
Pagi harinya Daniel membangunkan Leny yang tengah tertidur pulas di ranjangnya. Daniel membangunkan sang istri dengan sangat lembut, akan tetapi Leny terlihat masih kelelahan karena permainan yang mereka lakukan malam tadi dengan jumlah 3 ronde.
"Yaudah, kalau Bunda masih capek. Ayah keluar dulu ya" ucap Daniel tersenyum mengelus kepala Leny dan mencium keningnya lalu ia keluar dari kamar hotel mereka meninggalkan sang istri yang masih bermimpi indah seusai mendapatkan jatah dari sang suami.
Daniel keluar dari kamarnya karena ingin menyambut kedatangan Kakak dan Adiknya yang baru saja tiba ke hotel mereka, siapa lagi kalau bukan Rian dan Fauzi beserta keluarganya. Daniel meminta mereka berdua datang karena ia merasa kalau tenaga dari kedua Kakak-beradik itu sangat di butuhkan olehnya.
Rian, Fauzi, Anna, Angel. Mereka berempat di sambut meriah oleh keluarga Daniel yang sudah berada di restoran hotel. Meski baru tiba di negara tersebut, rasa lelah mereka terasa hilang begitu saja ketika melihat keluarga besar mereka tersenyum menyambut kedatangan mereka berempat.
"Wah sudah pada berkumpul ya" ucap Daniel tersenyum sambil mengelus kepala Keyla putrinya Fauzi dan Angel.
"Kak?!" sapa Fauzi dan langsung berdiri dari kursinya lalu mereka berdua berpelukan untuk melepas rasa rindu satu sama lain, begitu pula dengan Rian yang sangat merindukan Adiknya itu.
"Kemana Kak Leny Kak?" tanya Angel pada Daniel yang tengah menggendong Keyla.
"Dia masih tidur" jawab Daniel sambil bermain dengan Keyla.
"Damin?" sambung Ibu Rani mencari keberadaan cucu kesayangan.
"Masih tidur juga Bu" jawab Daniel lagi.
"Tumben sekali Leny belum bangun" ucap Anna penasaran.
"Mungkin dia lelah Kak" jawab Daniel yang masih terus menimang-nimang Keyla yang terkekeh geli karena Daniel terus menciumi dirinya.
"Haaa... Aku paham, aku paham" sambung Fauzi tersenyum penuh arti menatap Daniel dan tiba-tiba Angel mencubit pinggang suaminya itu, membuat Fauzi tersenyum kikuk saja sedangkan mereka hanya menggeleng saja.
"Dia kelelahan karena kemarin kami habis menikmati tempat Festival" sambung Daniel.
"Namun, ada kejadian yang sangat mengerikan" ucap Kevin serius.
"Kejadian apa?" tanya Anna penasaran.
"Ada yang ingin membuat istriku terluka" jawab Daniel memotong.
"Apa?!. Lalu apakah Leny baik-baik saja?" tanya Anna panik.
"Apa Adik ipar tidak apa-apa?" sambung Rian geram.
"Untung saja refleks yang ku miliki masih cepat, aku masih bisa melompat dan menyelamatkannya" jawab Daniel dan membuat mereka merasa lega mendengarnya.
"Tapi, akibat peristiwa tersebut, istriku mengalami syok berat dan ketakutan" timpal Daniel dan membuat mereka menjadi panik lagi.
"Apa yang terjadi pada orang yang ingin membuat Kakak ipar terluka?" tanya Fauzi geram.
"Sudah di eksekusi oleh Kakakmu sendiri" jawab Daniel tersenyum.
"Lagi?" tanya Anna sedikit terkejut dan di anggukan oleh Daniel.
"Anak itu" keluh Anna memegangi keningnya sambil menggeleng.
Leny yang masih memejamkan mata, tangannya menepuk-nepuk ranjang yang ada di sebelah namun tidak merasakan tubuh sang suami bahkan baunya saja tidak tercium olehnya. Perlahan ia membuka matanya, dan bener saja, ia tidak menemukan keberadaan sang suami di dalam kamar mereka.
Lalu matanya yang masih sayup-sayup, tertuju pada sang putra yang masih tertidur pulas di ranjang kebesaran miliknya. Leny tersenyum melihat wajah sang putra yang begitu mirip dengan sang suami.
Tiba-tiba raut wajahnya langsung berubah ketika memory ingatannya tertuju pada sebuah kelompok yang bernama Valkery. Ia juga baru ingat kalau suaminya hari ini ingin menemui pemimpin kelompok itu.
Leny menanyakan keberadaan suaminya kepada resepsionis hotel miliknya dan kedua resepsionis itu memberi tau kalau suaminya sedang berada di restoran hotel bersama yang lainnya. Tentu saja Leny langsung menuju ke restoran hotel milik mereka untuk menemui sang suami dan keluarganya. Ada perasaan gembira saat ia tau kalau suaminya belum pergi menemui pria yang bernama William itu, karena ia juga ingin ikut ke sana dan menghabisi William dengan tangannya sendiri.
Setibanya ia di restoran, ia di kejutkan dengan adanya dua sosok wanita yang sangat ia rindukan selama ini. Dua sosok wanita cantik tersebut adalah Kakak dan dan Adiknya yaitu Anna dan Angel. Dengan buru-buru ia langsung menghampiri Anna dan langsung memeluk sang Kakak sampai membuat Anna sedikit terkejut karena Leny tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Kakak" rengek Leny sambil terus memeluk Anna
"Adikku yang nakal" ucap Anna membalas pelukannya Leny dan membuat mereka yang melihatnya hanya tersenyum bahagia.
"Angel" ucap Leny dan langsung memeluk sang Adik untuk melepaskan rasa rindunya juga.
"Kak" jawab Angel membalas pelukannya Leny.
"Kalian kesini kok gak kasih kabar sih?" tanya Leny cemberut.
"Loh, bukanya suami kamu sudah memberi taunya?. Kan dia yang meminta kami untuk kesini?" tanya Anna balik.
"Mana ada Kak. Suamiku tidak memberi tau apapun" jawab Leny cemberut manja dalam pelukannya Anna. Sedangkan Anna hanya tersenyum sambil terus membelai kepala Leny yang begitu manja jika bertemu dengannya.
"Kan biar surprise Honey" sambung Daniel tersenyum menjelaskan.
"Tadi Kakak dengar kalau kamu kemarin mengalami kejadian yang mengerikan?" tanya Anna yang masih membelai kepala Leny dalam pelukannya dan Leny hanya mengangguk saja.
"Kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Anna lagi merasa khawatir.
"Baik dong Kak. Kan ada Adik kamu yang tampan ini yang selalu melindungi ku" jawab Leny tersenyum bahagia dan Anna ikut tersenyum melihatnya.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja" ucap Anna tersenyum lega sambil memeluk Leny lagi dan mereka berdua saling berpelukan dalam waktu yang cukup lama, sebelum Leny tersadar dengan sang putra yang ia tinggalkan di dalam kamar seorang diri.
"Astaga aku lupa!" ucap Leny menepuk jidatnya.
"Kenapa sayang?" tanya Ibu Rani khawatir.
"Leny meninggalkan Damin di kamar sendirian Bu. Tapi tadi Damin masih tidur sih" jawab Leny.
"Leny ke kamar dulu ya Bu" timpal Leny dan langsung buru-buru kembali ke kamarnya untuk mengecek sang putra yang ia tinggalkan sendirian.
Daniel menghela nafasnya dan ikut pamit untuk menyusul sang istri yang sudah berlari menuju ke kamarnya terlebih dahulu. Ia juga merasa khawatir dengan sang putra yang di tinggalkan seorang diri oleh mereka berdua.
Sesampainya Leny di dalam kamar, ia langsung bisa bernafas lega karena melihat putranya masih tertidur pulas di atas ranjangnya. Lalu ia duduk di pinggir ranjang sambil menunggu sang putra terbangun dari mimpi indahnya.
Tak lama kemudian Daniel masuk dan langsung duduk di sebelah Leny. Leny menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami dan mereka berdua saling bermesraan.
"Bunda pikir, Ayah sudah pergi menemui pria yang bernama William itu" ucap Leny.
"Mungkin belum saatnya Honey. Karena Kak Rian dan yang lainnya baru sampai di sini" jawab Daniel sambil membelai kepala sang istri.
"Lebih baik, Bunda mandi dulu gih. Damin biar Ayah yang menjaganya" timpal Daniel menyuruh Leny untuk segera mandi dan di anggukan oleh Leny. Kemudian Leny langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan sisa keringat yang menempel pada tubuh indah miliknya.
Sedangkan Daniel mengeluarkan ponselnya untuk mencari cara agar ia bisa menemui pemimpin Valkery yang sudah berani membuat istrinya hampir terluka.
"Kau tunggu kedatanganku B4J1NG4N" gumam Daniel tersenyum psikopat.