
Silvia terus mengejar pria yang menurutnya kalau itu adalah sosok pria yang selama ini ia cintai. Ketika sudah dekat dengan pria itu, dengan cepat Silvia langsung menarik lengan lelaki itu dan membuat pria itu langsung menghentikan langkahnya.
"Ada apa mbak?" tanya pria itu merasa tidak mengenali sosok wanita yang tengah memegang tangannya
"Bener dugaanku!, kamu Danielnya aku" ucap Silvia merasa bahagia
ketika Silvia ingin memeluk pria yang sangat mirip dengan Daniel itu, namun pria itu langsung mundur satu langkah untuk menghindar dari pelukan Silvia
"Maaf mbak!, sepertinya kamu salah orang" ucap pria itu mengangkat kedua tangan seperti menahan Silvia agar tidak mendekat.
"Apa maksud kamu?, apa kamu tidak mengenali diriku?" tanya Silvia merasa kecewa
"Iya memang aku tidak kenal dengan kamu" jawab pria itu merasa yakin
"Bohong!" ucap Silvia tak terima
"Aku memang tidak mengenal kamu!" ucap pria itu serius
"Ada apa ini?!" tanya seorang wanita setelah keluar dari dalam ruangannya
"Ah Sayang!" ucap pria itu langsung merangkul pinggang wanita yang baru tiba
"Ada apa Sayang?, apa kamu mengenal wanita ini?" tanya pasangan dari pria itu
Pria itu mengangkat kedua bahunya dan menjawab "Entahlah Sayang!, aku tidak pernah bertemu dengannya"
"Nona cantik!, tolong jangan ganggu calon Suami saya" ucap wanita itu memperingati Silvia
"Ha?! calon Suami?!. Bukanya kamu sudah memiliki seorang Istri?, dan Istri kamu sudah hamil besar?!" tanya Silvia merasa tak percaya
"Apa yang kamu katakan nona?, pria ini belum menikah!. Hanya aku satu-satunya wanita yang ia cintai." ucap wanita itu tak terima
"Sudahlah! jangan berakting lagi!" ucap Silvia semakin bingung
"Siapa yang sedang berakting?!, apa yang kekasihku katakan semuanya itu nyata!" ucap pria itu sedikit kesal
"Aku tau kalian hanya berakting untuk menipuku kan?!" ucap Silvia semakin kesal
"Kalau kamu bukan Daniel, lantas siapa kamu hah?!, wajahmu sangat mirip dengannya!" tanya Silvia semakin jengkel
Pria itu menghela nafasnya dan berkata "Aku Dion!, dan ini Ayu!. Calon Istriku"
Silvia tertawa tak percaya dan menggelengkan kepalanya "Haha, tidak, tidak!. Kamu Danielnya aku!, jangan berbohong!"
"Nona tolong ya!, jangan buat keributan. Ini rumah sakit!, bukan pasar!" protes Ayu tak terima dengan perlakuan Silvia
"Kamu diam saja!. Kamu pasti hanya wanita bayaran saja kan?!. Kamu di bayar mereka hanya untuk membuatku agar bisa semakin menjauh dari pria ini?!" tanya Silvia dengan nada yang sedikit meninggi
"Jaga bicaramu nona!. Aku memang benar-benar tunangan Dion!. Jangan memfitnah orang, itu bisa jadi pencemaran nama baik!" ucap Ayu tak kala emosi
"Sudah mengaku saja!. Berapa kamu di bayar oleh mereka?!, akan ku bayar kamu 2 atau 3 kali lipatnya asalkan kamu mau mengakuinya" ucap Silvia merasa tak percaya
"PLAKK" (Ayu menampar Silvia)
"Jaga bicaramu ya!, aku dan Dion memang sepasang kekasih yang sebentar lagi akan menikah!. Aku juga tidak butuh uang h4ram milikmu itu!" ucap Ayu emosi merasa tak terima
"Mbak!. Tolong jangan buat aku melakukan hal kekerasan dengan kamu!" ancam Dion tak terima karena kekasihnya sudah di hina
"Kalian masih tidak mau mengaku juga?!" tanya Silvia semakin jengkel
"Apa yang harus kami akui hah?!. Ini memang kebenaran!, untuk apa kami membohongi orang yang sama sekali tidak kami kenal" jawab Ayu ikut emosi
Pria yang menjadi korban tabrakan mobil dari Silvia tadi tiba-tiba datang dan membuat keributan di antara ketiganya terpaksa harus terhenti.
"Dasar kau wanita aneh!. Bukannya semakin sembuh, malah kau buat semakin sakit" protes pria itu susah payah untuk melangkahkan kakinya
"Astaga Ronny!, ada apa denganmu?!" tanya Ayu terkejut melihat teman SDnya terluka
"Ini Yu!. Wanita ini telah menabrakku hingga membuat seluruh tubuhku terluka semua" jawab Ronny mengadu
"Tidak apa-apa Ronny!, yang penting kamu harus sembuh dulu" jawab Dion menepuk pundak Ronny
"Aku rasa wanita ini dalam keadaan mabuk bos" ucap Ronny merasa curiga dengan Silvia
"Mengapa begitu?" tanya Dion penasaran
"Waktu dia menabrakku, saat itu lampu rambu lalu lintas sedang merah. Tapi wanita ini seakan tak menyadari itu sehingga ia menabrakku" jawab Ronny menjelaskan
"Pantas saja dia menjadi sedikit aneh begini" ucap Ayu menyilangkan kedua tangannya dan terus menatap Silvia tanpa berkedip
"Kalian yang sedang mabuk!. Sampai-sampai kamu tidak mengenaliku" protes Silvia menunjuk ke arah Dion
"Kami memang tidak mengenali kamu!" jawab Ayu tak mau kalah
"Tega kamu Daniel!, kita dulu teman sekelas waktu di Jepang!" protes Silvia dengan wajah sedihnya
"Hoi!. Sudah akting nangisnya?, aku harus di obati ini" ucap Ronny dengan malas
"Jangan dengarkan dia!. Ayo tolong periksa luka-lukaku, aku takut ini akan parah" timpal Ronny
"Dan kau!. Jangan coba-coba untuk melarikan diri!, jika kau mencoba untuk kabur, maka seluruh anak buahku akan mencarimu sampai ke dalam lubang semut sekalipun" ucapnya lagi
Silvia mengibas-ngibaskan tangannya dan berkata "Baiklah-baiklah!. Kau tenang saja, aku yang sudah berkata akan bertanggung jawab, maka aku tidak akan mengingkarinya.
"Bagus kalau begitu!" ucap Ronny tegas
"Yaudah ayo kita periksa luka kamu Ron" ajak Ayu ke kamar rawat
Sedangkan Dion dan Silvia menunggu mereka di luar, dan ini menjadi kesempatan bagi Silvia untuk meminta penjelasan pada pria yang menurutnya itu adalah Daniel.
"Hanya ada kita berdua saja di sini!, sekarang kamu tidak perlu berbohong lagi Daniel!" ucap Silvia memegang lengan Dion, namun langsung di tepisnya.
"Tolong ya mbak, yang sopan sedikit!. Aku memang tidak mengenal dirimu, dan aku juga tidak sedang berakting!" jawab Dion sedikit menjauh dari Silvia
"Jangan seperti itu Daniel, kamu sudah membuatku kecewa" ucap Silvia dengan raut wajah sedihnya
"Aku bukan Daniel!. Aku Dion!" jawab Dion tegas
"Tidak!. Kamu Daniel!. Kita juga baru bertemu di kantor kamu pagi tadi" ucap Silvia tak terima
"Mbak ini lucu ya!. Sudah dikatakan aku bukan Daniel, tetap aja ngotot kalau aku Daniel" ucap Dion semakin bingung
"Aku dan kamu sudah kenal bertahun-tahun, jadi tak mungkin aku salah orang!" ucap Silvia semakin jengkel.
Dion menghela nafasnya dan berkata "Aku sudah lelah menghadapi kamu. sudah ku katakan aku ini Dion!, bukan Daniel!"
"Kamu Daniel!" bantah Silvia
"Bukan!. Aku Dion!" ucap Dion ngotot
"Tidak!, kamu Daniel!" bantah Silvia lagi
"Aku Dion!" balas Dion semakin ngotot
Di tengah keributan mereka ternyata ada sepasang Suami-Istri yang tengah asyik menonton perdebatan antara Dion dan Silvia. Bukannya melerai mereka, justru pasangan Suami-Istri itu hanya mentertawakan Dion dan Silvia.
"Hahaha" tawa pasangan itu dan membuat mereka berdua langsung menoleh ke arah suara itu berasal.
Betapa terkejutnya Silvia saat melihat pasangan yang ada depan matanya, dan hampir saja membuatnya pingsan karena terlalu syok melihat pria itu.
"Daniel?!" tunjuk Silvia kearah seorang pria yang tengah menggandeng tangan seorang wanita yang tengah hamil tua.
Kemudian Silvia menatap kembali ke arah pria yang di depannya dan menatap pria yang tengah menggandeng wanita hamil itu lagi secara berulang-ulang.
"Haduh sepertinya aku dehidrasi" ucap Silvia memegang pelipisnya yang menegang.