
Setelah usai melakukan panggilan telepon, Daniel kembali masuk ke dalam kamarnya Natsumi. Namun Leny melihat raut wajah sang suami langsung berubah menjadi lebih serius setelah usai menerima panggilan telepon barusan.
Leny yang penasaran serta bercampur dengan rasa khawatir pun mempertanyakan mengapa dengan suaminya itu.
"Ayah kenapa?, kok setelah selesai menerima panggilan telepon tiba-tiba jadi diam dan seserius ini?" tanya Leny penasaran bercampur khawatir.
"Tidak ada Honey" jawab Daniel tersenyum sambil mengelus kepala sang istri.
"Suamiku sayang, aku sudah menjadi istrimu bukan baru sehari ataupun satu Minggu. Jadi, aku tau apa yang sedang kamu pikirkan melihat dari wajah tampan mu ini" ucap Leny sambil mengelus pipinya Daniel.
"Bukan hal yang penting kok Honey" jawab Daniel lagi dengan senyuman yang sama.
"Jangan ada apapun hal yang di rahasiakan loh" tegur Leny menatap Daniel serius.
"Ayah tidak ada menyembunyikan apapun dari Bunda" jawab Daniel sambil merangkul sang istri. Sedangkan Leny hanya cemberut saja sambil menggendong Damin.
"Bagaimana Alvin?, apa Natsumi baik-baik saja?" tanya Daniel mengalihkan suasana.
"Dia sepertinya mengalami dehidrasi berat, dan lambungnya menyempit" jawab Alvin menjelaskan.
"Apa?!, kenapa hal itu bisa sampai menimpa Adikku?!" tanya Koury semakin sedih.
"Itu karena dia selama lima hari tidak makan ataupun minum" jawab Alvin.
"Untung saja anda lebih cepat menyelamatkannya. Jika terlambat beberapa hari saja, mungkin nyawanya sudah tidak tertolong" timpal Alvin menjelaskan dan membuat Koury semakin terluka saat mendengar perkataan dari Alvin.
"Alvin!, tolong jangan berbicara seperti itu!. Jangan buat istriku semakin depresi!" tegur Hyuga menatap dingin ke arah Alvin.
"Aku hanya mengatakan apa yang akan terjadi kedepannya jika kalian terlambat membawanya kesini. Seorang dokter tidak boleh berbohong. Meskipun pernyataan itu akan membuat keluarga pasien terluka, tapi itu sudah menjadi konsekuensi kami sebagai seorang dokter" jawab Alvin menjelaskan dengan tatapan mata yang sama menatap balik Hyuga.
"Iya, aku paham apa yang kau maksud!. Tapi setidaknya kau pikirkan apa yang sedang di rasakan oleh istriku!" ucap Hyuga mulai sedikit emosi.
"Adiknya di culik, hampir satu Minggu dia terus menangis, tidak bisa tidur, makan juga tak berselera, tak bersemangat menjalani hari-harinya, dan kau malah menambahkan kata-kata yang membuatnya semakin depresi hah!" timpal Hyuga dan sudah menarik kerah baju Alvin.
"Jika aku berbohong!, sama saja aku membuat istrimu terlalu berharap!. Apa kau tidak memikirkan hal kedepannya jika aku berbohong dengan keadaan tubuh adiknya?!. Apa dengan kalimat penenang seperti itu bisa membuat istrimu bahagia hah?!" tanya Alvin terpancing emosi.
"Bukannya aku tidak mau memikirkan perasaan istrimu, tapi aku tidak ingin kedepannya nanti istrimu malah jadi semakin sedih jika aku berbohong!" timpalnya menjelaskan.
Suasana di dalam tempat itu menjadi semakin memanas, para wanita yang berada di sana hanya melihat perdebatan mereka berdua dengan wajah khawatir karena akan adanya keributan nantinya. Sedangkan Koury hanya diam seakan tak peduli dengan suaminya yang tengah ribut, karena hati dan pikiran tertuju pada sang Adik yang masih terbaring tas sadarkan diri di atas ranjangnya.
Meskipun Mama Yuni dan Leny tidak mengerti bahasa Jepang, namun mereka berdua tau kalau Alvin dan Hyuga sedang tidak baik-baik saja.
Tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras, seperti ada orang yang memukul dinding. Mereka semua terkejut dan yang paling terkejut adalah Leny karena suara itu berasal tepat di dekatnya.
"Jika kalian berdua ribut lagi!, maka aku tidak akan segan-segan membuang kalian dari puncak gedung ini!" tegur Daniel dengan nada dinginnya dan kepalan tinjunya masih menempel di dinding yang sedikit retak.
"Apa yang kalian ributkan hah?!, tidak ada maknanya sama sekali!. Hal yang sia-sia kalian ributkan benar-benar menggangu telingaku!. Apa kalian tidak menghargai mertuaku di sini?!, apa kalian sudah tidak memandang aku lagi di sini hah?!" timpal Daniel melerai.
Suasana tiba-tiba berubah menjadi hening. Hyuga dan Alvin pun langsung terdiam. Para wanita ketakutan melihat Daniel yang mulai emosi menatap ke arah kedua pria yang barusan berdebat tadi.
"Hyuga!, aku tau kau sangat menyayangi istrimu, dan kau tidak terima melihat istrimu terus bersedih. Tapi kau juga tidak boleh meluapkan emosimu pada Alvin yang benar-benar menolong Adik ipar mu dengan sekuat tenaganya. Kita ini keluarga, tidak perlu harus meributkan hal-hal kecil seperti ini" tegur Daniel menatap dingin ke arah Hyuga.
"Apa kau tidak percaya pada kemampuan Alvin?, apa kau sudah lupa pada ku yang sudah hampir mati pada waktu itu?" tanya Daniel. Sedangkan Hyuga hanya menunduk seakan menyesali perbuatannya.
"Aku berani jamin kalau Alvin bisa menyembuhkan Adikmu. Dia tadi belum selesai berbicara, dan kau malah menyelanya dan mengajaknya ribut" timpal Daniel.
"Apa yang membuatmu menjadi kacau seperti ini?, sampai-sampai kau berubah menjadi seperti orang yang tak waras?" tanya Daniel lagi.
"Ini semua karena kau kapten!" jawab Hyuga memberanikan diri untuk mengungkapkan isi hatinya.
"Aku?, kenapa denganku?" tanya Daniel bingung.
"Bisa-bisanya kau melepaskan kelompok Yoda itu begitu saja. kelompok keji dan menjijikkan itu seharusnya di musnahkan!. Karena mereka sudah memperjual belikan manusia. Tapi kau malah melepaskan mereka begitu saja, tanpa memberikan hukuman apapun!" jawab Hyuga menjelaskan.
"Hahahaha!, Dasar bodoh!" tawa Daniel.
"Aku sedang tidak bercanda kapten!. Untuk apa kau tertawa ha?!" tanya Hyuga geram.
"Kau memang bodoh Hyuga!. Saking bodohnya kau tidak mengenaliku?, padahal sudah bertahun-tahun kita sudah menjadi keluarga" jawab Daniel masih tertawa.
"Apa yang kau maksud?, jangan membuat suasana semakin rumit kapten!" tanya Hyuga kebingungan.
"Apa kau sudah lupa dengan apa yang aku lakukan pada orang-orang yang sudah berani mengusik keluarga kita?" tanya Daniel balik.
"Ma...ma... maksudmu kau sudah memusnahkan mereka semua?" tanya Hyuga terbata-bata, dan di anggukan oleh Daniel.
"Tapi bagaimana caranya?, sedangkan kau dan aku kembali ke sini dengan mobil yang sama?" tanya Hyuga semakin bingung.
"Nampaknya, bukan hanya fisik dan ilmu bela dirimu saja yang harus di asah. Ternyata isi kepalamu itu juga harus di asah lagi" jawab Daniel terkekeh.
"Semua sudah di bereskan oleh Fauzi dan Kevin. Tanpa aku perintahkan, mereka berdua sudah menyelesaikan kelompok Yoda itu" timpal Daniel menjelaskan.
"Pantas saja aku tidak melihat mereka berdua berada di sini" ucap Hyuga melihat ke seluruh ruangan itu.
"Maafkan aku kapten karena sudah berburuk sangka padamu" timpal Hyuga menyesal.
"Tidak perlu meminta maaf, aku memahami kebodohanmu itu" jawab Daniel tertawa.
"Sebaiknya kau meminta maaf pada Alvin, karena kau sudah membuatnya terpancing emosi akibat kebodohanmu itu" timpal Daniel menatap Alvin.
"Alvin, maafkan aku. Benar yang di katakan oleh kapten, aku terlalu bodoh sampai tidak bisa berfikir dengan jernih dan hanya membesarkan emosiku saja" ucap Hyuga merasa bersalah.
"Tidak masalah. Aku juga minta maaf padamu karena sudah membuat istrimu semakin sedih" jawab Alvin tersenyum sambil menepuk bahu Hyuga.
Akhirnya suasana di dalam kamar tempat Natsumi di rawat berubah menjadi tenang dan berwarna lagi. Leny juga tersenyum bahagia sambil memeluk lengan suaminya itu karena merasa bangga pada sang suami yang menjadi seorang pemimpin yang bijaksana menurutnya.
"Suamiku memang hebat" ucap Leny tersenyum dan semakin mempererat pelukannya.