
Sudah satu Minggu berlalu setelah kejadian yang membuat pria kembar itu terluka. Akan tetapi setelah satu Minggu beristirahat tubuh kedua pria tampan itu sudah pulih.
Hari ini tepat dimana Leny berjuang mengeluarkan putranya dari dalam rahimnya tepatnya satu tahun yang lalu. Ya, tentu saja hari ini adalah hari kelahirannya penerus keluarga Syahputra yaitu Damin Lee Syahputra.
Keluarga besar Daniel begitu semangat untuk merayakan hari bahagia tersebut. Apalagi sang Nenek yang begitu antusias membuat pesta ulang tahun untuk Cucu pertamanya itu.
Ia ingin membuat sebuah pesta yang sangat besar, mungkin bahkan lebih besar dari ulang tahunnya Daniel ketika menginjak usia 20 tahun.
Hadiah yang ia siapkan untuk cucunya tidaklah murah dan main-main. Secara diam-diam ia membeli helikopter untuk hadiah yang akan di berikan pada Damin.
Tak ada satupun yang tau kalau Rani sudah membeli sebuah helikopter untuk hadiah ulang tahun cucunya itu. Bahkan suaminya saja tidak ia beri tau.
Tak hanya sang Nenek, ternyata Kakeknya Damin juga menyiapkan sebuah hadiah spesial dan bahkan tak kalah mahalnya dari hadiah yang akan di berikan oleh istrinya.
Hadiah spesial itu adalah sebuah pesawat remote control. Jumlahnya lebih dari satu dan harga dari hadiah tersebut hampir mencapai 500juta.
Kakek dan Neneknya Damin sudah tak sabar ingin memberikan hadiah-hadiah tersebut. Akan tetapi harus mereka tahan mengingat acara pesta mewah itu belum di mulai, bahkan masih dalam tahap dekorasi.
Pesta mewah itu akan di gelar di salah satu gedung yang sangat besar dan begitu mewah milik Daniel. Akan banyak tamu penting yang pastinya akan datang ke acara tersebut mengingat kalau yang sedang berbahagia adalah putra dari pria nomor satu di Asia.
Semua orang yang terlibat terlihat sangat sibuk. Para bawahan Daniel juga bersiap siaga menjaga keamanan di berbagai sudut gedung tersebut.
Tak lupa pula Daniel juga mengundang murid-muridnya serta para guru yang berkerja di sekolah milik sahabatnya yaitu Joe.
Takaoka sangat bahagia saat ia tau kalau dirinya di undang oleh Daniel sosok pria hebat yang kini menjadi panutannya. Ia begitu bersemangat mengajak sang istri yang juga begitu mengidolakan sosok pria yang sudah menyelamatkan hidupnya beberapa tahun yang lalu.
"Jangan sampai ada yang cacat ya!. Aku tak mau ada hal itu di pesta cucuku nanti" ucap Ibu Rani pada seluruh orang-orang yang bertugas mendekorasi gedung tersebut.
"Baik nyonya besar!" jawab para bawahannya.
"Periksa semua tempat-tempat yang penting, sound sistem juga jangan sampai ada yang rusak. Pokoknya jangan ada satupun yang terlewatkan, paham?!" tegas sang nyonya besar tidak lain ialah neneknya Damin.
"Siap nyonya!" jawab para orang-orang yang sudah memiliki tugas masing-masing.
"Lihat itu Nenek kamu sayang, beliau begitu bersemangat hanya demi untuk menyempurnakan pesta ulang tahun kamu yang pertama" ucap Leny pada putra yang berada dalam gendongannya.
Ayu yang merasa bosan karena mertuanya menyuruhnya untuk diam dan menyaksikan saja, berniat ingin ikut membantu. Namun langsung di tahan oleh Leny karena ia tak ingin Adik iparnya itu sampai kelelahan.
"Kamu mau kemana?" tanya Leny saat melihat Ayu berdiri dari kursinya.
"Aku bosan Kakak ipar, aku juga ingin ikut membantu" jawab Ayu mengeluh.
"Ingat apa kata Ibu tadi!. Kamu di perintahkan untuk duduk manis saja di kursi itu. Aku sudah di berikan amanah darinya untuk menjaga kamu agar tak mengerjakan apapun itu!" ucap Leny tegas.
"Kamu tidak usah khawatir Kakak ipar. Adik ipar mu ini adalah seorang dokter, jadi aku tau apa yang harus aku lakukan agar calon bayi di perutku ini baik-baik saja" jawab Ayu tersenyum.
"Aku takut Ibu akan marah padamu, jika dia tau kalau menantunya yang tengah hamil muda, sedang mengerjakan sesuatu?" tanya Leny khawatir.
"Aku tak ingin terjadi apa-apa pada kamu dan calon Adiknya Damin itu" ucap Leny khawatir.
"Tidak akan Kakak ipar, aku dan calon Adiknya Damin pasti akan baik-baik saja kok" jawab Ayu tersenyum manis.
"Yaudah. Tapi jangan berkerja terlalu berat, jika lelah istirahat, tidak usah memaksakan diri" ucap Leny memperingati.
"Hehehe, iya Kakak ipar ku" jawab Ayu tersenyum sambil mencubit kedua pipinya Leny dengan gemas, dan Leny hanya tersenyum.
"Mama permisi dulu ya sayang" ucap Ayu mencium pipi Damin dan langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Hey Dion!, kamu hanya makan dan diam saja melihat istri kamu yang sedang mengandung kedua bayi kamu itu mengerjakan dekorasi?!" tanya Leny geram pada sang Adik iparnya yang hanya mengunyah makanannya saja.
"Habis itu, aku harus berbuat apa Kak?" tanya Dion merasa tak berdosa dan mulut yang masih di penuhi dengan makanan.
"Ya kamu bantu dong!. Jaga dia, jangan sampai calon bayi kalian sampai kenapa-kenapa!" jawab Leny geram.
"Bentar Kak, nanggung" jawab Dion santai dan melanjutkan aktivitas mengunyahnya, membuat Leny semakin geram.
"Bangkit dari situ, atau kursi ini masuk kedalam mulut kamu!" ancam Leny geram sambil mencengkram sebuah kursi besi yang ada di depannya.
"I..iya Kak iya" jawab Dion ketakutan dan langsung bangkit dari duduknya.
"Punya Kakak ipar kok galak banget" gumam Dion sembari berjalan menuju sang istri.
"Apa yang kamu katakan tadi?!" tanya Leny geram karena mendengar celotehan yang keluar dari mulut Adik iparnya itu.
"E...e...eh, ti...tidak ada kok Kak hehehe" jawab Dion cengengesan ketakutan dan langsung berlari menuju sang istri.
"Awas aja ya kamu!" ancam Leny sedangkan Dion hanya tertawa.
Leny hanya bisa tersenyum bahagia melihat orang-orang yang begitu bersemangat menyelesaikan persiapan untuk pesta ulang tahun putranya itu.
Tiba-tiba Daniel datang dan langsung memeluk sang istri dari belakang. Perlakuan itu membuat Leny sedikit terkejut karena secara tiba-tiba sosok pria tampan yang sangat ia cintai itu memeluknya dari belakang.
"Ayah ini, buat terkejut saja" ucap Leny gemas, dan Daniel malah semakin memeluk istrinya semakin erat.
"Ayah darimana saja?, kok baru kelihatan?, dari pagi tadi loh?" tanya Leny penasaran.
"Ada urusan Honey" jawab Daniel santai dan terus menciumi pundak sang istri.
"Iya urusan apa suamiku?!" tanya Leny semakin penasaran.
"Apa masih ada kaitannya dengan orang yang hampir membuat Bunda terluka beberapa Minggu yang lalu?" Leny semakin penasaran.