Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
BERTAHAN DI TENGAH HUTAN


Daniel yang tengah memandang shelter hasil karyanya menoleh saat Hyuga memanggil namanya. Ketika Daniel menoleh, Hyuga langsung melemparkan buah apel yang ia petik tadi, dan dengan mudahnya Daniel menangkapnya.


"Aku akan menyiapkan ini dulu" ucap Hyuga menunjukkan beberapa ekor kelinci yang ada di tangannya. Sedangkan Daniel hanya mengangguk sambil menikmati buah yang masih segar pemberian Hyuga.


Di saat Hyuga tengah membersihkan kelinci yang akan mereka santap, Daniel juga menyiapkan api yang masih menyala dan ia menambahkan beberapa batang ranting kering agar api terus terjaga.


Tak lupa pula Daniel membuat penyedap rasa seadanya untuk menambah kenikmatan pada makanan yang akan mereka telan nanti.


Daniel memanfaatkan tanaman yang tumbuh di hutan tempat mereka berkemah, sudah tak terkejut lagi bagi mereka untuk terus bertahan di tengah hutan tersebut karena sudah menjadi hal biasa.


Daging kelinci yang Hyuga dapatkan tadi pun telah usai di bersihkan. Daniel juga masih menggiling bumbu yang akan ia taburi di daging kelinci tersebut.


Di saat Daniel masih menghaluskan bumbu untuk daging panggang mereka, Hyuga pun memanggang daging kelinci yang sudah ia tusuk menggunakan batang kayu yang telah ia basahi dengan air.


"Sudah lama kita tidak melakukan hal seperti ini kapten" ucap Hyuga sambil memperhatikan daging kelinci yang tengah ia panggang. Sedang Daniel hanya diam sambil fokus menghaluskan bumbu tersebut.


"Aku jadi rindu pada saudara kita yang lainnya. Dulu kita sering melakukan hal seperti ini saat Dark Shadow masih aktif dalam misinya" timpalnya tersenyum. Namun Daniel masih tak bersuara, ia malah menyerahkan bumbu yang sudah ia racik tadi pada Hyuga agar daging panggang mereka memiliki rasa yang lebih nikmat.


Setelah selesai dengan urusan bumbunya, Daniel memetik dua buah apel yang di bawa oleh Hyuga tadi. Daniel mendekati Hyuga dan memberikan satu apel yang ia ambil lalu mereka berdua langsung menikmati buah tersebut untuk mengganjal perut yang sudah mulai keroncongan.


Setelah 30 menitan, akhirnya daging kelinci yang mereka panggang tadi pun sudah matang. Aroma sedap dari bumbu yang di racik oleh Daniel tadi menusuk ke indera penciuman mereka berdua membuat cacing yang berada di dalam perut mereka seakan berdemo.


"Kau memang tak pernah gagal dalam membuat makanan menjadi semakin nikmat kapten" ucap Hyuga sambil terus menghirup aroma sedap dari daging kelinci panggang yang sudah matang dan siap untuk di santap.


Karena cacing di perut mereka sudah berdemo dan seakan sampai membakar ban di dalamnya. Jadi mereka berdua langsung menyantap daging panggang itu dengan lahap karena terlalu lezat bercampur lapar yang begitu kuat pada perut mereka.


Enam ekor kelinci yang mereka panggang, dan semuanya habis mereka makan. Bahkan buah apel serta kelapa muda yang di bawa oleh Hyuga jadi telah habis mereka telan.


Kini perut mereka sudah mengeras karena terlalu banyak menelan makanan yang mereka bawa tadi hingga sampai membuat mereka sulit untuk bergerak karena terlalu kenyang.


Mereka berdua duduk di shelter kayu yang di bangun oleh Daniel tadi sambil menatap ke arah api yang masih menyala. Lagi-lagi Hyuga termenung dan pikirannya mengarah pada sang istri yang tengah berada di hotel milik Daniel.


Meskipun ia merasa yakin kalau wanita yang sangat ia cintai itu akan aman jika berada bersama Leny, akan tetapi ia masih merasa khawatir karena Adiknya belum kembali.


Daniel yang menyadari akan hal yang di pikirkan oleh sahabatnya itu, ia hanya menepuk bahu Hyuga untuk menghiburnya.


"Bagaimana aku bisa tenang kapten?!. Kita belum menemukan Adikku, istriku sudah beberapa hari ini belum ada memasukan makanan ke dalam perutnya" jawab Hyuga risau.


"Iya aku paham apa yang kau rasakan, aku juga pernah merasakan hal yang sama pada saat istriku di culik dan kau juga ada di sana juga kan?" ucap Daniel menatap api unggun yang ada di depan mereka.


"Kau tau sendiri apa yang telah terjadi padaku saat aku berada di luar kendali pada waktu itu. Aku hanya tak ingin kau sampai sepertiku" timpalnya.


"Iya, kau benar kapten. Tapi aku juga tau kenapa kau sampai seperti itu" jawab Hyuga.


"Nona muda juga sepertinya bukan seperti wanita pada umumnya. Mental dan keberaniannya mungkin mengalahkan Jasmine maupun Wulan. Jika nona muda di beri latihan bela diri, aku yakin keganasan yang ia miliki akan seimbang denganmu" timpal Hyuga.


"Tapi tidak dengan istriku dan juga Adiknya. Mereka berdua sosok wanita lemah lembut, tidak bisa berbuat apa-apa jika dalam keadaan tertekan seperti apa yang terjadi pada Adik ipar ku ini. Mereka hanya bisa menangis dan berharap ada orang yang bisa melindungi mereka. Berbanding terbalik dengan istrimu kapten. Hal itu yang membuat aku tidak bisa berfikir dengan tenang" ucapnya lagi menjelaskan.


"Berarti kau tau kalau istrimu akan aman jika bersama dengan istriku. Aku yakin dia pasti akan menjaga istrimu dengan sebaik mungkin, walaupun Koury akan terus merengek seperti putraku" jawab Daniel tersenyum mengejek.


"Hahaha, kau pikir istriku sepantaran dengan anak kalian" tawa Hyuga sambil meninju lengan Daniel dengan pelan.


"Oh iya. Menurut pandanganku, sepertinya putramu akan menjadi pria yang akan melampaui kita semua di masa akan mendatang nanti. Dia juga akan menjadi sosok pemimpin pengganti yang jauh lebih hebat darimu, dan banyak kelompok-kelompok yang akan tunduk di bawah kepemimpinannya kelak" timpal Hyuga mengagumi sosok bayi tampan yang bertemu dengannya siang hari tadi.


"Bukan hanya kau saja yang mengucapkan dongeng tentang masa depan putraku kelak. Begitu menyebalkan rasanya saat ada manusia yang sok pintar, bisa meramal masa depan orang lain" jawab Daniel.


"Tapi aku tidak sedang meramalnya kapten. Itu hanya pandangan dari penglihatan ku saja" sela Hyuga membantah.


"Semua orang juga berkata seperti itu, dan sampai membuat telingaku terasa sangat muak mendengarnya" jawab Daniel.


"Namun, jika semua yang kalian doakan itu memang terkabul, aku dan istriku tidak akan memaksa Damin untuk meneruskan apa yang sudah Ayahnya miliki ini. Sebagai orang tua, kami tidak akan melakukan hal yang sama sekali membuatnya merasa senang dan ikhlas meneruskan Dark Shadow. Kami akan mendukung jalan apapun yang di pilihnya kelak, selama masih berjalan di jalan yang benar dan bukan menyimpang dari jalan Tuhan. Kami akan percaya padanya karena itulah tugas kami sebagai orang tuanya" timpal Daniel menjelaskan.


"Apa kau dan nona muda tidak memiliki pandangan yang sama seperti ku?" tanya Hyuga penasaran.


"Kau pikir aku dan istriku adalah seorang peramal?. Kami hanya manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan yang bisa berbuat musyrik seperti itu" jawab Daniel sambil menoyor kepala Hyuga.


"Semua itu sudah takdir Tuhan. Sebagai manusia, kita hanya bisa menjalankan tugas yang sudah di perintahkan, meninggalkan hal yang di haramkan. Lagian usia Damin masih genap satu tahun, masa depan dia masih panjang. Untuk saat ini, yang ada di pikirannya hanya main dan main saja" timpalnya menjelaskan. Sedangkan Hyuga hanya terdiam kagum mendengar perkataan dari Daniel barusan.