
Pesta mewah itu sudah mulai memasuki bagian akhirnya yang dimana kedua orang tua dari Damin akan menyampaikan sepatah dua patah kata kepada para tamu undangan yang hadir di acara tersebut.
Keluarga kecil itu berjalan menuju ke podium dan keluarga besar mereka beserta para tamu undangan ikut memeriahkan langkah mereka dengan tepukkan tangan bahagia.
Setibanya mereka di atas podium, pembawa acara atau MC langsung memberikan sebuah microphone kepada Leny. Sedangkan Daniel menggendong Damin yang tengah berusaha ingin merebut microphone yang ada di tangan Ibundanya.
"Ya... para tamu yang terhormat sekalian!. Inilah acara yang sudah kita tunggu-tunggu, yaitu pesan dari kedua orang tua tuan muda kecil kita!. Beri tepuk tangan yang meriah" ucap MC tersebut dan para tamu undangan langsung memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.
"Silahkan nona muda" timpal pembawa acara tersebut setelah mereka semua selesai memberi tepuk tangan.
"Selamat malam semuanya!" sampa Leny tersenyum bahagia.
"Selamat malam nona muda" jawab para tamu undangan itu dengan nada semangat.
"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatannya sehingga kita semua bisa hadir di acara yang sangat membuat saya bahagia ini. Tak lupa pula kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Semoga kita semua bisa mendapatkan syafaat beliau di hari akhir kelak amin ya rabbal Al-Amin. Tidak ada yang bisa saya ungkapkan lagi selain rasa terima kasih saya kepada kalian semua yang menyempatkan diri untuk hadir di acara ulang tahun pertama dari putra kami berdua Damin Lee Syahputra. Terima kasih kepada kedua mertua saya yang sudah memberikan sebuah hadiah yang sangat spesial untuk keluarga kecil kami, yaitu dengan mendatangkan kedua orang tuanya saya. Terima kasih Mama Anita, Papa Yoga, yang turut hadir juga. Kepada Kakakku, Adik-adikku, saudara-saudariku, terima kasih, aku sangat menyayangi kalian" ucap Leny panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca.
"Terima kasih suamiku. Kamu adalah sosok pria yang hebat, Ayah terbaik bagi putra kita, suami yang begitu sabar terhadap sikap dan tingkahku selama ini yang mungkin sering membuat kamu merasa jengkel. Aku bahagia bisa menjadi wanita yang ada didalam hati kamu, menjadi istri kamu, serta menjadi Ibu dari anak-anak kamu. Terima kasih banyak suamiku, aku sangat mencintai kamu" timpalnya menatap Daniel dengan air mata bahagia yang sudah membasahi kedua pipinya. Sedangkan Daniel hanya tersenyum sambil menyeka air mata istri tercintanya itu.
Para wanita di buat ikut menangis saat Leny mengungkapkan isi hatinya kepada Daniel. Mereka sangat senang melihat Leny dan Daniel yang terlihat selalu bahagia.
"Untuk kamu Damin, putra tampannya Bunda. Jadilah pria yang hebat ketika dewasa kelak. Jadilah laki-laki seperti Ayah kamu yang baik, dermawan, suka membantu sesama. Carilah teman-teman yang bisa kamu percaya, yang selalu ada untuk kamu di saat senang maupun susah seperti paman-pamannya kamu yang selalu membantu Ayah kamu dalam keadaan apapun. Tidak perlu memiliki banyak teman, sedikitpun tidak masalah asalkan mereka tulus menerima kamu sebagai teman mereka, bukan karena harta yang kamu miliki kelak. Karena Bunda yakin, ketika kamu dewasa nanti, kamu akan menjadi pria yang akan melampaui Ayah kamu, Kakek-kakek kamu, para paman kamu!" ucap Leny tersenyum dan Damin juga tersenyum menatap Leny seakan ia paham dengan perkataan dari Bundanya.
"Jangan suka pilih-pilih makanan, jauhi minum keras, jangan pernah mencoba mengenal yang namanya obat-obatan terlarang, apa lagi sampai bermain wanita ya sayang!. Contohlah Ayah kamu yang hanya memiliki satu wanita dalam hidupnya yaitu Bunda kamu ini!" timpalnya tersenyum menatap Daniel.
Hanabi semakin kagum melihat Leny yang tengah memberi nasehat pada Damin. Ia semakin yakin kalau Leny dan Daniel memang pasangan yang saling melengkapi serta menjadi contoh bagi pasangan-pasangan yang lainnya.
"Apa Ayah ingin berbicara juga?" tanya Leny.
"Maaf, Bunda malah banyak bicara dan mengambil waktu Ayah untuk berbicara" timpalnya sembari menyodorkan microphone ke arah Daniel karena Daniel tengah menggendong Damin.
"Tidak apa-apa Honey, karena semua yang ingin Ayah sampaikan sudah Bunda wakilkan" jawab Daniel tersenyum.
Suara tepuk tangan terdengar lagi untuk yang ketiga kalinya. Namun kali ini lebih meriah dari sebelumnya.
Lalu MC tersebut mempersilahkan pada keluarga kecil itu untuk kembali ke tempat mereka karena acara mewah itu akan masuk ke penutup.
Daniel dan Leny menghampiri keluarga besarnya yang tengah berkumpul. Kemudian ketiga wanita paruh baya itu langsung menghampiri Leny lalu memeluknya.
Mereka bertiga sangat terharu mendengar kata-kata yang di berikan oleh Leny barusan. Sedangkan yang lainnya hanya tersenyum bahagia melihat kemesraan itu.
"Hebat istri kamu nak, kamu beruntung memiliki dia" ucap Ayah Leo tersenyum menatap keempat wanita yang tengah berpelukan itu.
"Jelas dong Ayah. Daniel benar-benar sosok lelaki yang paling beruntung memiliki dia" jawab Daniel tersenyum bahagia.
"Daniel pikir, dulu Daniel tidak akan pernah bisa menemukan seorang wanita yang sehebat Leny, mengingat pekerjaan yang Daniel milik. Namun ternyata semua itu salah, Tuhan malah menghadirkan sosok wanita hebat dalam hidup Daniel, wanita pemberani, tidak takut apapun, dan bahkan bisa menerima pekerjaan yang Daniel miliki tanpa protes sedikitpun" timpalnya tersenyum.
"Apa kamu pikir hanya istri kamu satu-satunya?. Bagaimana dengan Ibu kamu Rani?, Kakak ipar kamu Anna?, serta Adik ipar kamu Angel?. Bukankah mereka semua tau tentang Dark ******Shadow******?. Bahkan mereka malah ikut merahasiakan itu kepada keluarga mereka masing-masing. Kita beruntung nak bisa memiliki wanita seperti mereka-mereka itu" sela Ayah Leo merasa tak terima.
"Di balik pria hebat, pasti ada sosok wanita yang lebih hebat di belakangnya" sambung Rian.
Perlahan para tamu undangan pada pulang ke tempat mereka masing-masing mengingat waktu juga yang sudah larut malam. Kini hanya tinggal keluarga besar Daniel saja yang berada di dalam gedung besar tersebut.
"Papa dan Mama gak langsung pulang ke Indonesia kan?" tanya Leny dengan raut wajah sedihnya.
"Enggak dong Honey, mereka akan berada di negara ini dan menginap di hotel kita untuk beberapa hari" sela Daniel yang menjawab.
"Iya sayang, yang di katakan suami kamu benar. Enggak mungkin dong Mama langsung kembali ke Indonesia, kan Mama juga sudah lama tidak bertemu dengan cucu tampannya Mama ini" sambung Mama Yuni menjawab.
"Yaudah, kalau begitu sebaiknya kita langsung saja pulang ke hotel. Kasian istriku ini, dia pasti sudah sangat lelah" ucap Dion dan mereka semua setuju mengingat tubuh mereka yang memang benar-benar sudah lelah karena satu harian penuh berada di tempat yang begitu besar itu.