny menyemangati.


"Tapi..." ucapan Olivia terhenti karena Leny langsung mematahkannya.


"Tidak ada tapi-tapian. Ini semua sudah keputusan bersama, bukan dari sepihak" ucap Leny memotong.


"Baiklah. Aku akan menerimanya" jawab Olivia yang hanya pasrah saja atas keputusan dari teman-teman kerjanya.


"Terima kasih teman-teman semuanya, aku akan berusaha semampuku menjalankan amanah yang sudah kalian berikan ini kepadaku, mohon kerja samanya dan tolong tegur aku jika aku melakukan kesalahan di kemudian hari" timpal Olivia.


"Jadilah pemimpin yang bertanggung jawab, jangan berbuat semena-mena terhadap rekan kerjanya. Aku tidak ingin kejadian yang sebelumnya terulang lagi" ucap Daniel memberi pesan.


"Iya tuan, saya akan bertanggung jawab. Tidak akan saya sia-siakan kepercayaan yang kalian semua berikan padaku ini. Meskipun ini sangat berat, aku akan menjalani amanah dari teman-teman semua" jawab Olivia berjanji.


"Selamat datang manager baru kita" ucap Leny tersenyum memegang kedua pundak Olivia.


"Terima kasih nona muda, saya akan berusaha untuk menjalani tugas yang sudah anda berikan kepada saya" jawab Olivia tersenyum.


"Jangan terlalu kaku seperti itu" ucap Leny tersenyum.


"Dan ingat!. Jangan panggil aku dengan sebutan nona muda panggil saja Leny" timpal Leny menegur.


"Aku tidak berani melakukan itu. Anda ini adalah istri dari pemimpin kami, tidak mungkin aku bisa memanggil anda dengan sebutan itu" jawab Olivia merasa tidak pantas.


"Hahaha. Yang memimpin kan itu suamiku, bukan aku" ucap Leny tertawa.


"Tidak udah kamu pikirkan. Aku ya aku, suamiku ya suamiku" timpal Leny.


"Bagaimanapun juga anda tetap pemimpin kami" jawab Olivia.


"Kalau aku pemimpin kalian, berarti aku berhak mengatur kan?" tanya Leny dan di anggukan oleh mereka semua namun dengan tatapan bingung.


"Tentu saja nona muda" jawab Olivia tersenyum.


"Kalau begitu, aku memutuskan untuk kamu Olivia!" ucap Leny memegang pundak Olivia.


"Aku memerintahkan kamu untuk tidak lagi memanggil aku dengan sebutan nona muda lagi. Panggil saja dengan namaku" timpal Leny memerintah dengan menggunakan kepimpinan yang ia miliki.


"Ah kamu mah curang. Menggunakan hak kekuasaan hanya untuk itu" jawab Olivia cemberut.


"Hahaha, kan kamu sendiri yang mengatakannya" ucap Leny mengejek.


"Karena aku sudah memutuskannya, maka kamu harus menuruti perintah itu" timpal Leny tersenyum penuh kemenangan.


"Iya-iya, Leny bawel" jawab Olivia memutar bola matanya jengah.


"Nah, gitu dong" ucap Leny tersenyum.


"Kan jadi tidak canggung lagi. Lagi pula kita ini teman" timpal Leny dan langsung memeluk Olivia.


Setelah beberapa saat mereka berpelukan. kemudian Leny tersenyum lalu ia mengumumkan sesuatu pada karyawannya hingga membuat mereka semua merasa sangat senang setelah mendengar pengumuman dari Leny.


"Untuk merayakan atas terpilihnya manager kita yang baru" ucap Leny mengumumkan.


"Aku mengundang kalian semua untuk datang ke hotel kami. Kita akan merayakan kesuksesan sahabat aku ini" timpalnya tersenyum sambil merangkul Olivia, dan membuat mereka semua kegirangan.