Suamiku Pemimpin Assassin

Suamiku Pemimpin Assassin
MENGIKUTI PERMAINAN


Di saat Daniel tengah sibuk melihat kesekelilingnya, ternyata banyak pasang mata para wanita yang melihat akan ketampanan dirinya. Namun ia tak memperdulikan tatapan dari para wanita yang berada di sana, ia hanya fokus mencari Marcel dan Mario berada.


Lalu tiba-tiba beberapa wanita yang bekerja di tempat itu mendatangi keempat pria yang baru saja datang dan menawarkan mereka pelayanan ekstra, bahkan Daniel sampai di datangi lebih dari wanita penghibur yang bekerja di tempat tersebut.


"Permisi tuan-tuan tampan, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu wanita yang bekerja di tempat tersebut dengan senyuman manisnya untuk menggoda para pelanggan pria yang datang.


"Jika tuan-tuan sekalian ingin mendapatkan perlakuan khusus, kami bisa melayani tuan-tuan hingga membuat tuan-tuan puas kok" sambung rekannya tersebut manis.


Lebih dari 3 wanita yang berada di sisi Daniel, dan hal tersebut membuat Fauzi serta Kevin merasa takut saat membayangkan jika Kakak ipar mereka yang kejam itu berada di tempat itu, pasti kelima wanita yang mencoba menggoda Daniel akan di jadikan bubur olehnya.


"Jika Kak Leny tau kalau suaminya di kelilingi oleh wanita penghibur itu, aku yakin mereka semua akan menjadi santapan lezat" bisik Fauzi ke pada Kevin.


"Kau benar. Untung saja Kak Leny tidak berada di sini" bisik Kevin terkekeh-kekeh bersama dengan Fauzi.


"Apa yang sedang kalian gosip kan?!" tanya Rian geram sambil memukul kepala kedua Adiknya itu.


"Tidak ada Kak, hehehe" jawab Fauzi terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kita jangan sampai tergoda dengan rayuan wanita penghibur di sini. Ingat, misi kita ke sini" ucap Rian memperingati kedua Adiknya tersebut.


"Iya, Kakak tenang saja. Kami tidak akan tergoda dengan wanita-wanita ini, bahkan istriku jauh lebih cantik dari mereka semua" jawab Fauzi tersenyum penuh keyakinan.


"Tidak ada yang bisa menggantikan Wulan dalam hatiku Kak" sambung Kevin ikut tersenyum.


"Bagus. Sekarang kita harus fokus mencari kedua sampah itu" ucap Rian sambil merangkul bahu dari Adik-adiknya itu.


Setelah beberapa saat mereka berempat melihat keseluruhan tempat tersebut, tak lama kemudian kedua pria yang mereka cari datang dan langsung pergi menuju ke sebuah tempat yang berada di lantai paling atas, di temani dengan beberapa pengawal berbadan besar serta otot yang kencang.


"Lihat, lihat. Itu pemilik tempat ini" bisik salah satu pengunjung.


"Iya. Dengar-dengar mereka berdua adalah sosok Ayah dan Anak, mereka juga yang memegang kekuasaan di kota ini" sambung rekannya.


"Lebih baik kita jangan sampai berurusan dengan mereka, kalau kita masih ingin menghirup udara segar" tambah pengunjung lain.


Daniel terus memperhatikan kedua pria yang terus berjalan dengan beberapa orang pengawal di belakangnya.


"Pasti mereka orang yang di katakan oleh Betran tempo hari" batin Daniel sambil terus memperhatikan kedua pria itu sampai masuk ke dalam sebuah lift.


"Nona-nona yang cantik" panggil Daniel tersenyum, dan senyuman dari Daniel membuat para wanita itu meleleh.


"Kalau saya boleh tau, siapa kedua pria itu?, kenapa mereka berdua di kawal beberapa bodyguard?" tanya Daniel tersenyum.


"Me...mereka berdua tuan Marcel dan tuan Mario. Mereka adalah pemilik tempat hiburan ini" jawab salah satu dari wanita itu sampai merasa gugup saat melihat senyuman yang diberikan oleh Daniel.


"Bagaimana caranya agak aku bisa bertemu dengan ke dua orang hebat itu?" tanya Daniel lagi.


"Sangat sulit untuk itu tuan. Apa lagi jika orang itu hanyalah orang biasa dan tidak memiliki latar belakang atau kemampuan apapun, sangat mustahil untuk dapat bertemu dengan mereka berdua" jawab salah satu dari mereka.


"Anda harus mencolok dan membuat mereka berdua tertarik pada kemampuan yang anda miliki tuan" jawab salah satu dari wanita penghibur tersebut.


"Namun, setelah mereka berdua setuju untuk bertemu dengan tuan, masih ada hal yang harus anda lewati lagi" timpal wanita itu.


"Maksudnya?" tanya Daniel penasaran.


"Setelah tuan Marcel dan tuan Mario setuju untuk bertemu dengan anda, anda harus menghadapi para pengawal yang mengawal mereka berdua" jawab wanita itu.


"Jika anda menang saat melawan para bodyguard milik tuan Marcel dan tuan Mario, barulah anda bisa menemui kedua orang itu" jawab wanita cantik itu.


"Baiklah aku mengerti, terima kasih" jawab Daniel tersenyum.


Lalu Daniel mengambil sesuatu dari dalam jas yang ia kenakan. Ia mengambil segepok uang yang berwarna merah lalu ia memberikan uang yang berjumlah sekitar 10 juta rupiah lebih kepada wanita-wanita yang menghampiri mereka berempat tadi.


"Terima kasih atas informasi yang sudah kalian berikan. Ambil ini, dan kalian boleh pergi" ucap Daniel.


"Tapi tuan, kami sama sekali belum memberikan pelayanan kami kepada kalian" ucap wanita itu ragu-ragu ingin menerima uang yang di berikan oleh Daniel.


"Tidak masalah. Kami semua tidak butuh itu" jawab Daniel.


"Lebih baik kalian melayani pengunjung lain saja. Lagi pula kami tidak membutuhkan pelayanan dari kalian sama sekali" timpalnya


Dengan ragu-ragu mereka menerima pemberian dari tangan Daniel lalu para wanita itu langsung pergi menuju ke tempat yang lain untuk mendapatkan pelanggan lagi.


"Baiklah tuan, terima kasih atas kebaikan kalian" jawab salah satu dari mereka mewakili rekannya.


"Kalau begitu kami permisi" timpalnya dan di anggukan oleh Daniel.


Setelah para wanita penghibur itu pergi dari tempat Daniel berdiri, barulah mereka berempat melakukan misi selanjutnya dengan mengikut permainan yang tersedia di tempat hiburan tersebut.


"Kalian semua sudah dengar apa yang di sampaikan oleh wanita-wanita itu kan?" tanya Daniel.


"Semua sudah tercatat di otak kami Kak" jawab Fauzi tersenyum.


"Kalau begitu, kita harus bermain di sini, dan harus memenangkan setiap permainan yang ada di tempat ini agar kita bisa bertemu dengan kedua sampah itu" ucap Daniel.


"Okey" jawab mereka bertiga secara bersamaan.


Lalu mereka berempat langsung mengikut permainan-permainan yang tersedia di tempat hiburan milik Marcel dan Mario. Walaupun mereka sudah tau kalau semua permainan yang berada di tempat itu tidak ada yang jujur, dan hanya ada sebuah kecurangan agar pemilik tempat itu terus menang. Akan tetapi tidak ada masalah sedikitpun untuk Daniel karena ia membawa Caty dan Mery yang merupakan peliharaan ghaib miliknya, agar bisa membantu ia memenangkan setiap permainan.


Benar saja, Daniel mampu memenangkan semua permainan yang ia mainkan di tempat tersebut dengan bantuan dari Caty dan Mery dengan sangat mudah, sampai-sampai membuat lawan mainnya selalu menyerah.


Melihat kondisi yang semakin memburuk dan bahkan bisa merugikan tempat tersebut, salah satu dari bandar yang bekerja di tempat hiburan itu pergi untuk melapor pada Marcel dan juga Mario yang tengah berada di tempat mereka.