Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
KEMBALI MENGAJAR


Mereka semua asyik mengobrol entah apa saja yang mereka obrolkan mengingat Joe yang sudah lama tidak bertemu dengan Daniel. Padahal, mereka cuma 3 hari tidak bertemu. Akan tetapi menurut Joe sudah 3 tahun lamanya mereka tidak bertemu dan bercanda.


"Apa kau benar-benar akan kembali mengajar besok?" tanya Joe memastikan.


"Iya, kau tenang saja. Aku akan datang besok" jawab Daniel.


"Akhirnya aku bisa tenang karena tidak perlu di teror terus oleh murid-murid mu itu" ucap Joe tertawa.


"Akhirnya Daniel Sensei kembali lagi" batin Haruka tersenyum-senyum sendiri.


"Ada apa Haruka?, nampaknya kamu sedang bahagia?" tanya Leny menggunakan bahasa Inggris.


"E..tidak apa-apa kok" jawab Haruka salah tingkah.


Di saat mereka semua asyik mengobrol, tiba-tiba Olivia datang mendekati Leny dan ia berpamitan untuk pulang karena waktu juga sudah mulai malam.


"Leny, sekali lagi terima kasih ya atas acara yang kamu buat ini ya. Aku bahagia banget" ucap Olivia sambil memeluk Leny dan Leny juga membalas pelukan dari Olivia.


"Tuan muda, terima kasih juga ya. Anda memang benar-benar sosok pemimpin yang terbaik" ucap Olivia membungkukkan badannya.


"Tidak perlu sampai seperti ini" ucap Leny mengangkat tubuh Olivia.


Haruka dan Miu hanya bisa bingung melihat ada seorang wanita yang memberi hormat pada Daniel dengan cara yang sampai seperti itu. Mereka yang tidak paham akan bahasa Indonesia, cuma bisa saling tatap seakan penasaran dengan identitas dari Daniel yang sesungguhnya.


"Kenapa dengan wanita ini?, kenapa di begitu sangat menghormati Daniel Sensei?" batin Haruka bertanya-tanya.


"Apa Daniel Sensei bukan sekedar seorang guru saja?" batin Miu penasaran.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu tuan muda" ucap Olivia pamit pada Daniel dan di anggukan oleh Daniel.


Setelah kepergian Olivia, Miu langsung mempertanyakan tentang apa yang ia lihat barusan pada Leny. Sedangkan Leny harus memutar otak untuk mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Miu.


"Leny-san, siapa wanita cantik tadi?. Kenapa dia begitu sangat menghormati Daniel Sensei?" tanya Miu penasaran.


"I..itu hmm dia.." Leny bingung ingin menjawab apa karena sulit untuk ia jelaskan.


"Dia sahabat istriku, dia seperti itu karena dia sangat senang karena telah di undang olehnya di acara pesta ini. Kalau soal tadi, itu memang sudah menjadi kebiasaannya sejak pertama aku bertemu dengannya" jawab Daniel memotong.


"Dia memang sangat sopan dan begitu baik, aku senang kalau istriku memiliki teman seperti dirinya" tambahnya.


"Apa yang di katakan oleh suami kamu itu benar Leny-san?" tanya Miu memastikan.


"Bagaimana aku bisa tau?. Sedangkan aku saja tidak tau bahasa yang kalian gunakan" ucap Leny bertanya balik.


"Yaudah deh, kalau begitu tidak usah di bahas lagi" jawab Miu yang tak mau terus menyudutkan Leny.


Waktu sudah semakin malam, satu persatu tamu yang datang juga sudah mulai kembali ke rumah mereka. Tinggallah hanya Joe serta kedua guru itu yang masih berada di hotel milik Daniel dan mereka masih asyik mengobrol.


Karena sudah malam, Daniel menyuruh Joe untuk mengantarkan kedua wanita cantik itu pulang ke rumah mereka dan mereka akan bertemu besok pagi lagi tepatnya di sekolah milik Joe.


Joe langsung menuruti perintah dari Daniel untuk mengantarkan Haruka dan Miu pulang ke rumah mereka, mengingat arah rumah mereka yang memang sejalan. Jadi tidak jadi Masalah bagi Joe mengantarkan mereka berdua.


_____________________________


Pagi harinya Daniel sudah bersiap-siap berangkat ke sekolah tersebut untuk kembali mengajar para murid-muridnya yang terkenal sebagai kelas kegelapan. Sebelum berangkat, Leny memberi pesan pada Daniel agar tidak membuat orang terluka lagi karena ia sudah lelah mendengar kalau suami tampannya itu selalu membuat orang-orang terluka bahkan sampai kehilangan nyawa.


"Ingat ya suamiku, jangan buat orang terluka lagi. Segera selesaikan masalah kita di negara ini. Aku sudah sangat merindukan keluarga kita yang ada di Indonesia" ucap Leny sambil merapikan pakaian yang di kenakan oleh Daniel.


"Yaudah hati-hati di jalan suamiku" ucap Leny mengantarkan Daniel menuju ke dalam mobilnya.


Setelah pamit dengan sang istri, Daniel langsung menuju ke sekolah untuk segera kembali mengajar para murid-murid nakalnya itu. Sudah banyak pelajaran yang akan ia berikan pada murid-muridnya itu.


Pada saat mobil mewah milik Daniel masuk ke pekarangan sekolah milik Joe, salah satu muridnya yang mengawasi lapangan langsung terkejut melihat kedatangan sebuah mobil yang mereka sangat kenali itu.


"Hey teman-teman, lihatlah siapa yang datang itu?" ucap Saki yang mengintip dari balik jendela.


Mendengar itu, mereka semua langsung bergegas pergi menuju ke arah jendela untuk ikut melihat kedatangan Daniel yang merupakan sosok guru yang mereka rindukan selama ini.


"Ternyata Daniel Sensei masih ingin kembali ke sekolah ini" ucap salah satu dari mereka.


"Sebaiknya kita siapkan sebuah sambutan yang meriah untuknya" sambung Saki tersenyum penuh arti.


"Kamu benar Saki-Chan, dan semoga sambutan kali ini bisa memberikan kesan untuknya" ucap Gunpei tersenyum juga.


Kedatangan Daniel kembali ke sekolah itu mendapatkan sambutan yang positif dari para siswa-siswi yang bersekolah di sekolah itu. Tak sedikit juga guru-guru yang menyambut kedatangan Daniel kembali.


Sesampainya Daniel di ruangan guru, ia langsung di sambut meriah oleh Joe yang sudah lama menantikan kedatangan Daniel kembali untuk mengajar lagi di sekolah miliknya.


"Yang di tunggu-tunggu akhirnya kembali lagi" sambut Joe setelah melihat Daniel yang masuk ke dalam ruangan.


"Selamat datang kembali Daniel Sensei" sambut Miu tersenyum, dan Daniel ikut tersenyum juga.


"Gimana? sudah siap untuk kembali mengajar lagi?" tanya Joe tersenyum.


"Kalau aku tidak siap?, untuk apa aku datang ke sini bodoh?" tanya Daniel balik.


"Lagi pula, tidak ada yang bisa membuat aku merasa akan kalah dengan siapapun yang aku hadapi" timpalnya tersenyum mengejek.


"Hahaha, aku tau kalau kau akan menjawab seperti itu kapten" ucap Joe tertawa.


"Haruka Sensei?" sapa Daniel yang melihat Haruka sedari tadi hanya termenung saja.


"I..iya?" jawab Haruka terkejut.


"Apa kamu sedang sakit?" tanya Daniel.


"Ti...tidak kok" jawab Haruka tersenyum salah tingkah.


"Baiklah, sepertinya aku harus segera pergi ke kelasku. Aku sudah sangat merindukan para murid-murid ku yang bodoh itu" ucap Daniel sambil melihat arloji miliknya.


Setelah berpamitan pada guru-guru yang berada di ruangan mereka, Daniel segera berjalan menuju ke tempat dimana kelasnya berada dan pada murid-murid yang sudah menunggu kedatangan guru mereka.


Para murid-murid Daniel langsung bersiap-siap menyambut kedatangan Daniel setelah mereka memasang beberapa jebakan untuk menyambut kedatangan Daniel lagi.


Namun jebakan yang mereka berikan selalu bisa Daniel gagalkan bahkan jebakan yang mereka berikan justru malah mengenai mereka sendiri seperti jebakan yang mereka berikan hari ini.


Saat Daniel menarik handle pintu, terlihat wajah mereka yang memasang ekspresi penuh kemenangan karena jebakan yang mereka pasang pasti akan berhasil kali ini.


Setelah pintu terbuka, sebuah ember yang berisikan sebuah air, yang sengaja mereka letakkan di atas pintu jatuh ke bawah dan hampir mengenai Daniel namun dengan cepat Daniel langsung menepis ember tersebut dan airnya malah mengenai mereka semua.


"Lagi-lagi, kalian menggunakan jebakan kuno seperti ini?" tanya Daniel menggeleng.


"Mau sampai kapanpun kalian tidak akan bisa mengalahkan ku, jika otak kalian tidak bisa berkembang" timpal Daniel menyilang kan kedua tangannya.