Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
CALON PENERUS AKAN HADIR


Setelah Ayu dan Leny membatu Dion kembali keranjangnya, Ayu memanggil dokter untuk mengobati suaminya agar ia bisa lebih tenang meninggalkan sang suami.


Setibanya dokter yang di suruh oleh Ayu keluar tadi, Leny meminta pada mereka agar memeriksa dan menjaga Dion agar ia bisa menemani Ayu untuk memeriksa rahimnya yang di duga Leny kalau di dalamnya ada janin.


"Kita berdoa sama-sama ya, semoga apa yang kita pikirkan benar adanya. Pasti mereka akan sangat bahagia kalau kamu benar-benar sedang mengandung" ucap Leny tersenyum sambil membantu Ayu berjalan karena ia terlihat lemas.


"Iya, Kak" jawab Ayu lesu karena terlalu banyak mengeluarkan energi.


Leny memegangi kedua lengan Ayu untuk membantunya berjalan. Pada saat Leny menggandeng lengan Ayu keluar dari ruangan Dion, mereka berdua menjadi pusat perhatian karena melihat Ayu dengan kondisi tubuh yang lemah dan wajah yang nampak pucat.


Ibu Rani bergegas mendatangi menantunya dan dengan panik ia melihat serta bertanya-tanya pada mereka apa yang terjadi sebenarnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ibu Rani khawatir membelai rambut Ayu.


"Tenaganya habis terkuras karena sedari tadi menantu Ibu ini muntah-muntah terus" jawab Leny tersenyum.


"Apa?, kenapa bisa?" Ibu Rani semakin khawatir.


"Apa pagi tadi kamu ada salah makan sayang?" timpal Ibu Rani risau.


"Tidak ada Bu. Ayu sarapan seperti biasanya kok" jawab Ayu lemas.


"Ibuku sayang, Ibu jangan khawatir. Leny merasa kalau menantu Ibu ini sedang mengandung" sela Leny memotong dengan wajah senang.


"Ma...maksud kamu, di dalam sini ada cucu Ibu?" tanya Ibu Rani sedikit terkejut sambil memegang perut Ayu.


"Itu hanya dugaan Leny saja Bu. Kita harus memastikannya lagi" jawab Leny.


"Kalau begitu segera di periksa sayang" ucap Ibu Rani tersenyum senang.


"Iya Bu, Kakak ipar juga mengajak Ayu bertemu dengan Alvin" jawab Ayu lemas.


"Yaudah ayo sayang, Ibu juga ingin tau kondisi dari Daniel" ajak Ibu Rani menggandeng lengan Ayu. Kini posisi Ayu berada di tengah-tengah antara Ibu Rani dan Leny yang menggandeng lengan Ayu.


Ketiga wanita cantik itu langsung pergi meninggalkan Ayah Leo dan yang lainnya di depan ruangannya Dion. Ibu Rani yang tadinya sedih, kini berubah menjadi bahagia karena mendengar kalau Ayu tengah mengandung, dan dia terus berdoa sepanjang perjalanan menuju untuk menemui Alvin.


"Semoga apa yang kita harapkan memang benar terjadi ya sayang" ucap Ibu Rani menatap Leny dan di balas dengan anggukan serta senyuman oleh Leny.


Ketika sedang berjalan menuju ke ruangan UGD dimana Daniel berada, mereka bertiga melihat Alvin berjalan dan hendak masuk ke dalam ruangan tersebut. Leny langsung memanggil Alvin sontak membuat Alvin menghentikan langkahnya.


"Alvin!" panggil Leny sedikit berteriak.


Alvin berhenti lalu ia menoleh "Ada apa nona muda?" tanya Alvin setelah berbalik badan.


"Bagaimana keadaan suamiku?" tanya Leny setelah ia tiba di hadapannya Alvin.


"Seperti apa yang aku katakan tadi nona. Suami anda baik-baik saja, dan saat ini dia sedang tidur nyenyak. Ya semoga saja tidak mati, hahaha" jawab Kevin tertawa.


"Hus!. Kalau berbicara mulutnya suka sembarangan!, dia itu putra Ibu tau" sela Ibu Rani dan langsung menjewer telinga Alvin.


"A...aduh aduh, ampun Ibu. Alvin hanya bercanda" rengek Alvin kesakitan.


"Hahaha, rasain tu" ejek Leny. Sedangkan Ayu hanya menyengir karena tubuhnya yang masih lemas.


"Awas saja kalau kamu sampai berbicara seperti itu lagi" ancam Ibu Rani geram.


"Iya Bu, gak bakal deh" jawab Alvin menahan rasa sakit.


Tiba-tiba Chelsea datang dan ia terkejut saat melihat sang kekasih sedang dalam keadaan di jewer oleh sosok wanita yang sudah ia anggap sebagai Ibunya sendiri.


"Sayang tolong aku, aku di tindas oleh Ibu" rengek Alvin mengadu dengan wajah yang memelas berharap sang kekasih mau membantu dirinya.


"Pasti karena kamu yang memulainya kan?" tanya Chelsea menebak.


"Iya benar!, dia yang memulainya terlebih dahulu" jawab Leny memotong.


"Mendengar jawaban dari Leny, aku malah mendukung Ibu" sambung Chelsea dan mereka semua tertawa melihat wajah memelasnya Alvin.


Kemudian kedua bola matanya Chelsea mengarah pada sosok Ayu yang terlihat lemas dan wajahnya nampak pucat. Ia merasa khawatir dengan kondisi Ayu.


"Kamu kenapa Ayu?, kamu sakit?" tanya Chelsea khawatir.


"Astaga! sampai lupa" ucap Leny menepuk jidatnya.


"Alvin, aku mau minta tolong padamu untuk memeriksa kondisi Adik ipar ku ini. Aku curiga kalau dia di rahimnya terdapat sebuah janin" timpal Leny menjelaskan.


"Iya aku akan memeriksanya. Tapi tolong lepaskan ini dulu Ibu" rengek Alvin.


"Baiklah Ibu akan melepaskan" jawab Ibu Rani lalu melepaskan jarinya dari telinga Alvin yang nampak me merah.


"Untung aja kamu itu putraku" timpalnya menatap dingin ke arah Alvin dan Alvin hanya bisa menelan ludahnya.


"Apa benar kamu sedang mengandung Ayu?" tanya Alvin sambil terus mengelus daun telinganya yang masih terasa panas akibat perbuatan sendiri.


"Aku harap sih juga begitu" jawab Ayu lemah.


"Kenapa kamu tidak mengeceknya sendiri?, kan kamu juga seorang dokter?" tanya Alvin.


"Pembodohan apa lagi ini?!" sela Leny memotong.


"Apakah tukang cukur rambut, akan mencukur rambutnya sendiri?, apa dia tidak di bantu oleh rekannya yang sesama tukang cukur?. Tidak usah jauh-jauh deh, kekasihmu ini adalah pemilik salon kecantikan. Apa kamu pernah melihat dia memotong rambutnya dengan tangannya sendiri tanpa di bantu oleh para karyawannya?" timpal Leny geram karena ucapan dari Alvin barusan.


"Kamu ada-ada saja deh sayang. Udah tolong cepat kamu periksa keadaannya Ayu, aku takut dia semakin melemah" sambung Chelsea.


"Iya-iya aku akan memeriksanya. Aku tak ingin terus-terusan di keroyok seperti ini" jawab Alvin pasrah.


"Yaudah kita keruangan pemeriksaan janin" timpal Alvin mengajak keempat wanita cantik itu.


Mereka berjalan menuju ke sebuah ruangan yang tak jauh dari tempat Daniel beristirahat. Setibanya mereka di dalam, Alvin langsung meminta Ayu berbaring di atas ranjangnya lalu ia mulai mengecek tubuh Ayu.


Ketiga wanita itu menemani Ayu di dalam, mereka semua berdoa dan berharap kalau Ayu benar-benar mengandung anaknya Dion karena mereka sudah menunggu momen itu.


Alvin tersenyum dan membuat mereka semua bertanya-tanya melihat ekspresi tersebut.


"Selamat ya, sebentar lagi keluarga Syahputra akan memiliki penerus lagi" ucap Alvin tersenyum.


"Apa aku benar-benar sedang mengandung?" tanya Ayu berbinar-binar dan merasa masih belum yakin kalau dia sedang hamil muda.


"Benar Buk dokter. Bukan hanya itu, di dalam rahim kamu terdapat dua janin dan keduanya sehat" jawab Alvin tersenyum.


"Apa dua?, ja...jadi Cucuku kali ini kembar?" tanya Ibu Rani terkejut.


"Iya Bu, selamat ya" jawab Alvin tersenyum.


"Damin akan memiliki Adik kembar?" Leny tersenyum sambil membayangkan putranya bermain dengan kedua Adik kembarnya.


"Terimakasih ya Tuhan, engkau telah menitipkan sebuah amanah lagi di keluarga kami. Bahkan sampai dua" ucap Ibu Rani menangis bahagia.